0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Money, power, pleasure and fame. Those are the big four horsemen of ambition. There’s a ton of research that shows that you can be happy in spite of these things, but never because of these things.”

Arthur C Brooks – an American social scientist

“Thomas, sebelum kamu menjelaskan faktor ketiga kenapa China bisa sesukses ini, saya recap dahulu pembicaraan sebelumnya. Di sini hanya ada satu partai yaitu CCP sehingga para generasi muda tidak perlu berpikir tentang politik lagi. Jika ada yang mencoba membahas politik sama saja dengan menggarami air laut.”

Exactly, mereka hanya focus pada inovasi dengan cara reverse enginering.

“ Bongkar,amati, tiru lalu modifikasi terhadap semua technology terbaru. Pagi ini kamu seakan membawakan mata kuliah yang sangat berat , namun mampu mengemasnya seakan mendengarkan dongeng ala Disney. Hmm, wait, saya mau mengambil hot tea dahulu . Apakah kamu ingin secangkir teh hangat juga ? Mau menambah cheese platter-nya lagi ?”

“Yep, green tea juga soft cheese dan biscuit-nya, please.Thank you, Sarah.”

Saat membuat tea, aroma wangi green tea bercampur bunga camomille langsung tercium saat air panas menyirami daun tea yang awalnya kering dan akhirnya menyatu saat diaduk perlahan.

“Thomas, ini cheese platter-nya, ada sepotong blue cheese juga. Semoga itu blue Yorkshire, oh gosh, itu adalah blue cheese terenak di dunia bagi saya. Pertama kali mencobanya sewaktu zaman kuliah di daerah Yorkshire, Inggris. By the way, Green tea-nya wangi sekali yah, seakan berada di China saat menghirupnya.”

“ Memang kamu lagi di China, Sarah.” Thomas tertawa lepas melihat saya focus memejamkan mata dan menikmati aroma tea dengan hirupan yang dalam.

“Saya selalu disorientasi arah saking seringnya pindah dari satu negara ke negara lain. Okay, kembali ke topik tadi, mohon dilanjutkan dongeng ala Harvard-nya.”Saya tertawa kecil dan kembali menghirup tea secara perlahan.

Oh well, tidak hanya para peneliti yang berpikiran untuk maju juga para generasi muda termasuk mahasiswa saya. Mereka hanya berpikir bagaimana agar bisa menjadi seperti Pony Ma.”

“Maksud kamu sang pendiri Tencent ? Wah dia memang hebat sekali bahkan bisa mengalahkan posisi Jack Ma dalam daftar orang terkaya di dunia.”

“Kamu kenapa bisa tahu ? dia kan tidak sepopuler Jack Ma.”

“Tentu saja tahu. Saya sampai membeli buku biography-nya, Ma Huateng and Tencent.”

“Oh ternyata kamu salah satu fans dari Pony Ma. Memang tidak banyak yang tahu karena ia selalu menghindar jika diliput oleh media massa .Tapi ia tak pernah sekali pun menolak jika di undang oleh kampus mana pun untuk menggugah semangat entrepreneur di kalangan mahasiswa. Dia bahkan sempat beberapa kali datang di kampus tempat saya mengajar.”Thomas menjelaskan dengan sabar.

“Saya membaca kisah hidupnya yang mulai dari titik nol .Sebagai anak dari pegawai pelabuhan di Shenzen tentunya penuh perjuangan hingga bisa mengenyam bangku kuliah. Bukankah Shenzen adalah kawasan ekonomi khusus selain Zhuhai, Shantou dan Xiamen sehinga tidak ada subsidi dari negara untuk penduduknya termasuk untuk biaya kuliah ?”

Yes, dan walau pun kini sudah kaya raya, ia tetap hidup sederhana. Ia sungguh diidolakan di negara ini hingga ke tingkat yang sangat extreme.”

“Mereka mengidolakan orang yang tepat, Thomas. Dibukunya ia menekankan selain hidup sederhana, agar kita harus menjunjung nilai persahabatan , menghormati orang tua dan selalu siap untuk membela negara.”

“Pony Ma mengajarkan bagi yang belum sukses untuk tetap bekerja keras dengan penuh kesabaran dan yang kaya atau pun berilmu untuk semakin berbagi tanpa pamrih. Itulah sukses yang sebenarnya bagi Pony Ma.“ Thomas tersenyum dan ikut menghirup tea.

“Saint Thomas Aquinas in 1265 writes the summas theologiae and he says basically there are four idols that people chase in life. Money, power, plesure and honor by which he meant fame or prestige in life.  Those are the idols that never bring satisfaction. They run you in the wrong direction. If you want to be ambitious, be the ambitious for the truly four things that enduringly bring an authentic happiness : faith, family, friendship and work that is only 2 things. Where you earn your success and you serve other people.  By faith I mean like philosphy, transcendent, something bigger than you. Faith , family , friendship and work. Be the ambitious of the four things and the world is your oyster.”

Arthur C Brooks – a Harvard professor and columnist at The Atlantic

July 11th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!