0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Vicki von Holzhausen memulai karirnya di industri otomotif dengan bekerja untuk produsen mobil mewah yaitu Audi dan Mercedes-Benz di Eropa. Di sana ia memenangkan banyak penghargaan karena banyak menerapkan konsep yang mendapatkan respon positif. Suaminya, Franz von Holzhausen adalah kepala perancang di Tesla sehingga juga tahu banyak mengenai misi keberlanjutan.

 

Setelah kembali ke negara asalnya, Los Angeles, Vicki berusaha menciptakan merek yang memadukan keahlian teknisnya dengan pendekatan etis terhadap konsumerisme untuk menawarkan produk yang memberi nilai tambah kepada dunia.

 

Produk fashion yaitu tas tangan dan aksesoris yang diluncurkan pada tahun 2015 dengan menggunakan namanya yaitu von Holzhausen. Merek ini adalah koleksi aksesori berbasis di Malibu dengan fokus pada desain, keberlanjutan, dan kualitas hidup. Koleksi ini menawarkan beragam tas yang praktis dan mudah dipakai serta aksesori dalam palet yang tak lekang waktu.

 

Vicki von Holzhausen dan Penggunaan Kulit Bebas Hewani

Awalnya, merek ini menciptakan produknya dari kulit hewan dan pada akhirnya memutuskan untuk menggunakan alternatif bebas hewani yaitu tekstil kulit Technik. Ia menjelaskan atas nama keberlanjutan dan etika,ia  memutuskan untuk beralih menggunakan kulit vegan secara eksklusif. Ia mengatakan bahwa industri penyamakan kulit adalah industri pencemar terbesar kedua di dunia, terutama dampak negatifnya terhadap polusi air. Ia makin menyadari bahwa industri kulit pada akhirnya tidak mencerminkan misi yang di usung oleh mereka yaitu keberlanjutan dan tidak merusak bumi. Misi inti Holzhausen yaitu menciptakan alternatif yang 100% berkelanjutan dan etis.

 

Ia sangat tegas dengan komitmennya untuk menjadi sadar lingkungan dan peduli terhadap dampak sosial, juga memikirkan nilai etis yang terhadap desain namun tetap terlihat modis dan fungsional. Misalnya, sebagian besar gaya produk yang mereka buat berukuran lebih besar sehingga dapat memuat laptop 15 ”, fitur yang memenuhi kebutuhan generasi nomaden digital mereka.

 

Vicki von Holzhausen dan Kulit Vegan

Oleh karena itu, merek aksesori kulit yang sekarang telah menjadi vegan patut berbangga karena telah memberikan inovasi terbaru. Saat mulai menggunakan Technik leather, von Holzhausen mendesain tekstil dengan fokus pada konsumen modern mewah yang praktis dan nomaden. Konsumen semakin peduli dengan kesejahteraan hewan dan lingkungan sehingga ia berpendapat bahwa kulit tidak lagi mewah. Sebaliknya alternatif bebas hewani yang dibuat dengan baik adalah sesuatu yang mewah.

 

Ia berkata bahwa  konsumen mulai menunjukkan minat pada atribut yang berbeda dan berorientasi masa depan daripada apa yang biasanya dianggap ‘mewah’. Dalam kasus mereka, ia melihat kulit asli sebagai barang biasa . Sebaliknya Technik-Leather di buat dengan dengan ilmu di baliknya sehingga membuatnya lebih terlihat ‘mewah’ karena jauh lebih unik dan membutuhkan usaha untuk merancang dan merekayasa.

 

Berdasarkan pengalamannya menjalankan merek yang sesuai dengan namanya, von Holzhausen menjelaskan kebutuhan pelanggan mewah modern. Ia melanjutkan bahwa klien mereka peduli dengan gaya yang memiliki manfaat tambahan. Mereka masih menginginkan tampilan dan cita-cita aspiratif dari produk yang dirancang dan dibuat dengan indah. Mereka juga ingin tahu bahwa produk tersebut dibuat dengan cara yang etis dan berkelanjutan dan mereka bersedia membayar harga premium untuk memilikinya.

 

Sesuai dengan standar etisnya, merek ini mengikuti harga transparan, model distribusi DTC atau direct to customer yaitu memberikan pelayanan langsung ke pembeli serta memberikan 10% keuntungan dari setiap pembelian untuk kembali ke komunitas lokal mereka, Los Angeles.

 

Merek ini memiliki kemitraan dengan badan amal, Hope Gardens, bagian dari penampungan tunawisma terbesar di Los Angeles dan kerjasama ini telah di lakukan sejak pendirian merek tersebut pada tahun 2015. Tujuan Vicki von Holzhausen membangun merek berdasarkan prinsip yang ia  yakini yaitu  pendekatan masa depan, model yang abadi dan keberlanjutan.

 

vicki von holzhausen vicki von holzhausen vicki von holzhausen vicki von holzhausen

Bagikan ini:
error: Content is protected !!