0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Eco-friendly wedding keluarga kerajaan Inggris sangat menjadi inspirasi. Ucapan selamat pantas diberikan kepada pasangan pernikahan keluarga kerajaan Inggris, Pangeran William dan Kate Middleton. Selain ucapan selamat karena memasuki hidup baru. Ucapan selamat tambahan pantas diberikan pada pernikahan mereka, karena pernikahan mereka adalah pernikahan yang peduli lingkungan.

Enam tahun lalu, tepatnya pada hari Jumat, 29 April 2011 pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton sukses digelar. Berlangsung khidmat, sekaligus menegangkan dan berakhir dengan haru biru masyarakat yang menyayanginya.

 

Sebenarnya pihak kerajaan Inggris memang memiliki rasa peduli lingkungan yang sangat tinggi, termasuk untuk kepentingan pernikahan. Sebelumnya, pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana yang terjadi pada tahun 1981 lalu, juga sukses dengan gaya pernikahan eco-friendly wedding.

Kini pangeran William, putra pertama Pangeran Charles dan Putri Diana, yang juga cucu dari Ratu Elizabeth melangsungkan pernikahan dengan gaya eco-friendly wedding juga yang sangat kental.

LAMARAN

Mulai dari acara lamaran, Pangeran William sudah memilih sebuah cagar alam di Kenya. Pilihan lokasi tersebut menurutnya tepat, karena memiliki pemandangan yang luar biasa indah, dan sistem manajemen terhadap pengelolaan lingkungan yang terbilang sukses. Cagar alam di Kenya tersebut terbukti berhasil mengembangkan konsep ekoturisme, dengan perjalanan safari melihat satwa Afrika.

Maka pantas bila Pangeran William memilih lokasi tersebut, untuk melamar gadis pilihannya. Dan terbukti, karena kondisi dan suasana alam yang mendukung, Kate mau menerima pinangan Pangeran William.

CINCIN

Sebuah cincin tunangan milik Kate Middleton adalah cincin batu mulia yang berasal dari alam,  cincin tersebut bertahtakan batu safir 12 karat dan dikelilingi oleh 14 batu berlian. Sebelum cincin ini diterima Kate dari Pangeran William, cincin ini milik mendiang Putri Diana, ibu dari Pangeran William. Karena cincin tersebut berbahan dasar perak dan batuan alam, yang proses pengambilannya merusak lingkungan, jadi pemakaian cincin ulang mengurangi kerusakan lingkungan.

Pilihan cincin pernikahannya juga berasal dari sumber yang ramah lingkungan. Cara mendapatkan cincin pernikahan ini, berasal dari sistem perdagangan yang adil, melalui mekanisme Fair Trade.

UNDANGAN PERNIKAHAN

Cinta dan peduli lingkungan, diteruskan melalui surat undangan pernikahan yang berasal dari kertas daur ulang. Forest Stewardship Council disana mengatakan, bahwa surat undangan tersebut memang berasal dari kertas daur ulang dan memiliki standar internasional.

PAKAIAN PENGANTIN

Gaun cantik Kate Middleton di hari pernikahannya, sebenarnya gaun yang berasal dari sutra asli dan bahan tumbuhan lain yang organik juga.

Sementara pakaian pernikahan yang dikenakan Pangeran William merupakan baju lama, bukan baju baru. Pakaian pernikahan tersebut merupakan seragam yang pernah dipakai. Jadi, tidak membuang banyak penggunaan pakaian dari jenis yang sama.

DEKORASI BUNGA DAN POHON

Bunga pernikahan juga dipilih bukan berdasarkan keinginan, namun mereka mempertimbangkan jumlah karbondioksida yang diperlukan untuk membawanya. Akhirnya dipilih bunga azaleas, rhododendron, euphorbias, beech, wisteria dan lilac. Karena bunga-bunga tersebut tumbuh hanya di Inggris dan tak perlu jauh-jauh membawanya.

Ketika pernikahan, juga terlihat kalau pohon-pohon tinggi besar berwarna hijau mendominasi altar samping dalam gereja. Pohon-pohon besar tersebut sebenarnya amat menakjubkan, karena tumbuh dan besar di dalam Gereja Westminster Abbey. Keberadaan pohon-pohon itu sebenarnya tak lepas dari niat Pangeran Charles, yang mengadakan program untuk pembesaran pohon secara organik.

Kini, Anda juga bisa melihat pohon besar di dalam gereja tersebut, tetapi dikenakan biaya tertentu. Kemudian biaya yang Anda keluarkan tersebut, akan diberikan untuk berbagai program pelestarian lingkungan diberbagai belahan dunia.

MAKANAN DAN MINUMAN

Masalah makanan dan minuman juga dipertimbangkan dengan cermat. Diusahakan tidak memiliki dampak terlalu banyak bagi kerusakan lingkungan. Maka dipilihlah makanan dan bahan minuman yang ditanam dengan cara organik. Bahkan kue pernikahannya juga berasal dari sumber makanan yang organik pula.

GELAS KERTAS MINUMAN

Untuk kalangan rakyat biasa yang menyaksikan pernikahan tersebut dari luar, dijamu minuman segar berbahan tanaman organik yang disajikan di gelas kertas berbahan biodegradable. Dengan bahan tersebut, maka gelas kertas yang digunakan akan hancur lebih cepat di tanah.

TRANSPORTASI

Para tamu undangan yang jaraknya sangat jauh dari tempat acara pernikahan, disarankan menaiki kereta api, ketimbang menggunakan pesawat terbang. Saran ini sebenarnya untuk mengurangi penggunaan pesawat terbang yang dikenal paling boros bahan bakar dan paling banyak mengeluarkan karbondioksida penyebab perubahan iklim.

Pengantin kerajaan biasanya juga mengilingi kota menggunakan kereta kuda setelah upacara pernikahan selesai, hal ini juga dilakukan oleh Pangeran William dan Kate Middleton pada acara pernikahannya. Ini dimaksud untuk mengurangi polusi.

 

PARA TAMU DILARANG MEMBERIKAN HADIAH

Para tamu lebih disarankan untuk menyumbang ke berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, ketimbang memberikan uang dan hadiah kepada pengantin.

Menurut Stephanie Wear, seorang peneliti laut yang juga pengamat dalam eco-friendly wedding ini, gaya pernikahan Pangeran William dan Kate benar-benar unik, karena para tamu lebih disarankan untuk menjadi donatur kegiatan pelestarian alam, ketimbang memberikan hadiah yang tidak perlu.

Terkadang, memang banyak hadiah yang diberikan kepada pasangan pengantin yang tidak cocok atau tidak sesuai, dan akhirnya malah menjadi pengisi bak sampah saja.

BULAN MADU

Pasangan pengantin tersebut juga tidak merencanakan bulan madu yang terlalu jauh. Mereka memilih Seychelles, North Island  yang memiliki laut serta pulau-pulau kecil yang sangat indah dan romantis.

RUMAH TINGGAL

Eco-Friendly tersebut bahkan diteruskan pasangan ini ketika Pangeran William dan Kate Middleton akan menempati rumah baru mereka, di daerah Herefordshire.

Pangeran William dan Kate Middleton sangat menghindari rumah bergaya bangsawan besar, yang identik dengan kastil yang memiliki pilar-pilar yang menjulang tinggi. Mereka lebih memilih rumah bergaya kuno, dengan sumber daya listrik dari matahari dan sistem pengairan yang teramat sangat menghemat air.

 

Dibalik kesukseskan acara pernikahan tersebut, sebenarnya menyimpan banyak cerita dan inspirasi yang dapat kita ambil, termasuk gaya peduli lingkungan yang mereka terapkan. Mulai dari acara lamaran sampai menempati rumah baru. Banyak pelajaran yang bisa kita dipetik dari pernikahan bergaya eco-freindly tersebut.

 

Eco-friendly wedding Eco-friendly wedding Eco-friendly wedding Eco-friendly wedding Eco-friendly wedding

 

Bagikan ini: