Amanda Preske adalah seniman di balik Circuit Breaker Labs: Intelligent Gifts for Geeks. Preske menghabiskan sekitar 10 tahun di Rochester dengan meraih gelar BS dalam Kimia dari RIT dan PhD dari University of Rochester (sintesis semikonduktor nanokristal).
Dia memulai bisnisnya di Rochester, tetapi saat ini ia tinggal di dekat Washington, D.C. Preske menggunakan pengetahuannya tentang reaksi kimia untuk membuat cincin, liontin, manset, klip dasi, dan barang-barang lainnya, menggunakan resin.
Seperti kita ketahui bahwa sampah barang elektronik adalah permasalahan besar di banyak negara. Menurut UNEP, terdapat sekitar 50 juta metrik ton sampah elektronik terkumpul tiap tahunnya namun hanya sekitar 27 persen yang bisa didaur ulang di Amerika.
Pada akhirnya sampah tersebut tertimbun atau dikirim ke negara lain untuk diolah dengan cara yang tidak aman. Kedua cara penangangan tersebut menghasilkan racun dan logam berat yang bisa mencemari tanah dan merusak kesehatan di negara tempat sampah tersebut dibuang.
Amanda Preske Sang Desainer Yang Peduli Sampah
Meskipun sampah tersebut bisa dikirim ke fasilitas daur ulang yang konvensional, namun bagi para seniman mempunyai cara yang kreatif untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah seniman perhiasaan yang bernama Amanda Preske dari Rochester, New York. Ia mengambil papan sirkuit elektronik dari komputer tua, telepon genggam, kalkulator dan monitor kemudian mengubahnya menjadi kalung, gelang, kepala ikat pinggang dan aksesoris menariknya lainnya.
“Kita hidup di dunia digital, jadi sudah sewajarnya komputer, kalkulator dan kartu memori yang sudah tidak dipakai dapat digunakan kembali daripada dibuang,” ujar Amanda. Berkat ketekunan dan daya kreatifnya, papan sirkuit dibuat dengan berbagai macam warna kemudian diperkuat menggunakan resin yang juga berfungsi melindungi. Semua bagian perhiasaan yang terbuat dari perak juga menggunakan perak daur ulang.
Amanda Preske Doktor Kimia Pencipta Perhiasan Unik
Preske adalah pemegang gelar doktor di bidang kimia dan memiliki ketertarikan terhadap perhiasan. Selain perhiasan , ia telah membuat kerajinan berupa lilin dan lukisan, namun membuat perhiasaan adalah salah satu yang paling digemarinya.
Amanda mulai menggunakan papan sirkuit bekas di tahun 2007 ketika melihat kakak laki-lakinya disaat memperbaiki komputer. Dia terpesona terhadap kompleksitas yang dia temukan di papan sirkuit elektronik. Walau keseluruhan papan sirkuit tersebut kadang terlalu kompleks untuk diapresiasi, namun dalam skala kecil untuk perhiasan, sebagian kecil papan sirkuit tersebut seperti menggambarkan peta jalur bawah tanah, pemandangan kota .Selain itu juga tampak seperti potongan kata-kata yang menarik seakan memberikan pesan rahasia yang akan dipecahkan.
Papan sirkuit bekas didapat dari berbagai sumber, biasanya dari festival seni. Dia juga menciptakan program Circuit Board Trade-in Program di mana siapapun bisa mengirimkan papan sirkuit bekas kepadanya yang kemudian bisa ditukar dengan perhiasaan yang telah di buatnya.
Komponen elektronik tua ini kemudian dibongkar, dibersihkan, dipotong dan ditempatkan di wadah dari perak, semuanya dikerjakan dengan tangan kreatifnya. Resinnya berfungsi juga sebagai lensa yang memperbesar keindahan dari pola rumit yang ditemukan di papan sirkuit sekaligus menjadi penutup sehingga bisa dipakai. Resin tersebut terlihat sangat jelas dan jernih karena ia mempunyai background kimia sehingga memungkinkan ia melihat bahkan perubahan terkecil dalam detail dapat mengubah hasil dari reaksi kimia.
Ia menggunakan campuran resin dua bagian yang berpolimerisasi dalam 24 hingga 48 jam. Dalam 30 menit pertama setelah pencampuran, ia harus berhati-hati untuk mengontrol suhu dan kelembaban, yang memengaruhi tegangan permukaan.
Gelembung adalah masalah terbesar untuk masalah kejernihan. Bubbles harus meletup sendiri atau secara fisik ia dapat meletuskannya. Beberapa orang menggunakan ruang vakum untuk memastikan epoksi bebas gelembung, tetapi itu tidak masuk akal secara ekonomi sehingga semuanya dilakukan secara manual. Amanda Preske adalah salah satu seniman kreatif yang peduli akan kelangsungan lingkungan dengan langkah yang patut diikuti oleh kita semua.



