0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Apakah Anda pernah menginginkan untuk membeli tas Louis Vuitton Speedy yang sangat iconic? Jadi mengapa tidak menunggu disaat sale dahulu baru membelinya? Hanya ada satu masalah dengan ide tersebut. Merek mewah Prancis yang sangat iconic ini tidak pernah mengadakan sale.

Henri Racamier adalah orang yang menikah dengan salah satu keluarga Vuitton dan menjadi orang luar pertama yang mengambil alih bisnis tersebut. Dia mengadopsi sebuah metodologi yang disebut integrasi vertikal, yang berarti Vuitton memiliki kontrol penuh, mulai dari proses pembuatan hingga sampai di tangan pelanggan.

Racamier mengamati bahwa pemilik toko yang menjual produk mereka, menjual dengan menaikkan harga sampai 100%. Pada akhirnya produsen mendapatkan bagian keuntungan yang paling kecil. Saat itulah Racamier berpikir bahwa dengan menghilangkan perantara yang tamak, mereka bisa mengantongi keuntungan itu sendiri. Melalui strategi ini, dia menghidupkan kembali perusahaan dan menggandakan keuntungannya dalam waktu singkat.

Inilah alasan kenapa Louis Vuitton tidak pernah on sale. Di saat mereka merasa produk tersebut tidak berjalan dengan baik. Mereka dapat mengendalikan produksi artikel itu dengan cara mengurangi produksi daripada menurunkan harganya. Sama juga dengan memiliki toko sendiri, mereka bisa menetapkan harga sendiri.

Oleh karena itu, jika anda pernah mendengar rumor tentang  adanya sale dalam penjualan produk LV pada masa yang akan datang, bisa dipastikan bahwa itu hanyalah rumor atau mitos.

Louis Vuitton canvas handbags

Mr. Racamier membuat nama Louis Vuitton besar berkat tangan dinginnya

Ketika dia pertama kali mengambil alih Vuitton, Mr. Racamier telah berusia 65 tahun dan berpikir untuk pensiun. Dia telah menghabiskan masa hidupnya di industri baja bernama Stinox. Hidupnya telah makmur. Dia menikah dengan Odile Vuitton, cicit wanita dari Louis Vuitton. Disitulah asal muasal dia mulai ikut di dalam bisnis Louis Vuitton.

Menurut Mr. Racamier jika kebijakan yang dibuat dengan cara menaikkan harga, itu akan membuat  koleksi Louis Vuitton semakin memikat dan semakin banyak peminat. Dia sudah berkecimpung lama dalam bisnis penjualan barang-barang mewah, dan para pelanggannya diharapkan membayar harga yang sangat tinggi. Jika tidak, para pelanggan mereka yang kaya raya akan khawatir. Menurut mereka, jika harga diturunkan mereka tidak mendapatkan produk dengan kualitas terbaik.

Mr.Racamier mengambil alih perusahaan pada tahun 1977 disaat bisnisnya sedang jatuh. Semakin sedikit orang menginginkan barang dari kulit. Generasi muda pembeli barang bawaan ringan yang tidak memerlukan bantuan portir.

Akhirnya Mr.Racamier mencoba ke pasar luar yaitu Asia. Pada 1970-an ekonomi  Asia sangat naik dan menghasilkan kelas menengah yang menikmati kemewahan. Steamer Trunk dari Louis Vuitton mungkin tampak seperti model generasi tua di Paris, tapi tidak bagi keluarga kaya baru di Seoul atau Taipei.

Louis Vuitton LV Trunks

Steamer Trunk adalah produk awal bangkitnya Louis Vuitton

Trunks hanyalah contoh kecil dari katalog yang dibuat oleh Mr.Racaimer, disana juga dia memperluas  koleksi yakni tas tangan, dompet wanita, dan  ikat pinggang. Pada tahun 1977 Vuitton memiliki dua toko, di Paris dan di Nice. Di tahun 1990, Mr. Racamier telah membangun bisnisnya di lebih dari 130 toko di seluruh Dunia. Louis Vuitton mendirikan pabrik baru, melatih pegawai untuk bersikap sopan dan berpengetahuan seperti di Paris. Suatu ukuran keberhasilan toko adalah penjualan tahunannya. Toko Louis Vuitton berhasil menjual lebih dari dua kali lipatnya dan kadang lebih dari itu. Mr.Racamier sepertinya telah mengubah kulit menjadi emas.

 

 

Bagikan ini: