0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“No journey feels too far when you carry the way home within you.”

 

Chloe masih menatap langit, matanya mengikuti arah burung yang semakin jauh, mengecil di batas cakrawala. Jemarinya yang tadi menggenggam pagar kini bermain dengan sisa embun di besi dingin, menggambar pola-pola tak beraturan yang segera menghilang.

 

“Mama,” suaranya lirih, hampir tenggelam dalam hiruk-pikuk kota yang mulai berdenyut. “Apa burung pernah tersesat?” Saya tersenyum, membiarkan pertanyaannya melayang sebentar sebelum menjawab. “Kadang, mungkin mereka melenceng dari jalur. Tapi mereka punya cara untuk kembali.”

 

Chloe mengerutkan dahi. “How?” Saya menatap langit, melihat burung lain melintas di kejauhan. “Mereka punya sesuatu yang special di tubuh mereka, semacam compass ajaib di dalam kepala yang disebut magnetoreception.” Chloe menoleh dengan penuh minat.

 

Saya melanjutkan, “Dengan itu, mereka bisa ‘merasakan’ arah, seperti kita menutup mata tapi masih tahu di mana matahari karena hangatnya. Jadi meskipun terbang jauh dan tidak ada tanda-tanda yang terlihat, mereka tetap tahu jalan pulang. Seperti punya peta rahasia di dalam diri mereka.”

Matanya berbinar. “So they don’t just fly aimlessly when they want to go home?” Saya mengangguk. “Mereka belajar dari perjalanan sebelumnya, misalnya dengan mengingat sungai yang mengalir, gunung yang menjulang, dan bisikan arah angin. Jadi meski jauh, mereka tahu ke mana harus kembali.”

 

Chloe menggigit bibirnya, matanya menerawang, seakan membayangkan dirinya terbang jauh seperti burung di langit. “Jadi kalau saya pergi jauh suatu hari nanti… saya juga akan tahu cara pulang?”

 

Angin pagi mengusap lembut rambutnya yang tersibak, dan dengan hati-hati, saya merapikannya di belakang telinganya. “Selama kamu ingat apa yang penting, selama hatimu tahu ke mana pulang, kamu tidak akan pernah benar-benar tersesat, sayang.”

 

“Like birds reading the sky, we find our way not just with our eyes, but with something inside us. Something that always leads us back to where we belong.”

Part 12.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!