Aoshima pulau kucing di Jepang atau di kenal juga sebagai Cat Island (Pulau Kucing). Pulau ini terletak di Ehime Prefecture, Jepang. Dijuluki pulau kucing karena mayoritas penghuni pulau tersebut adalah kucing. Perbandingan antara kucing dan manusia di sana adalah sekitar 10:1.
Luas pulau ini tidak terlalu besar, bahkan tergolong kecil. Luas wilayahnya hanya sekitar 1,6 km. Pulau ini sebelumnya merupakan bagian dari Nagahama di daerah Kita, tetapi kemudian pada tahun 2005 beralih menjadi bagian dari Ozu, sebuah kota di Ehime Prefecture, Jepang.
Pulau kucing ini kini hampir tidak dihuni oleh manusia. Pada tahun 1945, Aoshima adalah pulau dengan perkampungan nelayan dengan populasi yang cukup besar. Ada sekitar 900 jiwa yang menghuni pulau tersebut pada tahun 1945. Saat itu pulau ini belum ramai dengan kucing dan masih banyak yang penghuni manusianya.
Semakin lama pulau ini semakin sedikit jumlah penduduknya. Di tahun 2013, tercatat bahwa pulau tersebut hanya memiliki 50 penduduk. Penurunan amat sangat drastis terjadi di tahun 2018 ini. Saat ini manusia yang bertempat tinggal di sana hanya ada 13 orang dan rata-rata berusia lebih dari 75 tahun.
Berbanding terbalik dengan populasi kucing, jumlahnya tidak semakin berkurang malah semakin bertambah. Di antara tahun 2015 dan 2018 tercatat populasi kucing yang mendiami pulau tersebut berkisar antara 120 dan 130.
Sayangnya, pada tahun 2018 ini Ehime Shimbun, sebuah surat kabar di Jepang mengabarkan bahwa seluruh kucing yang ada di pulau Aoshima akan mengalami proses spayed and neutered. Proses yang dimaksud yaitu pengangkatan organ reproduksi hewan, bagi hewan jantan berarti pengebirian dan bagi yang betina organ penghasil sel telurnya disterilisasi. Adapun proses tersebut dilakukan untuk mengurangi populasi kucing yang kian meningkat, sedangkan populasi manusia di sana terus menurun.
Sebenarnya ada beberapa pulau kucing lain yang terdapat di Jepang. Jadi, Aoshima bukan satu-satunya pulau yang memiliki populasi kucing dalam jumlah besar. Namun, pulau ini yang paling terkenal di antara yang lainnya. Populasi kucing di pulau tersebut yang paling banyak dibandingkan dengan yang lain sehingga menjadi ikon pulau kucing di Jepang.
Kini pulau ini seperti pulau tak berpenghuni karena manusia yang tinggal di sana bisa dihitung dengan jari. Tidak ada restoran, hotel, tempat wisata, atau mesin penjual minuman di sana. Akses menuju pulau ini pun cukup sulit karena hanya ada satu cara untuk dapat tiba di pulau tersebut, yaitu menggunakan kapal feri dari pelabuhan Nagahama di Ehime Prefecture. Jarak tempuh yang diperlukan menuju ke sana sekitar 30 menit.
Tiket kapal menuju pulau ini sangat terbatas. Orang-orang yang ingin berkunjung tidak dapat memesan tiket sebelum hari keberangkatan. Mereka harus berada di pelabuhan lebih awal di hari mereka akan berangkat agar tidak kehabisan tiket karena tiket yang dijual pun tidak banyak.
Pulau ini memang tidak dimaksudkan sebagai tempat wisata untuk berlibur atau bersantai ria. Wisatawan yang datang ke sana biasanya bertujuan untuk melihat keunikan pulau yang dihuni kucing ini dan sekadar memberi makan atau menolong kucing-kucing tersebut.
Kucing-kucing yang menghuni pulau ini awalnya tidak sebanyak seperti sekarang. Aoshima pada zaman dahulu kala masih menjadi pulau normal seperti pulau pada umumnya. Banyak manusia yang menjadikan pulau ini tempat tinggal dan bisnis perikanan pun banyak dikembangkan di sini.
Oleh karena masalah tikus yang dihadapi para nelayan di kapal mereka, maka mereka memutuskan untuk mengadopsi kucing sebagai solusinya. Meski kini para nelayan tidak lagi tinggal di sana, kucing-kucing yang mereka adopsi masih tetap tinggal. Itulah mengapa pulau ini banyak dihuni kucing-kucing karena mereka terus-menerus berkembang biak.
Bagi para pecinta kucing dan/atau penyayang binatang, tempat ini mungkin dapat menjadi tujuan wisata yang tepat untuk menyalurkan hobinya. Apabila ingin bertandang ke pulau ini dan memberi makan kucing-kucing di sana, sebaiknya makanan kucing dibawa sendiri mengingat pulau tersebut hampir tak berpenghuni. Jangan lupa pula untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan Aoshima pulau kucing di Jepang.


