0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Bhutan adalah sebuah negara dengan bentuk pemerintahan berupa kerajaan yang terletak di Asia Tenggara. Negara yang hampir seluruh bagiannya tertutup daratan ini berlokasi di Himalaya Timur, berbatasan dengan Daerah Otonomi Tibet di bagian utara. Negara ini dinyatakan sebagai negara pertama di dunia yang bebas karbon.

 

Bhutan dapat dikategorikan sebagai negara yang tidak terlalu besar, bahkan masuk dalam daftar negara terkecil di dunia. Luas wilayahnya hanya sekitar 47.000 km2 dengan total penduduk sekitar 770 ribu jiwa di tahun 2015. Negara ini berada di lereng pegunungan Himalaya yang 85,8% dari luas wilayahnya terselimuti hutan rimbun.

 

Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sehingga lahan hutan yang dimiliki merupakan aset berharga bagi negara bernama resmi “Druk Yul” atau “Tanah Naga Guntur” ini. Dengan adanya ancaman pemanasan global membuat Bhutan semakin giat merawat pepohonan hutan yang tersedia.

 

Ancaman pemanasan global tidak hanya menjadi ancaman bagi Bhutan, tetapi juga bagi seisi dunia. Oleh karena itu, setiap negara dengan giatnya menghindari pemanasan global yang semakin meningkat. Salah satu upaya yang ampuh dilakukan adalah dengan mengurangi emisi gas karbon dioksida.

 

Menjadi negara dengan kadar karbon netral saja sudah cukup mengesankan karena sangat tidak mudah untuk mencapai titik tersebut. Yang terjadi pada Bhutan merupakan hal yang sangat menakjubkan karena Ia mampu menjadi Negara dengan karbon negatif. Pencapaian tersebut membuatnya menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi dinyatakan sebagai negara penyerap karbon..

 

Salah satu negara terkecil di dunia ini merupakan negara dengan udara terbersih di dunia. Dalam setahun, Bhutan dapat menghasilkan karbon dioksida sebanyak 2,2 juta ton. Dengan bantuan kekayaan hutan yang dimilikinya, Ia mampu menyerap karbon dioksida sebanyak 4 juta ton. Artinya, karbon dioksida yang diserap lebih banyak dibandingkan dengan yang dihasilkan sehingga wajar saja jika negara ini menjadi salah satu negara terhijau di dunia.

 

Kesuksesannya menjadi negara terhijau adalah berkat kerja sama yang baik antara pemerintah dan warganya. Raja dari negara ini, Jigme Singye Wangchuck telah mengembangkan program Gross National Happiness, sebuah pendekatan yang dibuat dengan tujuan untuk mengupayakan negaranya menjadi negara paling bahagia di dunia.

 

Selagi Sang Raja berhasil mencapai tujuan tersebut, Ia pun secara tidak langsung membuat negerinya menjadi yang paling hijau di dunia. Hal ini tidak lain disebabkan oleh empat pilar yang diterapkan, termasuk pengembangan ke-sustainable-an, perlindungan lingkungan, pelestarian budaya, dan pemerintahan yang baik. Itulah resep membangun bangsa dan lingkungan yang bahagia.

 

Negara ini juga menerapkan beberapa kebijakan hijau, salah satunya adalah hukum yang mengatur bahwa 60 persen dari daratan yang ada di sana harus dipelihara dan dilindungi, seperti hutan misalnya. Bhutan bahkan telah melarang adanya penebangan ekspor.

 

Upaya lain yang dilakukan untuk menjaga lingkungannya adalah dengan hanya menyediakan pariwisata yang terkontrol, berdampak rendah, yang mencakup perubahan seluruh biaya pengembangan ke-sustainable-an pengunjung. Tidak hanya itu, rekor dunia atas negara yang paling banyak menanam pohon per jam pun diraih negeri naga guntur ini.

 

Pohon-pohon yang mereka tanam itulah yang berperan besar dalam menyerap karbon. Pepohonan hutan tersebut mampu menyerap hingga 6 juta ton karbon per tahunnya. Padahal jumlah karbon yang dihasilkan negara tersebut hanya sekitar 2 juta ton.

 

Pemerintah Bhutan juga tengah berupaya menjadikan negerinya bebas emisi gas rumah kaca dan limbah pada tahun 2030, serta 100 persen produksi makanan organik pada tahun 2020. Bentuk upayanya dilakukan dengan cara mengganti seluruh kendaraan berbahan bakar fosil menjadi elektrik.

 

Sumber daya yang digunakan nantinya akan berasal dari angin, biogas, dan tenaga surya. Selama ini pun negara ini menghasilkan listrik dari pembangkit listrik hidroelektrik yang ramah lingkungan. Listrik yang dihasilkan tersebut bahkan juga diekspor ke India.

 

Dengan segala upaya yang telah dilakukan tersebut, sudah dapat disimpulkan alasan mengapa negara ini menjadi salah satu yang terhijau di dunia. Semoga upaya-upaya yang dilakukan Bhutan juga dapat dilakukan oleh negara-negara lain.

Bhutan Bhutan Bhutan Bhutan Bhutan Bhutan

Bagikan ini: