0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Some truths only reveal themselves when we step away and see home from afar.”

 

Angin malam berembus lembut, menyelinap di sela-sela percakapan kami. Lampu dapur memancarkan cahaya temaram, menciptakan kehangatan yang kontras dengan gelapnya malam di luar. Aroma sisa tea bercampur dengan wangi kayu dari meja yang perlahan saya bersihkan.

 

Hong, yang masih tenggelam dalam pikirannya tentang Feng Shui, akhirnya bersuara. “Selain menjaga dapur tetap bersih, ada satu hal lagi yang bisa membawa energy positive.” Saya menoleh, tertarik. “Apa itu?” “Tanaman,” jawabnya sambil tersenyum.

 

“Herb garden dipercaya bisa menghadirkan harmony dan melambangkan kelimpahan.” Saya tertawa kecil, lalu menatap Hong. “Tapi di dapur ini tidak ada tanaman sama sekali.” Hong mengangguk, melirik seluruh sudut dapur yang kosong.

 

“Iya, mungkin menambahkan satu atau dua tanaman bisa membuat suasana dapur lebih hidup.” Saya tersenyum, lalu menoleh ke Arsyl. “Oh, kalau soal itu, Arsyl punya banyak tanaman di kamarnya.”

 

 

Hong langsung menatapnya dengan penuh minat. “Really? What kind of plants do you have?” Arsyl mengangkat bahu kecil. “Bisa dibilang hampir semuanya ada. Basil, mint, rosemary… Sarah sering menyebut kamar saya seperti Indonesia versi mini, karena di sana, segala tanaman bisa tumbuh subur.”

 

Hong tersenyum, matanya berbinar. “Ya, Indonesia memang luar biasa suburnya. Sarah, kamu beruntung bisa hidup di tanah yang penuh kehidupan seperti itu.”

 

Saya terdiam sejenak, senyum mengembang tanpa sadar. “Anehnya, saya baru benar-benar menyadarinya saat pindah ke Inggris,” ujar saya pelan. “Di Indonesia, tanah selalu terbuka untuk kehidupan. Seolah-olah alam tak pernah lelah memberi, membiarkan segala sesuatu tumbuh dengan bebas, tanpa batas.”

 

“Sometimes it takes leaving home to understand the richness it holds.”

Part 9.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!