Joe Taslim, siapa yang tidak mengenal aktor tampan kelahiran 23 Juni 1981 ini. Ia dikenal sebagai seorang aktor Indonesia yang terbilang sukses, bahkan mampu melebarkan sayapnya ke kancah internasional. Ternyata, selain aktif menjalani karir aktornya, Joe juga termasuk artis Indonesia yang sangat peduli terhadap lingkungan.
Nama Joe Taslim mulai melambung lewat perannya sebagai “Jaka” dalam film The Raid (2011). Sebelumnya Joe adalah anggota tim Judo nasional Indonesia dari tahun 1997 sampai 2009. Meski terbilang baru, karir Joe di dunia perfilman berkembang dengan cepat hingga mampu mengambil peran salah satu tokoh dalam film laga Amerika terkenal berjudul Fast & Furious 6 (2013). Dari sejak itu Joe sering muncul dalam film-film internasional.
Di tengah kesibukannya berlaga dalam film-film luar negeri, ternyata Joe juga berperan dalam kepedulian terhadap satwa Indonesia. Namanya dipilih oleh WWF sebagai warrior WWF dalam pelestarian satwa langka. Beberapa artis lain pun ditunjuk sebagai duta satwa, tetapi tugasnya berbeda-beda. Joe Taslim dinobatkan sebagai duta harimau Sumatera, Nadia Hutagalung sebagai duta WWF untuk penyelamatan gajah, Nadine Chandrawinata untuk satwa hiu, dan Ario Bayu untuk orang utan.
Joe mengungkapkan alasannya menerima tawaran menjadi duta penyelematan harimau Sumatera adalah karena Sumatera merupakan tempatnya berasal. Ia merasa telah berutang budi pada daerah asalnya tersebut sehingga ia ingin membayarnya dengan membantu mengampanyekan penyelamatan satwa langka dari Sumatera.
Joe juga mengatakan bahwa keputusannya menjadi warrior WWF adalah murni karena ia merasa terpanggil untuk melindungi satwa yang ada. Sarana media sosial Twitter dan Instagram pun digunakan Joe untuk mengampanyekan kepedulian terhadap bumi dan lingkungan. Ia berniat untuk mengajak banyak orang agar ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi dan isinya.
Meski terkadang banyak orang yang meragukan konsistensi seorang artis yang dipilih sebagai duta, tetapi Joe berusaha mematahkan paradigma tersebut dengan terjun langsung ke lapangan. Pada bulan Mei 2016 lalu, pria asal Palembang ini berkunjung ke Riau, bersama rekannya, Ario Bayu (aktor) dengan membawa amanah yang disematkan oleh WWF Indonesia kepada mereka sebagai warrior WWF.
Tujuan kedatangan kedua aktor tersebut adalah untuk mengunjungi dan melihat langsung habitat harimau Sumatera yang ada di Rimbang Baling, Riau. Di sana Joe dituntut untuk melepas segala atribut keartisannya dan berbaur dengan alam dengan rela tinggal di hutan dan bercengkrama langusng dengan penduduk Rimbang Baling. Selama di sana, ia sempat pula merasakan asyiknya menggunakan piyau (perahu).
Joe mengaku merasa sangat senang dengan pengalaman tersebut. Ia dan Ario di bawa ke daerah tersebut untuk bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan melihat kegiatan yang dilakukan tim WWF di lapangan secara langsung. WWF sendiri memilih kedua aktor tersebut sebagai warrior karena komitmen mereka yang ingin terus mengampanyekan perlindungan satwa dan habitatnya.
Selain peduli terhadap satwa liar yang hampir punah, Joe juga dikenal sangat peduli terhadap bumi dan sering mengampanyekan pentingnya air bersih dan hemat listrik melalui akun media sosialnya. Ia dan kawan-kawan duta WWF lainnya sangat gigih mengajak orang-orang untuk membuka mata lebar-lebar terhadap kondisi bumi yang kian memprihatinkan.
Melihat kondisi bumi saat ini memang cukup mengkhawatirkan. Polusi, emisi gas rumah kaca, dan kepunahan satwa liar sangat mengancam kelestarian bumi. Menjaga bumi dan isinya bukan hanya menjadi tugas warrior WWF atau aktivis lingkungan lainnya, melainkan tugas bagi semua orang yang ada di bumi.
Untuk itu, kesadaran akan pentingnya menjaga bumi harus dimiliki oleh setiap individu. Tanpa adanya kesadaran, rasa tanggung jawab akan sulit hadir dalam diri seseorang. Oleh karena itulah Joe Taslim dengan giat mengampanyekan perlunya kepedulian terhadap lingkungan .


