0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Green fashion atau dunia mode yang ramah lingkungan telah memberikan inovasi yang makin tinggi setiap saat.Semakin banyak perusahaan yang mendaur ulang limbah makanan untuk menjadi bahan pakaian atau mode yang semakin trendy. Perusahaan ingin lebih meningkatkan  perannya dalam mengurangi sampah makanan melalui berbagai langkah yang baru. Para perancang mode tingkat lokal dan dunia berusaha menggunakan sisa makanan ke dalam kain, yang kemudian diubah menjadi produk-produk stylish mulai dari tas, jaket, tshirt hingga sandal dan sepatu.

 

Berdasarkan data PBB diperkirakan terdapat1,3 miliar ton makanan yang menjadi sampah setiap tahunnya. Angka ini menyamai seperempat dari jumlah total kalori yang dikonsumsi oleh manusia. Mencari cara untuk memecahkan masalah ini adalah langkah yang cukup membantu meskipun mengubah makanan menjadi produk fesyen tidak akan menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh.

Namun dampak yang dihasilkan memberikan dampak yang positif, salah satunya adalah memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya 3R: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycling (mengolah kembali) dapat tercapai.

 

Daftar Perusahaan Yang Mengolah Limbah Makanan

Berikut adalah daftar beberapa limbah makanan yang berhasil di olah dan di daur ulang oleh beberapa perusahaan yaitu :

  1. Kulit Salmon

Terdapat banyaknya limbah dari ikan dan kepiting yang biasanya dibuang ke laut setiap tahunnya. Perikanan berkelanjutan pada akhirnya bukan hanya masalah menangkap ikan saja namun meningkatkan pemanfaatannya agar limbahnya tidak di buang kembali kelautan.

 

Tidal Vision,perusahaan ini mempunyai motto yaitu dari laut dan untuk laut. Pemiliknya yaitu Craig Kasberg lelaki berumur 25 tahun ini telah menghabiskan bertahun-tahun bekerja di perahu nelayan Alaska. Selain itu sebagai CEO dari Tidal Vision, startup yang dia dirikan, Kasberg mendorong produk-produk berkelanjutan yang terbuat dari limbah laut seperti kulit salmon dan cangkang kepiting yang dibuang untuk dapat di manfaatkan kembali.

 

Kasberg melihat banyaknya limbah yang dibuang industri perikanan di lautan sehingga dia bernegosiasi dengan pengolah hasil laut untuk membeli sisa limbah tersebut dan meluncurkan Tidal Vision untuk mengubah bahan mentah tersebut menjadi produk, di antaranya chitosan, yang dapat digunakan oleh perusahaan tekstil dalam kain untuk pakaian, dan kulit ikan salmon, yang ia  jual dalam lembaran untuk perancang busana. Selain itu ia juga menjual dompet dan ikat pinggang di 130 toko khusus.

 

Chitosan adalah sejenis polimer yang diekstrak dari kulit kerang dan  saat ini mereka telah memproduksi dompet, ikat pinggang dan tas tangan sementara pabrik tekstilnya telah meluncurkan produk kaos, kaus kaki dan produk-produk lain yang menggabungkan chitosan dengan serat alami lainnya.

food waste limbah makanan salmon skin food waste limbah makanan salmon skin

 

Daftar Tambahan Perusahaan Yang Menggunakan Limbah Makanan

  1. Sabut Kelapa

Perusahaan bernama Nau telah mengembangkan pelapis khusus untuk jaket musim dingin. Jaket ini terbuat dari kelapa, dengan tujuan untuk mengurangi pemakaian bulu angsa di dalam industry fashion. Prosesnya yaitu dengan cara membakar limbah sabut kelapa dan mencampurkan abu sisa pembakarannya dengan poliester daur ulang yang akhirnya menjadi benang.

 

Produk yang semula bernama Cocona ini, sekarang diberi nama 37.5 Technology dan sekarang digunakan oleh perusahaan-perusahaan peralatan olahraga terkemuka seperti Adidas, Eddie Bauer, Under Armor  dan North Face.

food waste limbah makanan food waste limbah makanan

 

  1. Ampas dari minuman kopi

Rata-rata setiap orang meminum 2 cangkir kopi per hari yang berarti ampas kopi jumlahnya bertumpuk sehingga sebuah perusahaan dari Spanyol bernama Ecoalf menciptakan cara untuk mengubah ampas tersebut menjadi benang yang bisa dipakai untuk membuat pakaian. Ampas kopi dikumpulkan dari restoran-restoran  lalu dikeringkan dan minyak  diekstrak dari ampas tersebut dihaluskan sampai menjadi tepung halus.

Tepung halus inilah yang kemudian dicampurkan dengan poliester daur ulang yang akhirnya menghasilkan benang. Benang yang berasal dari limbah makanan tersebut bersifat lembut, ringan  dan bagian luarnya mempunyai sifat yang tahan air.

food waste limbah makanan food waste limbah makanan

Bagikan ini: