0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Sebuah laporan dari Mode Etik 2018 tentang pilihan mode etis menunjukkan desainer dari Pasifik sudah berada di posisi terdepan bagi konsumen di dalam berpakaian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Mode yang berkelanjutan dan etis didorong sebagai cara untuk meraih konsumen, dengan seruan untuk lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas dan berinvestasi didalam mode lambat, yang tentunya tidak pernah ketinggalan zaman dalam setiap desainnya. Mena.

 

Salah satu dosen senior AUT University yaitu Lisa McEwan mengatakan, sementara laporan-laporan ini adalah seruan yang baik bagi konsumen Selandia Baru namun ia khawatir konsumen dapat terbuai dari hasil tersebut karena mereka merasa aman yang salah bahwa semua busana etis adalah busana yang baik.

 

Mena memenuhi Syarat Pakaian yang Yang Berkelanjutan

Dia berpendapat bahwa konsumen perlu mengambil pendekatan proaktif dan mencari tiga hal jika mereka ingin memakai produk yang berkelanjutan yaitu :

 

  1. Membeli lebih sedikit tetapi membeli lebih baik. Membeli yang terbaik yang Anda mampu dan hanya mendapatkan beberapa item yang utama setiap tahunnya.

 

  1. Lihatlah selalu dibagian dalam garmen. Memeriksa lipatan dan jahitan adalah indikator yang cukup bagus untuk kualitas suatu barang. Jika terlihat kasar, pakaian tersebut mungkin tidak akan bertahan lebih dari beberapa kali pemakaian.

 

  1. Berbicaralah dengan orang-orang di toko tempat Anda membeli pakaian tentang filosofi pakaian mereka. Jika mereka benar-benar perusahaan yang peduli tentang bahan mereka dan kondisi di mana pakaian mereka diproduksi, hal tersebut akan menjadi jelas didalam cara mendeskripsikannya.

 

Direktur pemasaran dan ekspor MENA,  Agnes Loheni mengatakan ketiga hal tersebut diatas adalah sesuatu yang labelnya dan merek Pasifik lainnya sudah memenuhi dan melakukan ketiga syarat tersebut. “Kita tahu bahwa pelanggan yang membeli MENA, pakaian tersebut bertahan lama dan jika mereka tidak akan memakainya lagi, mereka umumnya akan memberikannya kepada orang lain.Kami tahu itu terjadi cukup banyak, jadi saya rasa pakaian kami jauh lebih panjang daripada rata-rata.”

 

Pakaian massal yang diproduksi pasar jelas menjadi perhatian, katanya jadi sangat mudah untuk membeli sesuatu hanya untuk satu musim dan membuangnya. Tetapi di mana kita berada dengan bisnis kita, adalah bahwa ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menciptakan produk kita  ,Loheni menjelaskan lebih lanjut.

 

“Dengan label kami dan sejumlah label Pasifik lainnya, kami membuat pakaian dengan fitur cetak, jadi banyak menggunakan tenaga kerja. Namun perusahaan  kami sangat kecil sehingga kami tidak benar-benar memproduksi massal dalam jumlah yang perusahaan lain melakukannya sehingga hal tersebut tercermin dalam harga. Itu mencerminkan nilai, itu mencerminkan apa yang kita pikirkan tentang Pasifik kita. “

 

Keunikan dari Pakaian Merk Mena

Mena didirikan di Samoa pada tahun 2002 dan  secara dramatis mengubah lanskap mode di sana. Pada tahun 2006, label ini diperluas ke Selandia Baru untuk membantu ekspansi mereka. Hari ini MENA telah melangkah maju dengan pertumbuhan yang terus meningkat di seluruh Pasifik Selatan.

 

Kemajuan tersebut tentunya tak lepas dari kerja keras dari Loheni dalam membesarkan mereknya sehingga banyak pelanggan yang mencintai merek tersebut. Ia bahkan mengatakan  banyak pelanggan MENA datang dan mengatakan bahwa mereka telah memberikan pakaian mereka kepada orang lain yang menyukainya, serta mengatakan bahwa mereka memakai pakaian tersebut selama bertahun-tahun terlebih dahulu. Hal unik lain yang menyebabkan desain Mena unik adalah setiap desain menceritakan sebuah kisah, warna, gaya dan perayaan berbagai kisah dari negeri Pasifik.

 

mena mena mena mena

Bagikan ini: