Menjaga alam Indonesia merupakan tugas bagi siapapun yang berada atau datang ke Indonesia. Meski bukan warga negara asli sekalipun tetap harus menjunjung pepatah “Di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung”. Pepatah ini tidak hanya berlaku di Indonesia, di mana pun kita berada hendaknya mengikuti dan menghormati tempat tersebut.
Keindahan alam Indonesia tak perlu lagi diragukan. Sudah banyak orang yang dibuat berdecak kagum melihat betapa indah dan kayanya alam negeri ini. Alam Indonesia begitu memanjakan mata, bagus, cantik, dan elok sehingga sangat sayang sekali jika dilewatkan begitu saja.
Setiap negara tentu memiliki keindahan dan pesona masing-masing. Banyak pula negara lain yang memiliki keindahan alam memikat, tetapi alam Indonesia seolah menawarkan pesona yang tak dapat kita jumpai di tempat lainnya. Rasanya alam Indonesia adalah paket komplet yang menyajikan berbagai macam keindahan seperti gunung, hutan, pantai, laut, pulau, bahkan keragaman penduduknya, dan masih banyak lagi.
Menjaga Alam Indonesia dan Kekayannya
Indonesia adalah negara berbentuk Republik yang berada di Asia Tenggara. Negara dengan julukan “Zamrud Khatulistiwa” ini secara geografis terletak di garis khatulistiwa dan jika dilihat dari angkasa akan tampak gugusan kepulauan Indonesia yang hijau, indah menyejukkan mata layaknya batu Zamrud. Itulah bagaimana negara ini mendapat julukan tersebut.
Indonesia dikenal akan kekayaan alamnya dan banyak tempat-tempat indah yang dapat dijumpai di sana. Keindahan alamnya membentang dari ujung timur sampai ke barat, dari Sumatera hingga Papua. Indonesia memiliki beragam sumber daya alam, juga kaya akan keanekaragaman hayati.
Berbagai macam sumber daya alam berupa minyak bumi, timah, gas alam, batu bara, tanah subur, kayu, bauksit, emas, nikel, dan perak dengan mudah ditemui di Indonesia. Negara ini terdiri dari 62% hutan dan daerah berhutan, 10% tanah pertanian, 7% perkebunan, 7% padang rumput, dan sebesar 14% lainnya merupakan lahan irigasi seluas 45.970 km.
Indonesia memiliki luas wilayah yang terbilang besar, iklim tropis yang dipunyai dan letak geografis kepulauan mendukung tingginya tingkat keanekaragaman hayati di negara ini. Ragam flora dan fauna yang terdapat di Indonesia merupakan campuran spesies Asia dan Australasia.
Dahulu kala pulau-pulau Paparan Sunda seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali masih terkait dengan daratan Asia dan memiliki kekayaan fauna Asia. Di sana harimau Sumatera, badak, orangutan, gajah Asia, dan macan tutul pernah melimpah hingga timur Bali, tetapi amat disayangkan bahwa kini jumlah dan distribusinya telah berkurang secara drastis. Spesies Asia sebagian besar bermukim di Sumatera dan Kalimantan, sedangkan Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku mengembangkan flora dan fauna unik mereka sendiri. Papua yang merupakan bagian dari daratan Australia menjadi rumah bagi flora dan fauna unik yang terkait erat dengan Australia, termasuk lebih dari 600 spesies burung.
Tak sampai di situ, Indonesia pun kaya akan ekosistem laut dan pesisir, termasuk pantai, bukit pasir, muara, bakau, terumbu karang, padang lamun, dataran pantai, dataran pasang surut, kebun alga, dan ekosistem pulau kecil. Sepanjang 80.000 km garis pantai Indonesia dikelilingi oleh laut tropis yang turut berkontribusi terhadap tingginya tingkat keanekaragaman hayati negara ini.
Indonesia terkenal dengan keragaman ikan terumbu karang terbesar di dunia. Ini menjadikannya salah satu negara Segitiga Karang dengan kepemilikan lebih dari 1.650 spesies. Itu pun baru jumlah di Indonesia bagian timur saja. Bayangkan, betapa kayanya alam negeri ini.
Menjaga Alam Indonesia Tugas Setiap Individu
Kondisi lingkungan di Indonesia terbilang cukup memprihatinkan. Dengan kekayaan alam yang begitu melimpah, sayangnya tak sejalan dengan kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan mereka.
Berbagai isu lingkungan seperti deforestasi, perburuan liar, polusi dan lainnya terus menghantui negeri Zamrud Khatulistiwa ini. Berlarut-larutnya isu dan masalah-masalah tersebut kian mengancam eksistensi keindahan dan kekayaan alam yang dimiliki. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi wilayah lain di berbagai belahan dunia pun ikut merasakannya.
Pernahkah Anda mendengar pepatah, “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga?” Indonesia adalah bagian dari dunia, jika satu titik dunia rusak, maka terpengaruhlah seluruh isi dunia. Itulah mengapa sangat penting menjaga alam di manapun kita berada, termasuk menjaga alam Indonesia.



