0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Pada tahun 2013, pengusaha yang berasal dari Rusia yaitu Evgeniya Khromina pindah ke Nairobi, Kenya untuk mendirikan Panâh yaitu sebuah rumah produksi mode yang berskala internasional dan mewah. Khromina dan co-founder-nya, perancang busana dari Persia, Morteza Saifi, sebelumnya tinggal di New York yang merupakan salah satu ibu kota mode di urutan empat besar dunia.

 

Saifi telah bekerja dengan beberapa merek terkemuka dunia selama lebih dari dua puluh tahun dan ingin mencari tantangan lain yang akan menciptakan peluang sosial bagi orang-orang di sekitarnya.

 

Kecenderungan masyarakat yang lebih memperhatikan etika semakin di perhatikan di America dan mereka mulai mencari di beberapa tempat di dunia untuk memulai bisnis pakaian tersebut. Haiti dan Bolivia adalah beberapa negara yang telah di rencanakan untuk mendirikan rumah produksi busana etis dan akhirnya memutuskan untuk membuka di Afrika Timur.  Lokasinya menakjubkan karena berada di sepanjang Samudra Hindia yang membuat pengiriman lebih mudah, banyak tenaga kerja dan memiliki konsumen aspiratif dengan pendapatan tinggi.

 

Panâh dan Daftar Pelanggan Tingkat Internasional

Merek ini merupakan rumah produksi yang  menyediakan desain dan pengembangan produk, sumber, dan layanan manufaktur untuk merek fashion Afrika global dan merek lain yang sedang berkembang. Kliennya termasuk Edun, label yang dimulai oleh frontman U2 Bono dan istrinya Ali Hewson; Merek Swedia Elsa and Me, Lemlem, didirikan oleh model Ethiopia Liya Kebede dan merek mewah Afrika Mille Collines, Adèle Dejak, dan Katungulu Mwendwa.

 

Pasangan suami-istri ini, Morteza Saifi dan Evgeniya Khromina berkomitmen seperti label yang dilayaninya dengan misi sosial mereka yaitu untuk mempekerjakan dan memperbaiki kehidupan pemuda dan wanita yang kurang mampu di Kenya. Perusahaan ini menekankan pada transparansi terhadap proses pembuatan juga keselamatan pegawai  di dalam memproduksi pakaian. Hal tersebut penting terutama di tengah tragedi seperti runtuhnya gedung Rana Plaza Bangladesh pada tahun 2013.

 

Panâh dan Misi Peduli Terhadap Lingkungan

Bagi mereka, produksi etis berarti memberikan ruang yang aman untuk stafnya, membayar mereka diatas upah minimum, menyediakan sarapan gratis dan makan siang, dan menawarkan peluang pengembangan pelatihan dan keterampilan. Bahan bakunya juga harus bersumber dari bahan yang berkelanjutan dan ditangani dengan cara yang tidak membahayakan lingkungan.

 

Menjalankan bisnis yang berkelanjutan sambil menerapkan standar ini, bagaimanapun, datang dengan biaya tambahan. Khromina berkata bahwa “Jelas kami tidak datang ke sini mencari keuntungan cepat. Kami datang ke sini untuk mengejar mimpi yang lebih besar – untuk menciptakan pabrik yang bermanfaat bagi para pekerja di mana mereka akan mendapatkan keterampilan dan mendapatkan gaji mereka. Seluruh dunia mengakui bahwa Afrika tidak memerlukan perlakuan khusus atau subsidi, Afrika membutuhkan peluang. ”

 

Namun menjalankan bisnis itu menantang dengan sebagian besar tanggung jawab manajemen jatuh di pundak Khromina dan Saifi. Datang dari ritme dan budaya  yang sangat berbeda, yaitu New York, duo ini berjuang untuk masuk ke dalam lingkungan bisnis Kenya.  Pertama mereka harus menunggu sampai setelah pemilihan Maret 2013 untuk mendirikan bisnis. Kemudian ketika mereka pindah ke Kenya, mereka berasumsi akan memakan waktu dua hingga tiga bulan untuk mulai beroperasi tetapi tertunda sehingga akhirnya butuh waktu enam bulan.

 

Rencana jangka panjang, Panâh berharap untuk memperluas portofolio kliennya, dengan meningkatnya selera untuk layanannya di antara merek lokal dan internasional. Tetapi visi yang lebih besar adalah memulai jalur mode ini mereka bercita-cita  untuk memproduksi desain dan produk mereka sendiri di Panah dan dijual secara internasional.

 

Panah Panah Panah Panah Panah

Bagikan ini:
error: Content is protected !!