Iwan Fals adalah seorang penyanyi beraliran balada, pop, rock ,dan country yang terkenal di tahun 1970-an sampai saat ini. Pria bernama asli Virgiawan Listanto ini lahir di Jakarta, 3 September 1961 dari pasangan Lies Suudijah dan Kolonel Anumerta Sucipto yang merupakan anak petinggi Pabrik Gula Kalibagor, Jawa Tengah.
Penyanyi legendaris ini sempat aktif dalam kegiatan olah raga khususnya pada seni bela diri Jepang yaitu Karate. Ia pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional 1988 dan Juara IV Karate Tingkat Nasional pada tahun 1989.
Pada saat menempuh pendidikan di STP (Sekolah Tinggi Publisistik), Iwan sempat masuk Pelatnas (pemusatan latihan nasional) dan melatih Karate di kampusnya. Tidak hanya itu saja, Iwan juga sempat bekerja sebagai penulis artikel di beberapa tabloid dan majalah olah raga.
Masa kecilnya, Ia habiskan di Bandung dan juga pernah tinggal di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya semakin terasah pada saat umur 13 tahun. Untuk melatih kemampuannya bergitar dan menciptakan lagu Ia memutuskan untuk menjadi pengamen jalanan di kota Bandung.
Kemudian, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Namun album yang dibuat gagal di pasaran. Setelah 5 albumnya tidak laku dipasaran, Iwan memutuskan untuk bekerja sama dengan Musica Studio. Di Musica Studio, Iwan mendapat perhatian dari banyak penikmat musik. Semenjak saat itu karir Iwan mulai menanjak.
Lagu yang sering Ia bawakan adalah lagu-lagu yang mengandung unsur pergerakan rezim orde baru. Namun belakangan ini Iwan tidak lagi membahas soal politik dalam lagu-lagunya, kini Ia lebih memfokuskan lagu-lagu yang bertema lingkungan hidup.
Beberapa tahun belakangan ini, Iwan juga terlihat lebih religius dan fokus terhadap kerusakan lingkungan. Ia juga sudah tidak memerlukan stadion yang besar untuk mengadakan pertunjukkan musiknya. Kini, Iwan malah lebih sering melakukan kunjungan ke pesantren-pesantren untuk bernyanyi, lalu diselingi dengan pemberian kajian rohani, dan di akhiri dengan penanaman pohon di area pesantren.
Sikap kesederhanaan yang Iwan tampilkan selalu menjadi panutan bagi para penggemar yang tersebar di seluruh Nusantara. Selain itu Iwan selalu menyuarakan tentang gerakan peduli lingkungan pada setiap penampilannya.
Setiap mengadakan konser, Iwan mengajak penonton sekaligus penggemarnya untuk selalu membersihkan sampah setelah selesai acara konser selesai. Iwan juga selalu meminta panitia acara untuk selalu menyiapkan kantung sampah di setiap sudut agar setiap penonton memunguti sampah yang ditemukan di sekitarnya.
Para penonton Iwan juga tidak ada yang keberatan akan hal tersebut, mereka malah tidak ragu untuk menunjukkan sampah yang mereka pungut di tempat mereka berdiri.
Ketika di Lampung, Ia juga membuat konser dengan tema “Jaga Bumi”, dalam konser ini Iwan banyak berpesan agar kita harus selalu menjaga bumi dan selalu menjaga alamnya.
Tidak hanya itu saja Iwan juga sering melakukan kunjungan dari kampus ke kampus hanya untuk melakukan gerakan peduli terhadap lingkungan dengan melakukan penanaman dan merawat pohon yang ada di sekitar kampus setempat.
Dengan menerapkan gerakan peduli lingkungan di kampus-kampus, Iwan berharap terciptanya generasi muda yang menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar, karena peranan mereka sangat besar pengaruhnya terhadap keberlangsungan lingkungan di masa yang akan datang.
Tidak hanya generasi muda, Iwan juga pernah mengajak Agus Sutomopara, (Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI) berserta sejumlah personil TNI lainnya untuk melakukan kegiatan pemungutan sampah di sepanjang Sungai Ciliwung. Para penggemar Iwan yang tergabung pada komunitas yang bernama OI (Orang Indonesia) juga ikut serta dalam kegiatan ini.
Selain giat dengan aksi peduli lingkungan di lingkungan masyarakat, Iwan juga peduli lingkungan di sekitar rumahnya dengan melakukan penanaman pohon secara rutin.
Jika bumi tidak dirawat dengan baik, maka ada masalah dengan logika, etika dan estetika kita. Menjaga bumi sebagai tindakan, bukan untuk sewenang-wenang sehingga malah merusak bumi dan isinya. Iwan Fals mengatakan, kita umat manusia juga bukan hanya hidup untuk hari ini saja tapi untuk keberlangsungan hidup generasi masa mendatang.


