0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“There is a quiet kind of magic in meeting the same hearts in different places, again and again, as if distance never mattered.”

 

Chloe menguap lebar, meregangkan tangannya sebelum mengusap matanya yang nyaris tertutup. Ia mengerjapkan mata ke arah cahaya keemasan yang mulai merayap di tepian balkon lalu menoleh ke wadah plastic berisi mango sticky rice, a little gift dari bapak receptionist tadi.

 

Tanpa ragu, ia membuka tutupnya. Seketika, aroma mangga matang yang manis berpadu dengan hangatnya ketan dan santan memenuhi udara. Ia mengambil sepotong, menggigit perlahan dan membiarkan rasanya melebur di lidahnya, sementara kelopak matanya semakin berat.

 

“Mama,” suaranya terdengar semakin pelan. “So delicious…” Saya tersenyum, melihatnya berusaha melawan kantuk yang perlahan menariknya. Tak butuh waktu lama, kunyahannya melambat dan tangannya terkulai di samping wadah plastic yang kini hampir kosong.

 

Dengan lembut, saya membimbingnya ke tempat tidur dan membiarkannya hanyut sejenak dalam dunia mimpi. Sementara itu, saya merapikan koper karena sebentar lagi, kami harus menyeberang jalan untuk loading barang. Chloe pasti akan bersemangat begitu tahu Tante Patsy ada di sana.

Sudah berkali-kali Chloe bertemu Tante Patsy di berbagai tradeshow, mulai dari Hong Kong hingga kini di Hat Yai. Setiap pertemuan selalu sama, langkah kecilnya yang berlari menghampiri dengan wajah yang berbinar, dan pelukan erat seolah menyambut keluarga yang telah lama terpisah waktu.

 

Saat Chloe terbangun, matanya berbinar ketika saya menyebut nama Tante Patsy. “Really? Tante Patsy juga ada booth di sini?” suaranya penuh harap. “Semoga booth Mama bersebelahan dengan Tante Patsy.” Ia menangkupkan tangan dalam doa kecil yang tulus.

 

Lalu, seperti matahari yang perlahan terjaga dari peraduannya, Chloe melompat turun, bergegas membasuh muka dan mengenakan sepatu. Kantuk yang tadi menyelimutinya telah luruh, berganti dengan kilau semangat yang tumbuh, melesat lebih tinggi dari langkah-langkah kecilnya.

 

“True connections aren’t defined by time or words, but by reunions that feel like home, no matter where we are.”

Part 14.

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!