0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Steve Irwin dikenal sebagai Pemburu Buaya, lahir pada tanggal 22 Februari 1962, Essendon di Australia. Steve menciptakan peningkatan kesadaran dan pemahaman bagi banyak makhluk yang kelihatannya kurang disukai salah satunya adalah buaya.

 

Program televisinya yang sangat populer dan karyanya di tempat yang sekarang dikenal sebagai Kebun Binatang Australia telah banyak mempromosikan konservasi hewan dan habitat. Kematiannya yang tiba-tiba pada tanggal 4  September 4 di Batt Reef, Australia mengejutkan dunia, tetapi visi lingkungannya diteruskan oleh keluarga dan teman-temannya.

 

Masa kecil dari Steve Irwin

Sewaktu kecil, orang tuanya memindahkan keluarga mereka ke Beerwah, Queensland, dan membuka Taman Reptil Beerwah pada tahun 1970. Ia tumbuh dengan mencintai semua satwa liar, terutama reptil.  Steve mampu menangkap ular berbisa pertamanya pada usia enam tahun dan sering datang terlambat ke sekolah karena sering berhenti untuk menyelamatkan binatang setelah ia mampu meyakinkan ibunya untuk menepi sehingga dia bisa menyelamatkan binatang seperti kadal dari jalan.

 

Pada saat ia berusia sembilan tahun, Steve membantu menangkap buaya-buaya kecil yang bermasalah yang berkeliaran di atas landai kapal. Cara ia menangkapnya adalah dengan melompat ke atas mereka di dalam air dan menggulungnya kembali ke dalam sampan. Dia selalu memiliki indra keenam yang unik ketika datang ke satwa liar dan menghabiskan hidupnya untuk mengasah keterampilan tersebut.

 

Pada tahun 1980, taman margasatwa itu dinamai ulang  sebagai Taman Reptil dan Fauna Queensland. Tempat tersebut adalah rumah Steve dan tempat yang paling dicintainya. Di sini ia bekerja berjam-jam dengan pasangan terbaiknya, Wes Mannion, merawat satwa liar dan memelihara lahan di sekitarnya.

 

Kecintaan Steve Irwin Terhadap Buaya

Ketika kecintaan Steve terhadap buaya tumbuh, ia menghabiskan berbulan-bulan tinggal di daerah paling terpencil di Far North Queensland untuk menangkap buaya bermasalah bagi pemerintah Queensland. Dia melakukan semua ini dengan anjing kecilnya yang bernama Sui. Steve mengembangkan teknik penangkapan dan manajemen buaya yang sekarang digunakan terhadap buaya di seluruh dunia.

 

Steve mengambil alih pengelolaan taman pada 4 Oktober 1991. Dua hari kemudian, dia bertemu Terri Raines, seorang turis yang berkunjung ke tempat tersebut. Pada 4 Juni 1992, mereka memutuskan untuk menikah di Eugene, Oregon. Alih-alih berbulan madu, pasangan ini memulai syuting film dokumenter satwa liar sambil merelokasi buaya bermasalah di Far North Queensland. Acara itu begitu sukses sehingga berubah menjadi seri dan dari situlah kisah serial tv The Crocodile Hunter lahir. Serial TV tersebut menjadi film dokumenter satwa liar yang disiarkan secara internasional, yang Steve selenggarakan bersama istri tercintanya, Terri.

 

Steve dan Terri bekerja tanpa lelah untuk meningkatkan dan memperluas taman margasatwa yang mereka miliki. Dengan menamainya ‘Kebun Binatang Australia’ pada tahun 1998, visi mereka untuk menjadikannya kebun binatang terbaik dunia mulai membuahkan hasil. Pesan Steve tentang “Konservasi melalui pendidikan yang mengasyikkan” dicapai setiap hari di kebun binatang tersebut.

 

Steve menghargai setiap kesempatan untuk berbagi cintanya pada satwa liar dengan anak-anaknya  yaitu Bindi dan Robert. Dia menanamkan dalam diri mereka bahwa adalah sebuah kebutuhan untuk memperlakukan setiap makhluk hidup dengan kebaikan. Steve sangat bangga dengan anak-anaknya dan sering berkata bahwa dia berharap itu untuk menjadi ayah yang baik untuk kedua anak-anaknya.

 

Pada Juli 2006, Steve dan Terri menyusun rencana bisnis sepuluh tahun untuk kebun binatang kesayangan mereka. Namun tragisnya, Steve meninggal dua bulan kemudian. Keluarganya yang bersemangat terus berusaha untuk mencapai semua tujuan yang ingin dicapai Steve Irwin dan  tetap mengembangkan kebun binatang Australia tersebut.

 

steve irwin steve irwin steve irwin steve irwin steve irwin steve irwin

Bagikan ini:
error: Content is protected !!