0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Sungai didih di Amazon adalah sungai yang memiliki aliran air panas hingga membuatnya mendidih. Layaknya air yang direbus hingga mendidih, apapun yang jatuh ke dalamnya akan mati terebus. Sungai ini menjadi langka karena secara teori ilmu pengetahuan sungai seperti itu mustahil ditemukan.

 

Meski begitu, kenyataan lain ditemukan di pedalaman Hutan Amazon di Mayantuyacu, Peru. Di sanalah fenomena alam berupa sungai mendidih yang dinilai ajaib berada. Sungai itu telah menjadi legenda di Peru, namun orang luar sering kali menyangsikan keberadaannya.

Hutan Amazon memiliki luas mencapai 5,5 juta km persegi, sehingga dinobatkan sebagai salah satu hutan terluas di dunia. Hutan ini mencakup 9 negara Amerika Latin, yaitu Brazil, Colombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis. Beberapa wilayah Amazon belum terjamah oleh manusia karena saking luasnya hutan ini.

 

Di dalam wilayah Amazon yang belum terjamah terdapat Sungai Shanay-timpishka di Peru. Nama itu memiliki arti “direbus dengan matahari”. Sungai tersebut juga dijuluki The Boiling River a.k.a. sungai yang mendidih. Sungai ini berada di kawasan Mayantuyacu, dekat kota Pucallpa, Peru. Jaraknya 1 jam naik pesawat dari ibu kota negara Peru, Lima.

 

Sungai Didih di Amazon Benar-benar Ada di Dunia

Para ilmuwan yang mendengar kabar adanya sungai yang mendidih di Hutan Amazon kemungkinan besar tidak akan memercayainya. Peneliti ilmu kebumian bernama Andres Ruzo juga tidak percaya dengan kabar tersebut.

 

Ia memiliki pendapat yang sama, untuk mendidihkan sungai butuh kekuatan panas bumi yang sangat besar, bahkan walau hanya sungai berukuran kecil. Semakin diperkuat dengan fakta cekungan Amazon berada 400 mil (645 km) jauhnya dari gunung berapi aktif terdekat sehingga tidak mungkin ada sungai yang mendidih.

 

Ruzo sudah sering mendengar tentang legenda Sungai Shanay-timpishka, bermula dari cerita kakeknya. Berdasarkan cerita kakeknya, ratusan tahun lalu tentara spanyol mengabarkan tentang pengalaman yang menyeramkan sepulang dari Sungai Amazon untuk mencari emas. Para tentara itu bercerita tentang keberadaan air yang beracun, orang yang memakan ular, dan sungai yang mendidih di pedalaman Sungai Amazon.

 

Pertamanya Ruzo tidak ambil pusing soal cerita itu. Ia menganggap itu hanyalah sebuah legenda belaka hingga dua belas tahun kemudian Ruzo mendengar kisah yang sama dari bibinya. Bibinya mengatakan bahwa ia melihat dengan mata kepalanya sendiri ada sungai yang mendidih. Mendengar kesaksian itu Ruzo mulai tergelitik untuk ikut membuktikan kebenarannya.

 

Ruzo pun memutuskan untuk menyelidiki sendiri keberadaan sungai yang mendidih untuk menjawab rasa penasarannya. Pada tahun 2011, Ruzo benar-benar melakukan pendakian gunung ditemani bibinya dan ilmuwan muda itu pun terkejut dengan apa yang dijumpainya. Benar saja, sungai itu nyata adanya dan memang hampir mencapai suhu didih, bukan sekadar sungai dengan air hangat. Sungai sepanjang 4 mil itu memiliki lebar 25 meter dan kedalaman 6 m.

 

Orang-orang Ashaninka, penduduk sekitar sungai, biasa menggunakan air di sungai yang mendidih untuk penyembuhan dari panas bumi di Mayantuyacu. Air di sungai ini sangat panas sehingga bisa dipakai untuk menyeduh teh dan di bagian lain sungai airnya lebih mendidih. Jika tangan kita dicelupkan ke dalam air itu, kita dapat mengalami luka bakar tingkat tiga dalam waktu kurang dari setengah detik. Tercebur ke dalam air, dapat terbunuh dengan cepat.

 

Belum diketahui pasti bagaimana fenomena alam tersebut terjadi. Dugaan Ruzo adalah sama halnya dengan darah yang mengalir melalui pembuluh vena dan arteri, bumi memiliki air panas yang mengalir melalui retakan dan patahan. Dalam kasus ini sungai yang mendidih menjadi manifestasi panas bumi yang diberikan oleh arteri bumi yang muncul ke permukaan. Bentuk lain manifestasi panas bumi adalah fumarol dan sumber air panas.

 

Usaha Pelestarian Sungai Didih di Amazon

Sekembalinya Ruzo dari perjalanan, ia menulis buku berjudul “The Boiling River: Adventure and Discovery in the Amazon”. Buku ini bercerita tentang petualangan dan pengalaman Ruzo menjelajahi Hutan Amazon. Lewat buku itu Ruzo berusaha memberi memberi bukti pada dunia bahwa sungai didih bukan hanya isapan jempol semata. Sungai itu nyata dan perlu dilestarikan keberadaannya karena merupakan sesuatu yang sangat langka di dunia.

 

Ruzo kemudian membentuk organisasi The Boiling River. Mereka menggalang donasi yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan Sungai The Boiling River. Tujuan jangka pendek Ruzo adalah agar sungai itu dinyatakan sebagai monumen nasional Peru dan melindungi hutan sekitarnya. Ia yakin bahwa penebangan liar yang terjadi disekitarnya sangat mengancam keajaiban alam tersebut.

 

Dengan bukunya, Ruzo berharap dapat membuka mata dunia pada ancaman tersebut. Keajaiban alam itu tidak akan berumur panjang jika kita tidak melakukan sesuatu untuk melestarikannya. Dengan menjaga wilayah sekitarnya tetap liar dan tak terjamah, generasi-generasi mendatang akan bisa menikmati pesona sungai didih di Amazon juga.

 

The Boiling River in Amazon sungai didih di Amazon The Boiling River in Amazon sungai didih di Amazon The Boiling River in Amazon sungai didih di Amazon The Boiling River in Amazon sungai didih di Amazon

Bagikan ini:
error: Content is protected !!