0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Batu berdering di Pennsylvania alias batu sonorous atau batu lithoponic adalah batu yang beresonansi seperti bel ketika dipukul. Batu ini tersebar di beberapa tempat, seperti Ringing Rock Park, di Upper Black Eddy, Bucks County, Pennsylvania; Ringing Rocks Kiandra, New South Wales; dan Bell Rock Range di Western Australia. Batu ini bisa juga digunakan untuk instrumen musikal idiophonic, jenisnya disebut lithopones.

 

Salah satu tempat batu ini berada adalah di Pennsylvania, Amerika Serikat. Bongkahan bebatuan berkumpul menjadi tumpukan bebatuan yang unik. Batu-batu tersebut tersebar dari tujuh sampai delapan hektare dan menghasilkan dentang suara metalik yang khas bila dipukul dengan palu atau sebuah batu. Bongkahan bebatuan itu telah diketahui penduduk asli Amerika selama berabad-abad, lalu dilanjutkan pada orang-orang kulit putih pertama di pertengahan 1700-an.

 

Bebatuan itu menghasilkan suara yang mengejutkan hingga mampu membuat bertanya-tanya apakah benda yang mengeluarkan bunyi itu benar-benar batu sungguhan. Mereka bersuara nyaring dan menggema. Para ilmuwan pun dibuat bingung oleh fenomena aneh tersebut.

 

Ada lebih dari lusinan bongkahan batu berdering yang teridentifikasi di area Pennsylvania atau New Jersey, tetapi mayoritas dari mereka menjadi properti pribadi atau dilenyapkan oleh pengembangan perkotaan. Beberapa situs batu ini di Pennsylvania utara yang dapat langsung diakses publik adalah Ringing Rocks County Park, Ringing Hill Park, Stony Garden.

 

Ilmuwan yang Meneliti Batu Berdering di Pennsylvania

Selama bertahun-tahun para ilmuwan dan ahli geologi berusaha mencari tahu dan beberapa percobaan telah dilakukan pada bebatuan tersebut. Namun, sayangnya belum ada satu pun dari mereka yang bisa memberikan teori kredibel mengenai kemampuan berdering dari batu atau bagaimana batu-batu itu bisa terbentuk.

 

Seorang ahli mineral dan botani bernama Edgar T. Wherry (1885-1982) menjadi tertarik dengan batu berdering saat mengajar di Lehigh University. Dari hasil penelitiannya, ia memberikan teori bahwa dering itu tercipta karena tekstur batuan diabase (dolerit) dan didukung oleh batuan lain. Ia mengidentifikasi batuan itu sebagai tipe felsenmeer (batu laut).

 

Pada pertemuan tahunan ke-13 yang diadakan Bucks Historical Society di bulan Juni 1900, Charles Laubach yang merupakan ahli geologi dan naturalis lokal terkenal mendeskripsikan geologi dari ambang “perangkap” diabase dengan menjadikan situs-situs seperti Bridgeton, Stony Garden, dan lain-lain sebagai referensinya.

 

Bebatuan aneh ini telah menarik perhatian banyak orang, bahkan seorang industrialis lokal dan wali dari Franklin & Marshall College bernama Benjamin Franklin Fackenthal (1851–1941). Ia memang bukan ahli geologi profesional, tetapi ketertarikannya pada fenomena batu berdering membuatnya melakukan pengamatan ekstensif di semua ladang batu.

 

Richard Faas, ahli geologi dari Lafayette College melakukan penelitian pada tahun 1965 dengan membawa beberapa batu ke laboratorium untuk diuji. Dari penelitiannya ditemukan bahwa ketika batu-batu itu dipukul, mereka menciptakan serangkaian nada pada frekuensi yang lebih rendah daripada suara yang bisa didengar telinga manusia. Nada-nada dari bebatuan yang dapat didengar hanya dihasilkan karena adanya interaksi satu sama lain.

 

Meski sifat nada berhasil dijelaskan oleh Faas, tetapi ia tetap tidak bisa mengidentifikasi mekanisme fisik tertentu dalam batu yang membuatnya istimewa. Layaknya batu pada umumnya, bebatuan itu juga terbuat dari bahan vulkanis yang disebut diabase, terdiri dari besi dan mineral keras lainnya. Namun, ada komposisi lain yang membuat bebatuan ini berbeda.

 

Keanehan Batu Berdering di Pennsylvania

Keberadaan batu berdering telah menciptakan kontroversi besar mengenai asal muasal bunyi dering yang dihasilkan bebatuan tersebut. Ukuran, bentuk, dan cara batu-batu itu ditumpuk tentu mempengaruhi suara yang dibuat, tapi bukan dengan alasan itu sebuah batu bisa memiliki kemampuan dering.

 

Beberapa ilmuwan percaya bahwa ada lapisan tertentu di dalam batu yang menyebabkan mereka dapat berdering nyaring. Beberapa lainnya meyakini adanya reaksi stres dalam batuan tersebut sehingga memicu munculnya suara berdering.

 

Sebagian besar tumpukan batu itu diidentifikasi sebagai hasil dari longsoran gunung yang hancur. Tetapi, anehnya batu-batu itu berada di atas bukit, bukan di bawah lereng gunung. Artinya, bebatuan tersebut bukan berasal dari tanah longsor dan tidak ada bukti yang mengarah ke gletser.

 

Selain itu, keanehan lain dari batu ini adalah hampir tidak ada vegetasi atau tanaman yang hidup di area sekitarnya. Bahkan tidak nampak serangga yang hidup di daerah bebatuan itu. Tempat tersebut memiliki kedalaman 10 kaki, suhunya lebih panas dari hutan di sekitarnya dan tidak banyak bahan makanan atau tempat bernaung yang bisa disinggahi.

 

Masih banyak lagi keunikan dari tempat ini yang sulit dipahami ilmuwan sekalipun. Pesona bebatuan ini mampu menarik ribuan wisatawan setiap tahun yang tidak pernah bosan untuk memukul-mukul batu tersebut, bahkan ada yang sampai menemukan cara untuk memainkan batu-batu tersebut sebagai alat musik.

 

Semakin banyak orang yang mengunjungi tempat ini, semakin besar pula tantangan untuk menjaga kelestariannya. Kesadaran lingkungkan dari setiap individu akan sangat membantu upaya melestarikan lokasi batu berdering di Pennsylvania ini.

 

Ringing Rocks in Pennsylvania Batu Berdering di Pennsylvania Ringing Rocks in Pennsylvania Batu Berdering di Pennsylvania Ringing Rocks in Pennsylvania Batu Berdering di Pennsylvania Ringing Rocks in Pennsylvania Batu Berdering di Pennsylvania Ringing Rocks in Pennsylvania Batu Berdering di Pennsylvania

Bagikan ini: