0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Elizabeth Suda  berasal dari New York adalah pemilik merek article22 yaitu perhiasan ramah lingkungan yang berasal dari limbah bekas bom yang tidak aktif di Laos. Selama bertahun-tahun ia mempunyai pertanyaan yang belum terjawab yaitu ingin menjawab pertanyaan sederhana yaitu  “bagaimana dan oleh siapa barang yang kita konsumsi dibuat?”

 

Setelah dua tahun bekerja di Departemen Merchandising di perusahaan merek mewah Coach, dia lalu mengemasi tasnya dan melakukan perjalanan ke Laos. Dia tidak mempunyai rencana apa yang akan di lakukan disana tetapi ia tetap siap. Setibanya di Vientiane dia mulai mempelajari bisnis tekstil lokal yang dilakukan oleh wanita disana.

 

Perjalanan Karir dari Elizabeth Suda

Ia merupakan lulusan dari jurusan Sejarah di Williams College dan Universitas Oxford sehingga ia merasa tertipu oleh kurangnya kesadarannya akan Perang di Laos pada tahun 1963-1974 yang meninggalkan warisan 80 juta bom yang tidak aktif.

 

Dia berada di Laos dalam sebuah misi untuk memahami bagaimana kerajinan lokal dan berkelanjutan yang dibuat oleh perempuan dapat dihubungkan ke pasar mode global. Menyadari bahwa desain pasar adalah kendala utama pada pengrajin, ia mendirikan ARTICLE 22 ketika ia bertemu pengrajin di desa yang melelehkan bom AS menjadi sendok.

Setelah 6 bulan tinggal di Laos, ia dipekerjakan sebagai konsultan untuk LSM Swiss, Helvetas untuk tugas penelitian tekstil di empat desa pertanian pedesaan di utara Laos. Di salah satu desa tempatnya bekerja, ia memperhatikan para penduduk lokal membuat sendok. Mereka para kaum wanita tersebut membuat sendok yang sama dengan yang ia makan sarapan sup mie pagi itu. Ia lalu berbicara dengan para pengrajin dan melihat lebih dekat tumpukan logam bekas yang meleleh berisi pecahan bom dari bom AS yang bertuliskan “Rocket mortar”.

 

Elizabeth Suda dan Titik Balik Kenapa Peduli Terhadap Lingkungan

Ia lalu tertegun. Pada dasarnya, ia memiliki ide untuk membuat gelang yang akan menceritakan kisah para pengrajin, Perang Rahasia di Laos, dan memungkinkan ia membeli kembali bom-bom itu sebagai perhiasan perdagangan yang adil.

 

Ia sebelumnya tidak tahu bahwa Laos dianggap sebagai negara yang paling banyak dibom per kapita dalam sejarah, dan, warisan perang klandestin yang meninggalkan Laos dengan lebih dari 80 juta bom yang tidak meledak (yang mana lebih dari 1% yang dibersihkan saat ini). Ia Sangat terkesan dengan ketangguhan dan kecerdikan mereka, dan ia ingin  mengambil inovasi lokal mereka ke tingkat yang lebih global sambil juga membantu meningkatkan kesadaran dan dana untuk MAG (Kelompok Pertambangan Tambang) agar bisa membersihkan sebagian dari 80 juta bom yang tidak meledak tersebut.

 

Di Desa Naphia di mana basis dari semua komponen aluminium dari perhiasan tersebut dibuat,  Suda membayar pengrajin 7x dari harga lokal sendok. Untuk pekerjaan paruh waktu, mereka mendapatkan rata-rata, 5x upah per jam dari standar minimum lokal. Yang penting, mereka telah membangun rantai pasokan yang, jika mungkin, berbasis rumah dan mendukung cara hidup dan budaya setempat.

 

Selain itu ia juga menciptakan gelang Peacebomb dengan ide untuk membeli kembali bom-bom yang tidak terpakai tersebut. Sejak itu, Article22 telah berkembang menjadi bisnis global dan menjual koleksi perhiasan kepada pelanggan di 40 negara termasuk model Angela Lindvall, Emma Watson dan aktris Olivia Wilde.

 

Perhiasan tersebut memberikan pemasukan tambahan bagi para penduduk lokal dan dengan banyaknya pilihan, kondisi kehidupan penduduk lokal menjadi semakin membaik. Elizabeth Suda dengan niatnya yang peduli terhadap lingkungan telah memberikan inspirasi bagi kita semua agar juga semakin peduli terhadap lingkungan dan dampak sosial setiap produk yang kita gunakan.

 

elizabeth suda elizabeth suda elizabeth suda

Bagikan ini: