0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“He who knows that enough is enough will always have enough.”

Lao Tzu

“Dan, kamu ternyata melewati  apartment saya, tolong berhenti semenit yah . Saya ingin refill termos kamu,  ada banyak pilihan Indonesian tea yang enak, kalian pasti suka.”

Your wish is my command.” Daniel tertawa kecil dan memperlambat mobil saat memasuki tempat parkir.

“Okay tunggu sebentar, saya akan lari secepat mungkin.”

“Tidak usah lari, nanti jatuh “ George mencoba memperingatkan dengan nada khawatir.

“Saya sudah lama kenal Sarah, dia  memang tidak bisa jalan lambat, mungkin memang ada roda di kakinya.” Daniel tertawa terbahak-bahak.

“Kamu tidak dapat warm tea kalau masih teasing saya, Dan.” Ikut tertawa kecil.

“Harus dapat itu kan pakai termos saya, jadi ….”

Sebelum Daniel melanjutkan kalimatnya, saya sudah berlari kecil dan menghilang ke dalam gedung bertingkat.

Hey Fred, you alright ?” Nada penuh semangat dan melambaikan tangan saat melewati security apartment.

Good afternon Sarah, have a good day.” Membalas dengan senyum lebar memperlihatkan barisan gigi putih cemerlang. Sesampai di apartment saya mengisi termos Daniel dan dua termos lainnya.

 

Hello again Fred, have  a beautiful day.” Tak bisa melambaikan tangan karena sudah dipenuhi termos dan hanya mampu menganggukkan kepala.

You look so busy.” Tertawa melihat kehebohan saya yang berlari kecil menuju mobil. Terlihat George sudah menunggu dan membukakan pintu di kursi belakang.

“Kamu seperti mini starbucks dengan sederet termos” George tak bisa menahan tawa melihat tumpukan termos beraneka rupa yang ada dipelukan saya.  Xavier dengan sigap membantu  membawa termos masuk ke dalam mobil.

 

Kami akhirnya tiba di depan gedung penjara, melewati security check dan melangkah masuk. Suasana lengang  karena jam kunjung belum mulai.

“Dan, untung kita sudah mandi yah, kalau seperti waktu ikut kelas George, pasti anjing K9-nya pingsan saat mengendus kita.” Berbisik ke arah Daniel.

“Kita belum mandi juga tetap wangi. Kalau George pasti pingsan seluruh penghuni di sini.” Sembari melirik George dengan sinar mata jenaka. George langsung menendang kaki Daniel dan dibalas dengan tendangan balik layaknya anak kecil.

“Pssh, tidak boleh membuat keributan di sini.”  Mendelikkan mata ke arah mereka.

“Tunggu saat bertemu dengan Joaquin, jika bertiga lebih ribut lagi.”

Seorang laki-laki dengan postur tinggi, berambut lurus dengan bola mata with a lovely shade of emerald datang menghampiri.  Joaquin menatap lembut dengan senyum lepas dan kami bertiga saling memperkenalkan diri.

 

“Wow sampai sekarang saya masih terpana dengan totalitas kalian dalam volunteer.” Tak bisa menahan rasa kagum dan menggelengkan kepala memandangi mereka berempat.

“Sarah, as a human, it’s true if my desires are endless because there is always something more that I  want to have. But, when the desires become excessive, I realize that I don’t even enjoy what I have.” George mulai menjelaskan.

 

“Yes, you need to remember that there is a fine line between the dreams that you want to achieve and the desires that you wish to fulfil. When you work for your dreams and  you are finally able to achieve them, you  will feel content with your achievements.” Joaquin menambahkan.

Don’t let the desire for more  takes control over your mind.” Daniel menutup penjelasan dengan tatapan mata tajam.

Penjelasan itu sevibrasi dengan perkataan salah satu mentor saya yaitu Mas Jaya Setiabudi “Tentukan batas cukupmu agar kamu temukan  rasa syukurmu.”

If I don’t feel I have enough, I will never have enough. I must take time to appreciate what I  have and when I reach a reasonable level of materialistic success, I need to draw a line where I  need to stop my ‘wants’.  I need to be grateful for everything I have. Obviously I can aim for more but don’t let that desire for more become bigger than my happiness of today.

 

“You know  the amazing story about Kurt Vonnegut  and Joseph Heller ? They are at a party in New York and the party is incredible. The guy married to a supermodel, he’s got warhol, he’s got picasso’s, the house is unbelievable. Like the wolf of wall street party. Kurt Vonnegut says to Joseph Heller: This guy made more money one day last week than you made out of catch 22.’ Joseph Heller laugh and says :’But I’ve got something that he’ll never have: ENOUGH.’”

Jimmy Carr

30th of June, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!