0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“We have certainly created man in the best of stature”

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Surah At-Tin (95:4)

 

Pagi ini terlihat lebih cerah tidak hanya karena suasana kota Basel sedang disinari oleh cahaya mentari pagi, tapi juga karena hati saya juga sedang sangat berbunga-bunga. Tak henti-hentinya saya tersenyum-senyum sendiri sambil berjalan dengan melompat-lompat kecil. Saya hanya membawa tas jinjing mungil karena ini hanyalah day trip untuk bertemu dengan orang tua Chris.

 

Michael menemani saya menuju airport dan angin sepoi-sepoi yang cukup dingin menemani perjalanan kami. Sepanjang perjalanan saya membetulkan scarf merah kesayangan saya yang terus melambai-lambai menutupi penglihatan mata saya.

 

Saat kami berjalan dari apartment menuju bus station, di pojok jalanan terlihat Tilahum sedang di dalam phone booth menelpon istrinya. Kami lalu berlari menghampiri dan menggedor-gedor phone booth itu dan berteriak dengan nada yang penuh keisengan, “Tilahum, miss you so much.” Tilahum hanya bisa tersenyum dan kami berlari meninggalkannya sambil tertawa terbahak-bahak.

 

Kami lalu menuju Euro Airport Basel Mulhouse Freiburg yang letaknya di wilayah Perancis walaupun hanya beberapa menit dari Basel. saya berlari kecil menuju meja check in dan melambaikan tangan ke Michael untuk menyatakan perpisahan sambil berteriak dari jauh, “Sampai bertemu nanti malam, Michael.”

 

Perjalanan ini hanya memakan waktu 1 jam 15 menit saja dan setibanya di Schiphol Airport, Chris sudah terlihat berdiri menunggu. Saya pun segera menghampirinya.

 

“Kenapa pipi kamu merah? Apakah itu alergi?” tanya Chris terlihat sangat khawatir saat melihat saya. Saya hanya tesenyum lalu berjalan di sampingnya keluar airport sambil tetap diam dan mengunyah permen karet.

 

Sesampainya di tempat parkir dan saat kami berjalan menuju mobil, Chris bertanya lagi. Akhirnya sambil tertawa saya menjawab, “Oh pipi saya sangat chubby jadi semalaman saya tepuk-tepuk es batu ke pipi dan juga saya sudah seminggu ini makan permen karet agar pas ketemu kamu pipi saya sudah tirus” jawab saya agak malu seakan membuat pengakuan dosa.

 

Chris lalu berhenti berjalan dan berkata dengan suara sangat lembut, “Sarah , tolong buang permen karetnya.” Saya pun menurut dan berjalan menuju sudut airport di mana terletak tempat sampah untuk membuang permen karet yang saya kunyah sedari tadi lalu kembali menghampiri Chris.

 

Saya masih tersipu malu dan mencoba menutupinya dengan senyum yang tetap terlihat masih salah tingkah. Sambil menghela nafas panjang Chris lalu berkata, “Sarah, sewaktu di Indonesia saya belajar banyak mengenai Islam. Kodrat kita memang kadang tidak merasa puas, tapi kamu harus mencintai diri kamu karena Allah telah menciptakan kita dengan segala kesempurnaannya.”

 

“Mencintai diri sendiri bukanlah suatu bentuk egoisme, tapi sebaliknya. Itu adalah langkah awal untuk mencintai saya, mama saya, papa saya, adik saya dan semua orang di sekitar kamu. Akan sangat sulit untuk mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh jika kamu tidak bisa mencintai diri kamu sendiri terlebih dahulu.”

 

Saya akui kadang saya lupa mencintai diri sendiri. Bagaimana saya bisa mengharapkan Chris untuk berkomitmen kepada saya jika saya tidak mencurahkan perhatian pada diri saya sendiri.

 

Chris tidak bisa mendengarkan saya jika saya masih meredam suara hati saya sendiri. Chris tidak bisa membuat saya merasa percaya diri jika saya masih merasa tidak aman. Saya harus berani berkata bahwa saya mensyukuri keadaan saya seutuhnya karena inilah diri saya. Menerima apa adanya, serta merawat dan menjaga kesempurnaan maha karya-Nya.

 

“Sarah,I love you inside out. I will drop everything to catch your soul” bisik Chris dengan sangat lembut terdengar di telinga saya dan seketika itu juga saya langsung lumer dan mutiara bening mengalir perlahan di pipi saya karena perasaan haru yang menggelegak di dada akhirnya tumpah juga.

 

Chris lalu melanjutkan kalimatnya,“Sarah, bagaimana jika mulai sekarang, simply devoted to loving the best version of youself more karena di hati  saya,  you are equally lovable at all times.

 

Saya bagaikan berada di tengah gurun pasir yang tandus dan kata-kata Chris bagaikan Oase yang  setiap teguknya sungguh menyejukkan. Semua barisan kata-kata yang keluar dari hati nuraninya mampu membuat saya mengalami getaran yang tak dapat terhitung dengan Skala Richter. Semua itu membuat saya semakin sadar bahwa cinta Chris pada saya tidak hanya sekadar ilustrasi semata.

 

“Be careful how you are talking to yourself because you are listening.

Lisa M Hayes

 

February 19th, 2018

https://www.sarahbeekmans.co.id/behind-the-brand/

Sarah Beekmans Main

chrisschiphol schiphol schiphol

Bagikan ini: