0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Hari Bumi atau dikenal juga dengan Earth Day biasa diperingati setiap tanggal 22 April. Namun, Hari untuk Bumi ini tidak hanya diperingati pada tanggal itu saja. Nama Earth Day diberikan untuk dua peringatan berbeda yang dilakukan setiap tahun.

 

Tujuan dari hari peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang berbagai isu dan masalah lingkungan . Gerakan ini juga bermaksud untuk menginspirasi orang-orang agar mengambil tindakan pribadi untuk mengatasi isu dan masalah lingkungan yang dihadapi.

 

Itu merupakan tujuan umum dari peringatan Earth Day, selain dari itu, dua peristiwa tersebut tidak saling berhubungan. Meski hanya terpaut waktu satu bulan terpisah pada tahun 1970 saat keduanya dirayakan, mereka memiliki sejarah yang berbeda. Sejak saat itu keduanya telah mendapatkan penerimaan dan popularitas yang luas hingga mendunia.

Hari Bumi Pertama

Earth Day dirayakan oleh kebanyakan orang di Amerika Serikat setiap tanggal 22 April, tetapi sebenarnya ada tanggal lain yang lebih awal memperingati hari yang didedikasikan untuk Bumi dan dirayakan secara internasional.

 

Peringatan pertama hari untuk Bumi diselenggarakan pada 21 Maret 1970, yakni ekuinoks vernal (titik balik musim semi) pada tahun itu. Perayaan tersebut merupakan gagasan dari John McConnell, seorang penerbit surat kabar dan aktivis komunitas yang memiliki peran berpengaruh. Ia mengusulkan gagasan liburan global yang disebut sebagai Earth Day saat digelarnya Konferensi Lingkungan UNESCO pada tahun 1969.

 

Gagasan tersebut ia sarankan untuk dijadikan sebagai peringatan tahunan agar orang-orang bumi mengingat tanggung jawab bersama mereka sebagai pengurus lingkungan. Waktu penyelenggaraannya dipilih pada masa ekuinoks vernal, di mana menjadi hari pertama musim semi di belahan bumi utara dan hari pertama musim gugur di belahan bumi selatan. McConnell memilih hari tersebut karena merupakan hari pembaruan.

 

Saat masa ekuinoks vernal berlangsung, belahan bumi manapun memiliki panjang malam dan siang yang sama. Diyakini oleh McConnell, hari yang didedikasikan untuk Bumi harus menjadi waktu ekuilibrium (setimbang) ketika orang-orang dapat mengesampingkan perbedaan dan mengenali kesamaan kebutuhan yang mereka miliki untuk melestarikan sumber daya Bumi.

 

Akhirnya, pada 26 Februari 1971, dikeluarkanlah pernyataan yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PBB U Thant bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa akan merayakan Hari Bumi setiap tahun pada masa ekuinoks vernal. Pernyataan tersebut secara resmi menetapkan tanggalan Maret sebagai Hari Bumi Internasional.

 

Peringatan Hari Bumi di Amerika

Berjarak kurang lebih satu bulan dari peringatan Earth Day Pertama, 22 April 1970 menjadi waktu diadadakannya hari nasional pendidikan lingkungan dan aktivisme oleh Environmental Teach-In yang disebut sebagai Hari Bumi. Acara ini digagas dan diorganisir oleh Gaylord Nelson, aktivis lingkungan dan Senator AS dari Wisconsin dengan tujuan untuk menunjukkan kepada politisi AS lainnya bahwa publik luas mendukung agenda politik yang berpusat pada isu-isu lingkungan.

 

Nelson sudah terlihat menaruh kepedulian terhadap isu lingkungan sejak tahun 1960-an. Ide mendedikasikan satu hari untuk Bumi sendiri muncul ketika Nelson menyaksikan kasus tumpahan minyak di pesisir Santa Barbara, California pada tahun 1969. Kasus tersebut seolah menjadi katalis bagi Nelson untuk bertindak karena sosoknya yang kerap kali menunjukkan rasa peduli terhadap lingkungan. Nelson juga mendapat julukan sebagai Gubernur Konservasi karena reformasi atas lingkungan yang dilakukannya.

 

Earth Day gagasan Nelson yang digelar pada tahun 1970 merupakan bentuk kesadaran lingkungan. Dari kantor Senatnya, Nelson mulai mengatur acara dan menugaskan dua anggota stafnya untuk mengerjakan. Nelson juga mendapat bantuan dari John Gardner, pendiri Common Cause berupa ruang kantor karena kurangnya ruang yang dibutuhkan untuk mengurus acara. Sebagai koordinator Earth Day, Nelson memilih Denis Hayes, seorang mahasiswa Harvard University dan memberinya staf sukarelawan mahasiswa untuk membantu.

 

Acara tersebut akhirnya berjalan dengan lancar dan sangat sukses hingga memicu perayaan Earth Day di ribuan perguruan tinggi, universitas, sekolah, dan komunitas di seluruh AS. Kesuksesan acara ini dimuat dalam artikel di American Heritage Magazine tahun 1993 yang menyatakan bahwa acara yang digelar pada 22 April 1970 itu merupakan salah satu peristiwa paling luar biasa dalam sejarah demokrasi. Sebanyak 20 juta orang ikut serta menunjukkan dukungan mereka atas acara tersebut.

 

Setelah hari itu, Kongres meloloskan banyak UU lingkungan yang penting, termasuk UU Udara Bersih, UU Air Bersih, UU Air Minum yang Aman, dan UU yang melindungi area hutan belantara. Dalam kurun waktu tiga tahun setelah Earth Day 1970, Badan Perlindungan Lingkungan pun dibentuk.

 

Dua dekade setelah peristiwa besar itu terjadi, peserta Earth Day pada tahun 1990 mencapai 200 juta orang dan mereka berasal dari 141 negara berbeda. Jumlah partisipan hari peringatan ini terus bertambah hingga kini menjadi miliaran orang dari 190 negara dan lebih dari 5.000 organisasi lingkungan seluruh dunia juga ikut mendukungnya.

 

Meski terdapat dua tanggal berbeda dalam merayakan hari untuk Bumi, keduanya sama-sama mengirimkan pesan tentang tanggung jawab personal yang kita bagi untuk “berpikir secara global dan bertindak secara lokal” sebagai pengurus planet Bumi. Mengatasi krisis yang dihadapi planet kita akibat pemanasan global merupakan tanggung jawab setiap orang di Bumi. Sebagai tanda kepedulian, mari sama-sama kita dukung Hari Bumi.

 

Bagikan ini: