0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Some reflections don’t show flaws, only how far we’ve walked together.”

 

Kami melangkah menyusuri  corridor BITEC yang masih lengang dengan lantai dingin oleh hembusan AC yang mulai berdesir. Langit Bangkok merekah pelan di balik kaca tinggi, menyisakan biru pucat yang merambat perlahan menggantikan semburat jingga.

 

Sophie berjalan di samping saya dengan langkah ringan. Ia sesekali melompat kecil melewati garis-garis carpet  yang membentuk pola di lantai. Tidak ada keluhan dan tidak ada pertanyaan, hanya genggaman tangannya yang tetap erat, seolah itu saja cukup.

 

Ada keceriaan sederhana yang muncul dari caranya memandang dunia, seolah setiap retakan di lantai pun bisa menjadi bagian untuk refleksi diri. Saya memperhatikan bagaimana ia tidak mengeluh, hanya menggenggam tangan dan terus melangkah dan di situlah, pelajaran lain diam-diam hadir.

 

Bahwa ada kekuatan dalam kepercayaan untuk menerima ketidaksempurnaan. Kepercayaan yang tak bersuara, tapi terasa dalam cara ia mengikuti langkah saya dan dalam cara ia memandang ke depan meski kadang ragu.

Anak-anak tak selalu butuh jawaban sempurna untuk percaya. Kami lalu berhenti sejenak di bawah cahaya lampu yang jatuh lembut ke lantai marmer yang sebagian tertutup carpet abu-abu.

 

Di sekitar kami, dunia bergerak cepat, dari langkah kaki, obrolan yang setengah terdengar hingga pintu kaca yang terbuka dan tertutup silih berganti.Tapi di dalam kepala saya, semuanya terasa mengecil.

 

Riuh itu seakan menjadi latar samar, sementara yang paling nyata justru detak waktu yang tumbuh  di antara kami. Di depan lift,  tampak pantulan saya dan Sophie, dua sosok yang tak sempurna, tapi saling mengandalkan.

 

“We don’t need to be perfect to be someone’s steady place.”

Part 34.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!