0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Keahlian yoga dari Jessamyn Stanley dan fokusnya pada kepositifan tubuh telah mendorong karirnya hingga menjadi inspirasi bagi wanita terutama yang berbadan besar. Ia adalah seorang guru yoga yang merupakan campuran dari Afrika-Amerika.

 

Walaupun ia berbadan lebih besar dari rata-rata wanita yang  menekuni yoga, namun tidak membuat ia berkecil hati. Ia saat ini tinggal di Durham, North Carolina, Amerika Serikat.  Kerjasamanya dengan The New York Times adalah pencapaian yang khusus dan sulit di abaikan.

 

Ia berkata bahwa kemunculannya di  The Times adalah bahwa hal tersebut dapat merepresentasikan dirinya. Jika melihat  pada standar industri yoga, industri ini belum  menempatkan orang berkulit hitam  yang juga berbadan besar di sampul majalah mereka atau bahkan orang berbadan besar secara umum.

 

Jessamyn Stanley dan Yoga

Ketika Anda memikirkan yoga, gambar pertama yang mungkin terlintas dalam pikiran adalah seorang wanita berkulit putih dan langsing yang mengatakan “Namaste” saat mengenakan baju sporty dan legging yang ketat. Sementara ada banyak wanita yang melakukan Sun Salutations di studio yoga di dekat Anda yang sebenarnya dihuni oleh orang-orang dari berbagai bentuk dan ukuran.

 

Stanley yang berusia 30 tahun tidak membiarkan hal yang berbeda dari standar yoga mengganggu dirinya , dia lebih sibuk memikirkan bagaimana menjadi seorang yogis yang bagus.

 

Meskipun yoga tetap menjadi pusat perhatiannya, ia secara aktif mengekspresikan pandangannya tentang segala hal, mulai dari penerimaan masyarakat mengenai mainstream dari tubuh besarnya hingga renungan tentang perjalanannya yang berkelanjutan untuk menemukan ruang dan tempatnya di dunia ini.

 

Ketika ia tidak sibuk membintangi iklan, Stanley juga menjalankan sebuah blog menyelenggarakan podcast yoga dan gaya hidup yang disebut Jessamyn Explains It All, dan juga di sibukkan dengan membaca semua Harry Potter buku.

 

Jessamyn Stanley dan Awal Kecintaannya pada Yoga

Ia mengatakan pertemuan dan perkenalan pertamanya dengan yoga beberapa tahun lalu bagaikan neraka di Bumi, tetapi dia kemudian menjadi seorang guru yoga dan penulis “Every Body Yoga.

 

Saat ia berumur 16 tahun dan merupakan  yang  termuda di dalam ruangan, dan pastinya yang paling berukuran besar. Ada beberapa  orang kulit berwarna, namun tidak banyak saat itu. Ia  menemukan  pengalaman menantang di saat kelas yoga Bikram tersebut. Yoga ini merupakan gaya yoga panas dan panasnya begitu luar biasa terutama bagi pemula seperti dirinya.

Setelah menjalani sepertiga dari keseluruhan sesi kelas, ia meninggalkan kelas walaupun gurunya melarang untuk meninggalkan kelas. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melakukan hal tersebut lagi.

 

Namun akhirnya tujuh tahun kemudian, ia kembali melakukan yoga ketika ia sekolah di pascasarjana karena sedang mengalami masa depresi. Salah satu temannya menganjurkan untuk mencoba bikram yoga.

 

Latihan yoganya telah berevolusi dan mengalami kemajuan setelah bertahun-tahun. Ketika ia mulai berlatih  ia berkata pada dirinya bahwa ia hanya ingin melakukan gerakan dan yoga type tertentu saja namun akhirnya ia mulai belajar lebih dalam mengenai yoga. Ia mempelajari tentang sejarah, silsilah , meditasi dan cara bernafas  yang benar.

 

Tubuhnya pun semakin atletis dan lentur karena ia fokus untuk belajar banyak pose. Dengan berjalannya waktu, ia mulai mengajar karena menurutnya banyak latihan yoga yang bisa di praktekkan di ajarkan ke orang-orang.

 

Semakin banyak orang yang berlatih dan menyadari bahwa yoga bukan hanya untuk wanita kulit putih yang kurus. Kebanyakan orang benar-benar terkejut dengan kenyataan tersebut.  Ia akan tetap mengajar dan berlatih untuk lebih meningkatkan kemampuan dirinya. Perjuangan Jessamyn Stanley masih panjang namun ia tanpa mengenal lelah dan tetap semangat patut di jadikan contoh oleh kita semua.

 

jessamyn stanley jessamyn stanley jessamyn stanley jessamyn stanley

Bagikan ini:
error: Content is protected !!