0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Kamikatsu adalah sebuah kota kecil yang berada di daerah Katsuura, Tokushima Prefecture, Jepang. Luas daerahnya hanya sekitar 109,68 kilometer persegi dan pada 2016 jumlah populasi yang tercatat sekitar 1.482 jiwa. Meski tergolong kota kecil, Kamikatsu dikenal sebagai kota yang sangat bersih dan bebas sampah.

 

Kota ini memiliki peraturan ketat terhadap pengelolaan sampah. Sebelumnya, seperti penduduk lainnya, sampah yang ada dihilangkan dengan cara dibakar. Namun, penduduk Kamikatsu akhirnya menyadari bahwa membakar sampah bukan solusi yang tepat untuk menghilangkan sampah. Pembakaran sampah dapat menimbulkan masalah lain, seperti polusi udara, polusi air, dan emisi gas rumah kaca yang akan membahayakan lingkungan dan penduduknya.

 

Oleh karena itu, pada tahun 2003, kota ini menggalakkan program nol-sampah dengan sangat ketat. Bentuk upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan tempat sampah yang super spesifik. Mereka benar-benar memisahkan sampah-sampah sesuai dengan materialnya.

 

Misalnya, sampah kaleng akan dipisahkan sesuai bahan kalengnya, apakah alumunium, baja, atau lainnya. Begitu pula pada sampah kertas, apakah kertas karton, flyer, atau jenis lainnya. Setiap kategori tersebut memiliki tempat sampahnya masing-masing.

 

Membayangkan proses pemisahan sampah hingga 34 kategori mungkin terkesan merepotkan. Penduduk kota ini pun mulanya merasakan demikian. Mereka agak keberatan dengan peraturan lingkungan yang mengharuskan para penduduk mencuci dahulu sampahnya, menyortir sesuai kategori, baru kemudian dibawa ke pusat sortir dan daur ulang sampah di kota tersebut.

 

Tidak ada truk sampah yang beroperasi di kota ini. Para penduduk harus membawa sampah-sampah tersebut sendiri ke pusat sortir sampah. Inilah yang membuat mereka awalnya merasa agak kerepotan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, para penduduk mulai terbiasa dengan peraturan tersebut.

 

Meskipun sampah yang dibawa penduduk ke pusat daur ulang sampah telah dipisahkan sesuai kategori, petugas di sana akan memeriksanya kembali untuk memastikan apakah pemisahan sampah sudah dilakukan dengan benar.

 

Kota ini juga memiliki sebuah toko yang berfungsi untuk menampung barang-barang tua. Di sana orang-orang dapat meninggalkan pakaian, furnitur, atau barang lain yang masih layak pakai, tapi tidak diinginkan. Kemudian mereka dapat menukar barang-barang mereka tersebut dengan barang-barang gratis yang ditinggalkan oleh orang lain.

 

Terdapat pula sebuah pabrik yang mempekerjakan penduduk wanita kota tersebut untuk membuat produk baru dari barang-barang yang telah dibuang. Misalnya, membuat boneka teddy bear dari baju kimono bekas. Dengan demikian barang-barang yang dibuang tidak menumpuk dan menjadi sampah.

 

Penduduk dan pemerintah kota Kamikatsu benar-benar memberikan perhatiannya untuk mengubah gaya hidup mereka menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan. Saat ini kota tersebut telah berhasil menghilangkan sampah dengan persentase sebanyak 80% sampah didaur ulang, digunakan kembali, atau dibuat kompos. Kota kecil ini berencana untuk benar-benar terbebas sepenuhnya dari sampah pada tahun 2020.

 

Kamikatsu telah melakukan aksi nyata terhadap penanganan sampah yang sebagaimana kita ketahui bahwa sampah selalu menjadi ancaman besar bagi bumi. Berdasarkan laporan World Bank pada tahun 2015, diperkirakan bahwa 1,4 miliar orang akan tinggal secara menyebar di seluruh kota di dunia pada tahun 2025. Setiap orang tersebut akan menghasilkan sampah sebanyak kurang lebih 3 pon per hari.

 

Jika tidak bertindak dari sekarang, maka bumi yang kita tinggali ini akan dipenuhi dengan sampah. Apabila sudah sampai seperti itu, bumi tidak lagi layak untuk dihuni manusia. Maka dari itu, mulailah lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan lebih bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan. Penumpukan sampah dapat dihindari dengan mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh warga Kamikatsu.

 

KamikatsuKamikatsu Kamikatsu Kamikatsu Kamikatsu Kamikatsu

Bagikan ini:
error: Content is protected !!