Membahas koleksi baru Stella McCartney selalu menarik. Anda selalu dapat mengandalkan dua hal dari pertunjukan peragaan busana dari Stella McCartney: pakaian berwarna-warni, fun-to-wear dan pelajaran dalam dunia mode yang berkelanjutan.
Sebelum acara Musim Semi 2019 kemarin di Paris, McCartney membawa Vogue untuk melihat langsung prosesnya dan langsung ke belakang panggung juga untuk melihat gaun bubble yang berwarna pastel, denim tie-dyed, dan gaun malam Lurex dalam koleksinya.
Koleksinya terdiri dari potongan-potongan yang tidak benar-benar meneriakkan mode “ramah lingkungan”. Itulah intinya. Ia tidak ingin terlihat seperti bahan organik yang model membosankan dan tidak trend. Ia selalu mencoba menantang industri kedua yang paling berbahaya di dunia tersebut agar tetap ramah lingkungan , tetapi pada saat yang sama koleksi tersebut tetap fashionanble sehingga bisa di angkat dalam pagelaran tinggi seperti Paris Fashion Week.
Koleksi Baru Stella McCartney untuk tahun 2019
Etos tersebut diterjemahkan ke warna-warna cerah, siluet lembut, dan potongan baru yang lucu pengaplikasiannya. Ia berkata bahwa ini adalah koleksi yang sangat berkelanjutan serta ramah lingkungan. Namun secara bersamaan modelnya sangat berjiwa muda, sehingga sangat bisa di pakai oleh para generasi millenial karena mencerminkan kesegaran dalam koleksi baru tersebut.
McCartney juga berkata bahwa warna warna yang di pakai dalam menjahit terlihat sangat lembut dan penuh nuansa santai yang pasti akan terasa segar bagi penggemar McCartney tidak hanya yang berusia muda tapi dari segala usia termasuk yang berusia sudah matang.
Dalam pagelaran tersebut, Claire Bergkamp, direktur pelestarian merek, juga membagikan pos Instagram tentang semua upaya berkelanjutan baru mereka untuk Musim Semi 2019. Koleksi tersebut misalnya denim dan baju kaos organi, viscose yang dapat dilacak asal usulnya dari mulai benang sampai proses pembuatan dan tentunya sangat berkelanjutan atau ramah lingkungan.
Bahan kainnya banyak yang terbuat dari bahan pulp kayu alami.
Begitu juga dengan tas kanvas katun organik, Econyl telah meregenerasi nilon; dan kapas organik yang bersumber dan diambil dan di keloka secara langsung dari pertanian para wanita di Mesir.
“Ketika saya mulai merek saya 20 tahun yang lalu, saya pikir saya adalah tipe orang yang paling aneh di ruangan tersebut” McCartney bercanda di saat menyatakan pernyataannya .Namun bagi ia, untuk menjadi orang aneh di lingkungan tersebut adalah punk rock sehingga ia tidak keberatan sama sekali terlihat aneh.
Beberapa desainer Paris lainnya telah mulai menambahkan kain dan teknologi yang berkelanjutan untuk koleksi mereka, mengikut jejak McCartney yang telah memelopori desain yang berkelanjutan tersebut dua puluh tahun yang lampau.
Trashion bag adalah koleksi baru Stella McCartney
Selain baju, ia juga mengeluarkan koleksi tas yang ramah lingkungan. Dalam pertunjukan shownya baru-baru ini , ia hadir dengan koleksi dengan judul “trashion bag “ yaitu koleksi yang diambil dari sampah yang dapat didaur ulang . Dalam koleksinya selain terdapat logo brandnya juga di sebutkan bahwa tas tersebut dibuat dari bahan polietilena dengan kerapatan rendah yang dapat di daur ulang.
McCartney memberitahukan bahwa banyak koleksi sekarang yang unik dan menawan tapi mengandung plastik. Produksi yang di buatnya tidak terbuat dari plastik dan dapat di daur ulang sehingga mengirimkan pesan bahwa produk tersebut berdampak baik pada lingkungan dan bumi.
Undangan fashion show yang dikirimkan kepada para penggemar juga para wartawan fashion sudah benar-benar digital sejak tahun 2017 dan ini adalah gerakan ke arah yang benar. Seperti yang diumumkan baru baru ini bahwa dia telah bekerja sama dengan salah satu retail online yang mewah Real Real untuk mendorong penjualan barang yang sudah di pakai dan untuk di jual kembali sehingga tidak dibuang dan bisa di pakai kembali para pengguna yang merasa membutuhkan tapi tidak harus produk baru dari Stella McCartney.



