“The smallest things can leave the sweetest memories.”
Pintu kedatangan terbuka dan angin sepoi-sepoi Bali yang hangat menyentuh wajah saya. Dari kejauhan saya sudah melihat Sophie tertawa girang di gendongan Chris sementara Chloe berdiri sambil mendekap tangan Chris.
“Mamaaaaa!” Saya langsung tersenyum dan berlari kecil memeluk mereka. Baru beberapa hari tidak bertemu, tetapi mereka sudah mulai bercerita banyak sekali bahkan sebelum kami sampai di mobil.
“Mama, we have to show you something.” “Apa itu , sayang ?” Mereka hanya tertawa. Ceritanya malah semakin panjang. Di tengah perjalanan, kami berhenti di sebuah pasar kecil di daerah Kuta.
Setelah parkir, kami berjalan bergandengan tangan, masuk ke beberapa toko dan melihat-lihat. Tidak ada yang benar-benar sedang kami cari. Sampai kami masuk ke sebuah toko mainan kecil.
Di salah satu rak saya melihat sebuah kursi roda bayi. Kecil sekali, hanya sebesar telapak tangan. “Oh, lihat ini sayang” sambil mengambilnya. “Warnanya pink”
Saya tertawa lalu menaruhnya kembali. “Tapi terlalu kecil ukurannya.” Sophie dan Chloe langsung mengambilnya lagi. “Mama, pleaseeeee.” Akhirnya saya membelinya dan mereka langsung melompat kegirangan.
Saya melihat keduanya sambil tersenyum. Sesuatu yang kecil seperti itu saja sudah cukup membuat mereka begitu menghargai sebuah hadiah.
“Small things become precious in the hands of those who appreciate them.”
Part 1.

