Umar bin Khattab berkata :
“Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberikan lagi hidayah untuk berdoa.
Doa adalah sebuah medium yang menjembatani antara mahluk dan sang penciptanya dan tiang penyangga untuk penguat di dalam ibadah. Segala jeritan nestapa hingga bisikan bahagia, segala rasa gundah gulana hingga puji syukur terangkai dalam indahnya rajutan doa.
Namun, begitu banyak orang dimuka bumi ini berjalan dengan menengadah seakan tidak butuh untuk berdoa. Mereka merasa semua bisa didapatkan dengan mudah dan segala sesuatu bisa diselesaikan dengan kemampuannya sendiri.
Itulah orang-orang yang hatinya dipenuhi rasa angkuh , padahal jika ditelaah lebih dalam maka tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa persetujuan Allah.
Beruntunglah yang mendapatkan hidayah untuk bisa merasakan nikmatnya berdoa, jagalah selalu agar Allah tidak mencabutnya karena jika hilang, kita tidak akan pernah tahu kapan hati ini tergugah untuk kembali menjemput hidayah tersebut.
Fungsi dari doa bukan hanya tentang terpenuhinya suatu permohonan namun lebih dari itu. Hati dan lisan akan menemukan rasa damai yang menyelusup sejuk because we have a relation with Allah.
Dear me, disaat kamu sudah merasakan nikmatnya berdoa maka hidup akan selalu diberikan rasa sabar tanpa tepi dan rasa syukur tanpa tapi
Remember, ketenangan batin dan pertolongan Allah hanya berjarak antara kening dan sajadah, maka bersujudlah karena disanalah salah satu waktu terdekat dan mustajab untuk berbisik-bisik dengan Allah.
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah kecuali berdoa.” H.R Tarmidzi

