“Love does not consist of staring at each other, but in looking outward together, knowing the other is safe.” Antoine de Saint Exupéry
Bali airport terasa tenang ketika mobil berhenti. Chris, Nigel, Chloe dan Sophie melambaikan tangan. Saya mengambil koper kecil karena besok sudah pulang. Tidak ada koper besar seperti yang biasanya menemani saat tradeshow.
Sebelum turun, saya berkata pelan, “Mama kabari ya.” Chloe menoleh. “When you’re checked in?” “Iya, sayang, mama akan text ke Papa waktu sudah check in.”
Sophie ikut mendekat. “After security too?” Saya mengangguk. “Iya. Habis lewat security juga Mama kabari, sayang.” Sophie diam sejenak, lalu bertanya lagi, “And before boarding?”
“Iya, sayang,” kata saya sambil tersenyum. “Sebelum boarding juga.” Chloe menatap saya sedikit lebih lama. “And when you arrive in Bangkok? “Iya, sayang, waktu mama sudah sampai di Bangkok juga.”
Nigel tersenyum kecil. “So we won’t worry. “Iya, sayang,” saya membalas sambil mencium dan memeluk mereka satu per satu. “Biar Mama juga tenang selama perjalanan.”
Percakapan itu singkat, hampir terdengar seperti daftar. Namun di dalamnya mengalir cinta mereka. Bukan memastikan dengan cemas, melainkan saling percaya sambil tetap memberi tanda bahwa semuanya baik-baik saja.
Mencintai ternyata tidak selalu berarti berjalan berdampingan sepanjang waktu. Kadang cinta hadir dalam pesan singkat, dalam janji kecil untuk saling memberi kabar dan dalam kepercayaan bahwa jarak pun bisa dijaga dengan lembut.
“How do I love thee? Let me count the ways, even from afar.” Elizabeth Barrett Browning
Part 11.

