0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Sian Rowlands yang merupakan pemilik butik Retold di Dubai lahir di Lincolnshire, Inggris. Keluarganya pindah ke Jerman ketika dia masih  berusia 6 bulan. Setelah menginjak dewasa ia melanjutkan kuliahnya di Inggris dan selanjutnya pindah ke Dubai. Ia sudah tinggal di Dubai selama 28 tahun dan menganggapnya sebagai rumahnya.

 

Bermain-main dengan Lego sebagai anak kecil, Rowlands menemukan minat dalam arsitektur. Dia lalu melanjutkan untuk mengejar kegemarannya ini di universitas di Inggris dengan mempelajari arsitektur interior. Sebagai salah satu desainer pemenang award Food &Beverage  dan perhotelan, dia telah berhasil menciptakan dan mengembangkan beberapa proyek desain berskala besar di United Emirates Arab.

 

Misi dan Cita-cita dari Sian Rowlands

Rowlands yakin bahwa bagian dari misinya dengan Retold adalah membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, dimulai dengan UEA. Ia ingin mengubah pola pikir kolektif masyarakat disekitar yang tampaknya kecanduan untuk mengkonsums, membeli dan telah menjadi tergantung pada barang-barang yang sekali pakai seperti plastik, mode cepat  hingga barang elektronik yang menjadi usang segera setelah model berikutnya dirilis. Ia merasa bahwa pola pikir seperti ini perlu diubah.

 

Rowlands mengklaim bahwa perlu memberikan konsumen pilihan untuk berbelanja untuk sebuah kota seperti Dubai begitu terobsesi dengan barang yang baru dan berkilau. Pasar mode yang dimiliki sebelumnya tidak lagi hanya untuk menyaring potongan-potongan tua  di toko amal setempat. Ia melihat bahwa saat ini perlu perubahan besar dalam industri fashion dari ritel ke penjualan kembali.

 

Rowlands mengatakan keberlanjutan adalah hasratnya dan dia semakin terlibat dengan inisiatif yang membantu konsumen membuat pilihan yang lebih baik. Etos dari Retold adalah memulai menceritakan kembali kisah itu dan ada ‘faktor hijau’ yang nyata tentang berbelanja bersama Retold. Salah satu misalnya, Retold menggunakan tas belanja kertas daur ulang untuk semua pembelian.

 

Mengenai penawaran Retold itu sendiri, ia dan teamnya akan segera meluncurkan opsi sewa sehingga klien dapat mengurangi kepemilikan mereka dan benar-benar mewujudkan etos berbagi. Rowlands juga mendesak pengusaha muda untuk melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum meluncurkan bisnis. Ia juga mengajak seseorang untuk tidak hanya meminta dan tidak pernah memberi. Sangat penting untuk memberikan dukungan, keahlian atau waktu Anda kepada orang lain. Itulah yang membuat dunia berputar.

 

Kisah Awal Sian Rowlands memulai Bisnisnya

Sejak awal ia sering berdiskusi dengan teman-teman yang semuanya memiliki cerita serupa tentang pakaian yang baru saja dibeli dan hanya dikenakan sekali. Suatu waktu ia mengisi empat kotak kemasan yang penuh dengan potongan-potongan pakaiannya yang yang tidak dipakai dan mencari tempat untuk menjualnya secara lokal namun tidak menemukan tempat  yang tepat untuk menjualnya. Pada saat itu ia menemukan celah besar di pasar dalam proses tersebut. Karena itu, Rowlands dan saudara-saudaranya memutuskan untuk merintis My Ex Wardrobe, lalu  mengadakan acara pop-up bulanan di sekitar Dubai di mana wanita yang mengerti mode dapat melakukan tawar-menawar, dan juga membersihkan lemari mereka untuk memberikan ruang bagi pembelian baru.

 

Selama beberapa tahun pertama, bisnis tersebut sepenuhnya dibiayai sendiri. Pada 2016, ia memutuskan untuk memperluas bisnisnya dari konsep pop-up ke butik dan mulai mencari investor. Pada 2017, AdamPeters menjadi mitranya dan memutuskan membuat ruangan permanen di pusat perbelanjaan di Dubai untuk mendukung situs e-commerce yang berlanjut hingga sekarang. Cita-cita Sian Rowlands sudah semakin nyata berkat kerja kerasnya untuk mendukung penjualan pakaian dengan sistem daur ulang.

 

sian rowlands sian rowlands sian rowlands

Bagikan ini: