Taman Nasional Huascaran, taman seluas 340.000 ha ini merupakan taman nasional Peru yang terdiri dari sebagian besar barisan pegunungan yang disebut dengan Cordillera Blanca. Pegunungan tersebut merupakan barisan pegunungan tropis yang tertinggi di dunia. Keberadaan taman ini sangat berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup yang tinggal di dalam dan sekitarnya.
Taman nasional ini dikelola oleh Jaringan Kawasan Hutan Lindung Peru: SERNANP (Servicio Nacional de Areas Naturales Protegidas). Letaknya berada di bagian tengah Andes, jantung pegunungan tropis tertinggi di dunia yang dilindungi oleh Taman Nasional Huascaran.
Taman ini juga mencakup dataran tinggi padang rumput Puna yang mana 6.000 m puncak dan gletsernya membentuk wilayah pegunungan yang terkenal di dunia, termasuk lebih dari 600 gletser, hampir 300 danau, dan 41 anak sungai dari tiga sungai penting, yaitu sungai Santa, Pativilca, dan Maranon. Spektrum luas dari fitur dan proses geologis yang luar biasa sehingga membentuk geomorfologi yang mengesankan adalah pemandangan mendasar yang sangat menakjubkan dari taman nasional Peru ini.
Gunung Alpamayo yang menjadi salah satu gunung paling indah dan menakjubkan pun turut menghiasi indahnya taman nasional Peru. Gunung ini terletak di kemiringan sekitar 60 derajat. Pada tahun 1966 gunung ini dinobatkan sebagai gunung tercantik di dunia berdasarkan survey internasional yang digelar sebelumnya. Puncak Alpamayo merupakan bagian dari pegunungan yang menghiasi Taman Nasional Huascaran, sekaligus menjadi rumah bagi jaguar, tapir, dan beberapa hewan lain yang terancam punah.
Barisan pegunungan yang mengelilinginya memiliki tujuh puncak yang tertutup salju, terletak di ketinggian 6.000 m di atas permukaan laut. Puncak yang tertinggi di antara ketujuh puncak tersebut adalah El Huascara (6.768 m). Pemandangan yang sangat indah dari situs ini juga dapat tergambar dari sejumlah sungai dan danau-danau glasial yang mengairi ngarai yang terdalam, serta keberadaan berbagai jenis tumbuhan yang dapat ditemukan di sana. Di tempat ini pula beruang berkaca mata dan burung elang Andes membentuk habitatnya.
Hewan lain seperti kondor, puma, kucing gunung, rusa berekor putih, dan vicuna (hewan mirip unta yang berukuran lebih kecil dan berbulu lembut) pun menjadi hewan setempat yang penting di taman nasional ini. Sayangnya hewan-hewan tersebut kini jumlahnya sudah sedikit karena diburu secara besar-besaran di masa lalu. Tak ada manusia yang tinggal di tempat ini, tetapi ternak-ternak setempat sering terlihat merumput di padang rumput di dataran rendahnya atas persetujuan penduduk setempat.
Tidak hanya hewan, berbagai macam tumbuhan pun tumbuh di taman ini. Taman Nasional Huascaran memang sangat dikenal sebagai tempat pendakian gunung yang terkenal dan memiliki keanekaragaman hayati yang unik. Spesies tumbuhan yang hidup di sana misalnya Queen of the Andes (Puya raimondii), serta pohon dari genus Polylepis dan Buddleja.
Beraneka ragam makhluk hidup yang tinggal di tempat ini tentunya sangat membutuhkan perlindungan. Taman nasional ini bahkan dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1985. Untuk itu, berbagai upaya pun dilakukan untuk melindungi situs berharga ini.
Upaya perlindungan yang pertama dilakukan oleh Senator Augusto Guzman Robles pada tahun 1960. Saat itu ia mengajukan Rancangan Undang-Undang pada Kongres Peru untuk membentuk Taman Nasional Huascara. Tiga tahun kemudian (1963), sebuah proyek awal untuk penetapan Taman Nasional Cordillera Blanca dipresentasikan oleh Dinas Kehutanan dan Perburuan (Servicio Forestal y de Caza). Taman nasional tersebut meliputi area seluas 321.000 ha.
Setelah itu, pada 18 Februari 1966 resolusi pemerintah atas pelarangan penebangan dan perburuan spesies asli di kawasan Cordillera Blanca pun dikeluarkan dan Perlindungan Taman Nasional Huascaran dibentuk di Yungai di tahun berikutnya. Berdasarkan surat keputusan No. 0622-75-AG, Taman Nasional Huascaran kemudian mengalami perluasan menjadi 340.000 ha.
Memiliki aneka ragam ekosistem manjadi ciri khas dari barisan pegunungan tropis tertinggi di dunia ini. Beragam flora dan fauna dapat ditemukan di tempat itu. Lebih dari 120 spesies burung dan10 spesies lebih mamalia dikabarkan tinggal di sana. Taman ini juga menjadi rumah bagi sekitar 779 spesies tumbuhan yang teridentifikasi di dalam taman. Sungguh kekayaan aneka ragam hayati yang luar biasa.
Tujuan dibentuknya taman ini adalah untuk melindungi kekayaan tersebut. Keberadaan makhluk hidup di dalam dan sekitarnya sangat bergantung pada perlindungan kawasan ini. Kelestariannya perlu dijaga bersama-sama, baik oleh pemerintah, penduduk, maupun wisatawan yang berkunjung. Jangan sampai ulah manusia merusak keharmonisan ekosistem yang terjalin di kawasan Taman Nasional Huascaran ini.


