0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Taman Nasional Wasur berada di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua dan  merupakan salah satu kekayaan alam Papua yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang langka. Taman nasional ini mempunyai keunikan dan peran yang sangat penting untuk kehidupan spesies flora dan fauna yang langka tersebut. Salah satu keunikan kawasan ini adalah banyak menyimpan pesona keindahan alam yang masih sangat alami dan masih terjaga keasliannya.

 

Taman nasional ini merupakan salah satu bagian dari lahan basah terbesar di Papua, Indonesia, bahkan di Asia. Kawasan ini memiliki luas hingga mencapai 413.800 hektar dan 70% bagian dari kawasan taman nasional ini terdiri dari padang savana, sementara vegetasi lainnya merupakan hutan rawa-rawa, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan sagu yang cukup luas.

 

Keragaman hayati yang terdapat di kawasan ini membuat Taman Nasional Wasur dijuluki sebagai “Serengeti Papua”. Hasil dari Peneliti Badan Suaka Alam Sedunia (WWF) menemukan sekitar 390 jenis burung berada di kawasan taman nasional ini, sehingga kawasan ini menjadi wilayah paling kaya akan jenis satwa burung di tanah Papua bahkan di Indonesia. Tidak hanya itu, terdapat pula 80 jenis mamalia dan 20 di antaranya merupakan satwa endemik.

 

Puluhan jenis burung seperti burung pantai, burung bangau dan bebek rawa juga berkembang biak disini. Kawasan ini juga sering menjadi tempat persinggahan burung junai yang bermigrasi dari Australia utara. Untuk habitat di padang savana, telah berkembang biak jenis burung maleo, nuri, kakaktua dan cenderawasih. Adapun jenis satwa yang populasinya cukup tinggi di Taman Nasional Wasur adalah rusa, kanguru, burung cenderawasih, burung kasuari serta jenis kakatua dan nuri.

 

Di taman nasional ini terdapat sungai-sungai yang megalir melingkar yang menjadi tempat berkembang biak ikan kakap dan arwana. Berbagai jenis tanaman seperti pohon bakau (mangrove) , bambu dan sagu tumbuh subur di kawasan ini. Tanaman tersebut pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Di saat mentari hampir terbenam, terlihat satwa rusa yang keluar dari sarangnya untuk minum di sekitar sungai tersebut.

 

Hal unik yang dapat ditemui di kawasan ini adalah rumah rayap atau rumah semut (Musamus) yang tingginya bisa mencapai 5 meter di atas permukaan tanah. Di kawasan ini Musamus bukanlah rumah semut melainkan rumah rayap. Rumah rayap tersebut terbentuk dari rumput kering dan  tanah.  Air liur rayap berfungsi  sebagai bahan perekat yang menjadikan rumah tersebut sangat kokoh dan kuat, bahkan mampu menahan beban berat manusia dewasa disaat memanjatnya.

 

Koloni rayap yang tinggal di Musamus tersebut bukanlah rayap yang dikenal sehari-hari sebagai rayap perusak. Rayap tersebut bukanlah serangga pengganggu dan umumnya mereka hidup jauh dari pemukiman masyarakat setempat. Rayap jenis tersebut dikenal mandiri dan membangun rumahnya sendiri tanpa merusak pemukiman manusia.

 

Musamus memiliki bentuk seperti kerucut dan menjulang tinggi ke atas dari permukaan tanah yang menyerupai stalakmit di gua-gua. Permukaan rumah rayap tersebut memiliki tekstur berlekuk-lekuk dan berwarna coklat kemerahan seperti warna tanah di sekitar tempatnya berada.

 

Bila Musamus tersebut dibuka sampai ke bagian rongganya, maka akan terlihat ruangan yang berlorong-lorong yang terlihat rumit. Lorong tersebut berfungsi sebagai tempat tinggal rayap-rayap sekaligus rongga ventilasi yang menjaga kestabilan suhu di dalam Musamus agar tetap hangat. Keberadaan lorong-lorong inilah yang menjadikan Musamus tersebut aman untuk ditinggali koloni rayap.Pemandangan Musamus tersebut hanya dapat ditemui di beberapa wilayah  di dunia, salah satunya adalah di Indonesia yaitu di Taman Nasional Wasur, Papua.

 

Dalam kawasan taman nasional ini terdapat sebuah padang savana yang berisi ratusan Musamus di atasnya. Taman nasional ini memiliki keunikan dan kekayaan ragam hayati yang melimpah. Keberadaan ragam hayati tersebut sangat bergantung pada perlindungan terhadap kawasan tersebut. Perlindungan terhadap kawasan Taman Nasional Wasur perlu didukung oleh semua pihak, baik oleh pemerintah, masyarakat setempat, maupun wisatawan yang berkunjung. Jangan sampai ulah manusia dapat merusak keunikan dan keragaman hayati serta ekosistem yang ada di kawasan Taman Nasional Wasur.

 

taman nasional wasur taman nasional wasur taman nasional wasur taman nasional wasur taman nasional wasur taman nasional wasur taman nasional wasur

Bagikan ini: