0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Sometimes all you need is a great friend and thirst for adventure.”

Unknown

 

Transportasi umum di Hong Kong sangatlah well organized  dan menjangkau hingga ke seluruh penjuru Hong Kong.  Semua moda transportasi menawarkan kenyamanan mulai dari  subway, bus kota, hingga kapal ferry dengan stunning view jika menyeberang saat sunset.

 

Selain itu juga terdapat tram, bentuk dan tracknya mengingatkan tram di San Francisco, namun berukuran mini. Fungsi tram di sana juga bukan lagi sebagai alat transportasi tapi beralih sebagai kereta wisata.

 

Kota San Francisco bukanlah kota yang landai seperti New York namun didominasi oleh tanjakkan dan turunan. Hal tersebut membuat pengalaman naik tram terasa menikmati roller coaster karena adanya tanjakan curam hingga 35 derajat.

 

Hong Kong memiliki jaringan Mass Rapid Transit yang membuat saya berdecak kagum. Sistem penamaannya yang agak berbeda, bukan MRT tapi Mass Transit Railway atau  MTR dengan logo trisula dua sisi dalam sebuah lingkaran berwarna merah tua.

 

Sore itu sepulang dari tradeshow, saya, mbak Yovi dan mamanya berjalan keluar  meninggalkan gedung HKCEC. Sukses menikmati moment kelayapan mandiri di kereta bawah tanah tidak hanya di Hong Kong, juga versi Singapore, Tokyo, New York hingga London, membuat kami ingin mencoba pengalaman baru.  Selain itu,  jarak antara venue ke hotel hanya satu station hingga ingin menikmati perjalanan lebih lama dengan cara naik bus.

 

“Sarah, kita naik bus saja yuk, lihat pemandangan dari atas.”

“Yuk, mbak. Lagipula kita belum pernah naik bus bareng lho.Tante, mau tidak jalan-jalan naik bus ?” Saya meminta persetujuan dari mama Mbak Yovi dan mamanya membalas dengan senyum tanda mengiyakan.

 

Kami berjalan melewati jembatan dan setelah melewati McDonald’s , menuruni jembatan, tidak jauh dari immigration tower.  Tak lupa mampir membeli soya milk kesukaan di Seven Eleven tepat di bawah jembatan  dan melanjutkan perjalanan menuju halte.

 

“Naik yang mana saja, mbak Yov, sepertinya semuanya ke arah Causeway Bay.”

“Yuk Sarah.”

Kami menaiki bus dan setelah berjalan beberapa menit terlihat area yang asing dan segera turun di halte berikutnya.

 

“Waduh dimana ini, mbak Yov.”

“Ayo kita tanya orang, Sarah.”

Namun, tak ada satu pun yang bisa berbahasa Inggris.

 

“Ayo kita lanjut jalan saja sampai melihat bangunan yang kita kenal, Sarah.” Mbak Yovi memberikan semangat dan melanjutkan perjalanan.

“Ayo coba kita cari hotel, pasti mereka bisa bahasa Inggris, mbak Yov.” Hampir sejam berjalan tetap tak terlihat hotel satu pun, yang ada hanya toko sepanjang jalan.

 

”Itu ada toko Rolex, coba tanya yah, pasti pegawainya bisa bahasa Inggris.” Kembali mencoba bertanya dan dijawab dengan bahasa Inggris yang terbatas kalau ia tidak tahu karena pendatang dari mainland China.

 

Keluar dengan wajah kecewa, kami lanjut berjalan  hingga tak terasa langit semakin kelam dan cahaya mentari digantikan oleh rembulan.  Kaki rasanya ingin patah karena berjalan tanpa arah tujuan, namun kami tetap saling menyemangati.  Setelah lebih dari tiga puluh menit berjalan, dari kejauhan terlihat Times Square dengan jam yang bertengger megah di dinding.

 

“ Sarah, kalau dari sini aku sudah hafal arah pulang ke hotel.” Mbak Yovi tersenyum bahagia.

“Asyik. Oh ya mumpung sudah di sini , kita ngemall dulu yuk, Mbak Yov.”

“Ayo Sarah, siapa tahu ada sesuatu yang lucu buat oleh-oleh. Mungkin ada toko Disney.” Mbak Yovi menjawab antusias dan kami pun berjalan memasuki mall dengan hati  yang berbunga-bunga.

 

Traveling sangatlah menyenangkan, tapi ada kalanya dibumbui oleh rasa stress, pusing dan lelah.  Guess what, hidup ini layaknya kita sedang traveling. Kadang tersesat tanpa ada siapa pun untuk tempat bertanya.  Kadang kehujanan, kepanasan, ketakutan, ketinggalan pesawat, salah booking hotel, barang ketinggalan, hingga di kejar polisi gara-gara makan di tempat terlarang.

 

Namun semuanya  harus bisa diatasi, tidak hanya pasrah. Apakah saat dikejar polisi malah pasrah minta langsung diborgol? Apakah saat tersesat malah pasrah  guling-gulingan di jalan meratapi nasib ?

 

Traveling harus dihayati dan dinikmati karena jika hanya ajang untuk iba terhadap diri sendiri,  lebih baik pulang secepatnya  karena untuk apa memperpanjang penderitaan di negeri orang ?

 

Tentunya mempunyai teman yang tangguh,  sehati dan seperjuangan sangatlah penting.  Remember, choose someone who is home and adventure all at once. Thank you mbak Yov.

 

One thing that travel has taught me, is that it’s not where you go, it’s who you travel with that makes trips more meaningful and experiences more enriched.”

Unknown

 

May 7th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!