0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Bethany Williams mengukir namanya sebagai salah satu pelopor industri fashion yang berkelanjutan. Koleksinya telah mengumpulkan pujian dan telah tersedia di stokis di seluruh dunia, termasuk stockist papan atas seperti Dune di Tokyo, Odd92 di New York dan Galeries Lafayette di Paris.

 

Sejauh mana Williams mendukung orang lain dengan pekerjaannya praktis tidak pernah terdengar. Tak banyak yang tahu bahwa kain  tersebut di ambil dari limbah buku dari penerbitan Hachette di Inggris untuk dipecah dan dijadikan kain daur ulang untuk pakaian luar rancangannya.

 

Dia kemudian membawa limbah ini ke komunitas rehabilitasi narkoba San Patrignano di Italia, di mana sekelompok wanita menghabiskan berminggu-minggu untuk menenun limbah tersebut  hingga menjadi kain dengan cara manual atau handmade. Kain kemudian di-wax untuk membuatnya kedap air sebelum dikemas dan di kirim ke tempat lain untuk proses selanjutnya.

 

Bethany Williams dan Kepeduliannya Kepada Sesama

“Saya pikir saya ingin membuat pekerjaan yang bermakna dan dapat membantu orang. Saya suka mengambil sesuatu yang telah diabaikan dan menjadikannya sesuatu yang indah dengan tangan saya.”

 

Williams awalnya tidak ingin masuk ke industri mode  karena penggunaan bahan daur ulangnya, tetapi kecintaannya pada tekstil diwarisi dari ibunya yang memotong pola. Selain itu proyek tahun terakhirnya di kampus untuk pakaian pria di London College of Fashion (LCF) yang melibatkan dirinya untuk bekerja dengan toko amal New Life di Walthamstow, London timur, pada akhirnya menempatkannya pada jalurnya saat ini.

 

Selain bekerja dengan komunitas di San Patrignano, Williams memiliki perhiasan yang dibuat oleh orang-orang di Manx workshop untuk Penyandang Cacat, di Isle of Man yang membantu orang yang memiliki cacat fisik atau mental untuk bekerja. Kain kaosnya dibuat oleh narapidana wanita di HMP Downview di Sutton yang merupakan bagian dari inisiatif Making for Change dari LCF.

 

Bahan denim yang di gunakannya merupakan pakaian bekas dari perusahaan daur ulang yang bertanggung jawab, Chris Carey’s Collections, dan di kirimkan ke Tottenham, London utara untuk diolah kembali. Semua benang berasal dari produsen tekstil organik Green Fibers dan kancingnya merupakan buatan tangan dari cabang pohon birch oleh seorang wanita di Lake District yang menanam pohonnya sendiri secara berkelanjutan.

 

Jumlah waktu yang digunakan untuk setiap barang cukup memakan waktu yang lama misalnya salah satu jaketnya membutuhkan waktu dua minggu dan itu tercermin dalam harganya. Dengan harga £ 750 hingga £ 4.500 bukanlah pakaian murah.

 

Untuk koleksi pertamanya yang di beri nama Breadline, Williams  berkolaborasi dengan Tesco untuk mengatasi masalah kelaparan  di Inggris, ia menyumbangkannya 30 % dari keuntungan ke  Vauxhall Food Bank di London selatan.

 

Bethany Williams adalah Desainer Kedua yang Mendapatkan Award

“Sebagai perancang yang berpikir untuk masa depan, ini adalah masalah penyelesaian semua masalah yang dihadapi generasi kita yaitu dari planet ini hingga manusia. Jika kita tidak melakukannya, siapa yang akan melakukannya?” Katanya.

 

Usahanya tidak sia-sia, ia akan menjadi pemenang kedua dari Penghargaan Ratu Elizabeth II untuk Desain Inggris, mengikuti jejak Richard Quinn dan akan diberikan kehormatan pada pertunjukannya di London Fashion Week show oleh Duchess of Cornwall atas nama Yang Mulia Ratu.

 

Dalam sebuah pernyataan dari British Fashion Council mereka mengatakan bahwa Bethany Williams dipilih karena ia adalah seorang perancang yang memberikan nilai yang baik kepada masyarakat dan praktik berkelanjutan yang kuat.

 

bethany williams bethany williams bethany williams bethany williams bethany williams

Bagikan ini: