Cape Town dikabarkan tengah mengalami krisis air yang sangat parah di tahun ini. Salah satu kota terbesar di Afrika ini disebut-sebut akan menjadi kota pertama di dunia yang kehabisan air jika krisis air di sana terus berlangsung. Aliran air bersih ke pemukiman diprediksikan akan benar-benar dihentikan hanya dalam hitungan hari jika keadaan tidak jua mengalami perubahan positif.
Cape town adalah kota pesisir di Afrika Selatan. Kota ini merupakan kota dengan jumlah populasi terbesar kedua di Afrika Selatan setelah Johannesburg. Cape Town juga merupakan ibu kota dan kota terbesar di provinsi Western Cape.
Jumlah penduduk yang tinggal di kota ini terdapat sekitar 4 juta orang, sehingga konsumsi air di sana terbilang cukup tinggi. Sayangnya, persediaan air yang tersedia tidak sebanding dengan tingginya kebutuhan air bagi penduduk. Jika para penduduk tidak pandai menghemat air, maka prediksi mengenai kota pertama di dunia yang kehabisan air akan benar-benar dialami Cape Town.
Masalah kekeringan memang sudah menjadi hal yang lumrah terjadi di Afrika Selatan, tetapi biasanya kekeringan melanda saat musim dingin berlangsung saja setiap tahunnya. Pada saat itu bendungan menjadi dangkal sehingga mengakibatkan penurunan jumlah air. Meski demikian, kekeringan tersebut tidak sampai menyebabkan krisis air seperti yang tengah dialami kota di Afrika sekarang ini.
Hingga 20 April lalu, kota Cape Town masih dikabarkan mengalami krisis air. Jika itu terus berlangsung, maka kota ini akan semakin dekat dengan “Day Zero” (Hari Nol), yaitu perumpamaan yang digunakan untuk menggambarkan situasi kota metropolitan dengan populasi terbesar di Afrika itu harus menutup keran leding karena kehabisan air di tengah kekeringan selama bertahun-tahun.
Situasi Day Zero tidak berarti bahwa kota ini tidak memiliki air sama sekali. Namun, itu mengartikan bahwa seluruh persediaan air yang bisa digunakan telah dikeluarkan dari salah satu dari enam bendungan utama kota ini. Para ilmuwan mengatakan bahwa Day Zero akan terjadi saat permuakaan air turun di bawah 13,5%. Perkiraan tersebut didapat setelah mereka memperhitungkan puing-puing yang tenggelam ke dasar cadangan.
Sebelumnya, Day Zero diprediksikan akan terjadi pada pertengahan bulan April tahun ini, tetapi beruntungnya itu bisa dihindari. Namun, ancaman kehabisan air masih terus berlanjut. Prediksi yang semula dinyatakan bulan April, sekarang berubah menjadi pertengahan bulan Juli.
Upaya yang sudah dilakukan sejauh ini untuk menghindari bencana kehabisan air adalah dengan menghemat penggunaan air. Awal tahun ini pemerintah kota Cape Town memerintahkan penduduknya untuk membatasi penggunaan air tidak lebih dari 13 galon air sehari. Peraturan tersebut akhirnya diubah menjadi 9 galon dari mandat sebelumnya.
Jumlah tersebut adalah sangat tidak wajar jika dibandingkan dengan kebutuhan air secara normal, yaitu sekitar 80-100 galon per hari. Namun, tak ada pilihan lain yang dapat dilakukan karena ketersediaan air di kota ini sudah dalam kondisi sangat gawat. Day Zero yang mengancam kota ini dapat dihindari jika penduduknya dapat lebih konservatif terhadap konsumsi air, atau jika kota tersebut mendapat curah hujan dalam jumlah yang luar biasa selama satu bulan penuh.
Kekeringan yang terjadi merupakan salah satu dampak dari perubahan cuaca yang ekstrem. Selama tiga tahun belakangan ini, Afrika mendapat curah hujan sangat rendah, belum lagi diperparah dengan peningkatan konsumsi oleh populasi yang terus bertambah.
Jika saat ini bencana kehabisan air tengah mengancam kota terbesar kedua di Afrika Selatan, bukan tidak mungkin bencana tersebut juga mungkin terjadi di negara-negara lainnya di seluruh dunia. Mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat warga bumi di manapun berada harus selalu berwaspada.
Selagi masih dianugerahi nikmat air yang melimpah, janganlah kita menyia-nyiakan dan menghambur-hamburkannya. Cobalah untuk mulai menerapkan pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum ancaman tersebut benar-benar di depan mata, hendaknya kita mulai menghemat penggunaan air dari sekarang. Jangan sampai hal yang terjadi di Cape Town juga terjadi di tempat kita sendiri.


