0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Ecotourism, kata ini sering kali diucapkan oleh sebagian orang. Sayangnya, belum banyak yang mengetahui secara detail maknanya dan mengapa orang-orang harus peduli dengannya. Oleh karena itu, berikut kami jelaskan makna, sejarah, dan manfaat ecotourism.

 

Berdasarkan kamus Oxford, kata “ecotourism” telah tercatat sejak tahun 1982. Sebelumnya, kata “ecotour” telah lebih dahulu tercatat pertama kali di tahun 1973. Dalam kamus tersebut disebutkan bahwa ecotourism adalah pariwisata ke area-area yang bersifat ekologis (umumnya lingkungan alam yang eksotis dan sering terancam), khususnya untuk mendukung upaya konservasi dan mengawasi margasatwa. Secara garis besarnya, kegiatan ini merupakan akses untuk mengendalikan lingkungan yang terancam punah.

 

Pariwisata eco sering disebut juga sustainable tourism, dapat diartikan sebagai salah satu jenis aktivitas traveling. Pengertian terbaik dari jenis traveling ini dijabarkan pada tahun 1990 oleh Megan Epler Wood, pendiri The International Ecotourism Society (TIES) dan penulis enam buku yang paling berpengaruh terhadap subjek tersebut.

 

Megan Epler Wood, wanita yang kini menjabat sebagai direktur International Sustainable Tourism Initiative ini menggambarkan pariwisata eco sebagai perjalanan wisata yang bertanggung jawab terhadap alam untuk menjaga lingkungan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan demikian, untuk dapat disebut ramah lingkungan, Ia harus memiliki dampak positif terhadap ekologi dan ekonomi sebagai sarana pariwisata.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari konservasi lingkungan dan memahami apa yang dibutuhkan oleh orang-orang sekitar sehingga para turis dapat membantu memperbaiki kualitas hidup mereka.

 

Seringnya kebanyakan orang salah mengartikan pariwisata ramah lingkungan ini. Mereka beranggapan bahwa kegiatan tersebut secara keseluruhan berkaitan dengan konservasi alam dan margasatwa dalam segala bentuk kebutuhan. Padahal apabila sebuah bisnis pariwisata menggunakan strategi yang tidak menghasilkan keuntungan finansial konkret secara aktif untuk penduduk setempat, maka itu tidak dapat dikatakan sebagai sustainable tourism.

 

Definisi serupa mengenai pariwisata eco juga diberikan oleh The Center for Responsible Travel (CREST) bahwa jenis traveling merupakan perjalanan alam yang bertanggung jawab pada konservasi lingkungan, kesejahteraan sosial dan ekonomi penduduk lokal. Selain itu juga mampu menciptakan pengetahuan dan pemahaman melalui interpretasi dan edukasi pada semua yang terlibat, termasuk staf, pengunjung, dan komunitas penduduk.

 

Jenis pariwisata ramah lingkungan ini pertama kali muncul pada tahun 1901, dimulai oleh program outing Sierra Club. Program tersebut merupakan ekspedisi tahunan yang membawa pendaki ke pedalaman Sierra Nevada untuk memperlihatkan pesona alam pada anggotanya. Mereka berharap dengan begitu dapat membangkitkan kesadaran para pendaki dan semua yang ikut akan pentingnya menjaga hutan.

 

Selanjutnya, gerakan modern yang berbasis aktivis lingkungan mulai bermunculan di tahun 1970-an. Beberapa sumber menyebutkan bahwa istilah ecotourism pertama kali diciptakan oleh seorang arsitek Meksiko yang beralih menjadi environmentalist, Hèctor Ceballos-Lascuràin. Ia menggunakan istilah itu untuk menggambarkan kegiatan pariwisata tanpa mengganggu lingkungan agar dapat menikmati kecantikan alami dan budaya mereka.

 

Terdapat banyak manfaat dari pariwisata eco ini. Ketika berwisata, para wisatawan tidak hanya sekadar melakukan perjalanan semata untuk menikmati tempat-tempat yang indah. Berjalan-jalan juga dapat memberi kita wawasan akan budaya dan gaya hidup masyarakat lain.

 

Pariwisata eco sangat bermanfaat bagi manusia dan bumi. Sebagai turis eco, manfaat yang didapat tidak hanya sebatas kepuasan personal. Selagi berjalan-jalan, kita juga dapat membantu bumi dengan menjaga kelestarian alam tempat kita berwisata. Penduduk sekitar tempat wisata pun dapat meningkatkan kualitas hidupnya dari para turis yang menghargai daerah mereka selagi mencari tambahan pendapatan.

 

Manfaat lainnya adalah menstabilkan perekonomian penduduk lokal daerah wisata. Para turis yang berkunjung pun akan lebih sensitif terhadap konservasi lingkungan. Kebanyakan orang memiliki pengalaman wisata tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap bumi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

 

Masih banyak lagi manfaat lain yang didapat dari pariwisata eco, salah satunya adalah mengurangi emisi karbon. Sebagian besar tempat wisata yang bersifat ekologis juga memperhatikan sarana transportasi selama perjalanan. Untuk menghindari emisi karbon berlebihan, biasanya mereka menyediakan alat transportasi yang ramah lingkungan, seperti bus hibrida atau sejenisnya. Dengan demikian, menjalani hobi sekaligus memberi manfaat pada lingkungan dan orang-orang sekitar dapat dilakukan dalam waktu bersamaan melalui ecotourism.

 

ecotourism

ecotourism

ecotourism

Hèctor Ceballos-Lascuràin

ecotourism

Megan Epler Wood

Bagikan ini:
error: Content is protected !!