0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The 12th step program and It’s the12th step that matters. If an alcholic masters all 11th step and not the 12th, it’s highly likely they’ll drink again. If they master the 12th step, they’re much more likely to overcome the disease. The 12th step is the commitment to help another alcoholic.It’s service.And this really the most powerful thing in the world which is : it’s not about us, it’s about others.”

Simon Sinek

 

Mentari memancarkan keindahan cahayanya dari balik jendela besar dimana saya duduk sembari menikmati  wedang uwuh dan menuliskan pesan singkat di hp yang sedari bangun pagi hingga siang ini belum saya sentuh.

 

“Selamat siang, Pak. Maaf  belum balas-balas karena sibuk otak atik  hitung ulang agar  RSP tetap IDR 95.000  tanpa menurunkan harga beli bahan baku susunya di peternak. Bukannya sounds cheesy,tapi misinya people and  planet first.” Memberikan update kabar ke distributor.

 

RSP diatas IDR 100.000 pun it’s okay, sudah biasa kalau harga offline lebih tinggi 10 hingga 15 percent dari harga beli di online.” Ia menjelaskan.

“Saya tetap ingin Retail Suggestion Price sama. Again, karena misinya  : people first  termasuk pelanggan premium kan people juga, walau pun mampu beli tapi ada ketidak adilan jika mereka harus beli lebih mahal,pak.” Menjabarkan alasan kengeyelan saya akan RSP tersebut.

 

“Maaf agak lama karena aku tidak akan pernah tekan harga di peternak walau pun belinya banyak. Saya tetap beli IDR 10.000 per liternya. Kalau ganti jar yang bukan  dari recycled glass tidak mungkin aku lakukan. Non eco apalagi plastic pastinya lebih murah, tapi misi planet-nya tidak ada. Saya nego harga dengan pabrik jar-nya dulu, Pak.”Saya lanjut menjelaskan.

 

Seminggu kemudian, “Pak, harga  jar nya tidak bisa turun lagi, baiklah, saya akan cut-nya di biaya pengiriman. Nanti saya yang akan antar sendiri ke gudang distribusi bapak, tidak apa saya jadi kurir demi mempertahankan misi saya.”

 

Tak terasa sudah beberapa kali  menjalani profesi baru  sebagai kurir dari De Grunteman and I did enjoy every minute of it.  Ternyata saya berbakat sebagai kurir karena sudah teruji sewaktu menjadi kurir “Sarah Cepat” saat mengantarkan paket ke customer saat itu.

 

Beberapa minggu yang lalu, distributor menelpon untuk mengabarkan berita bahagia. “Bu Sarah,  productnya sudah masuk di Ranch Market.”

 

“Wah, bahagianya. Terima kasih banyak, Pak. Oh ya, apa bedanya dengan farmer market ?”

“Mereka satu bendera, kalau Ranch lebih  ke pelanggan kelas atas sedangkan Farmer untuk kelas menengah ke atas. Ranch setaraf Kemchicks dan De Grunteman juga sudah masuk di Kemchicks.”

“Wah, semoga aku bisa keep up produksinya kalau semakin banyak premium place yang partnership karena perusahaanku masih  baby banget. Amin, amin amin.”  Sembari melonjak kegirangan dan hidung tak henti mengembang dari ukuran tomat cherry menjadi seukuran jeruk Bali.

 

Kembali teringat awal mentoring dengan Carlotta, mentor dari Italy dan saya  menekankan misi membangun De Grunteman adalah People first , then planet , last is profit. Tentunya akan sangat susah karena saya bukan angel dan terbiasa dengan dunia yang dikelilingi kapitalisme.

 

Membuat product dengan quality dan harga premium tanpa menginjak hak orang lain tentunya dipenuhi  godaan dunia. Menjadi mentor dalam bidang social entrepreneurship seperti membantu Carla dan Faith dalam project waste wisenya di Italy dan India serta Olu dengan business ‘real food’ catering di Africa sangat membantu saya.

 

Selama menjadi mentor,   saya menyadari along the way that the purest way of helping myself is through service.  Not only the help will come back around, but the solutions that I am  searching for will reveal themselves along the way.

Thank you to all of my mentees : Olu , Carla and Faith .

 

“There’s an entire section in the bookshop called self-help. There’s no section in the bookshop called help others.It’s not about how can I lose 10 pounds,  It’s not about how can I find the job that I love ?No, It’s how can I help somebody  I care about to live a healthy lifestyle. It’s how can  I help somebody I care about find a lifetime of joy in their work. Ironically we set out to help people solve the problems that we strugle with ourselves, than in turn is what teaches us the solutions.”

Simon Sinek

 

April 22nd, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!