0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Hong Kong Forest Kindergarten adalah sekolah TK yang ramah lingkungan dan berbasis pendidikan alam. Hong Kong terletak di daerah Tiongkok bagian tenggara dan dikenal karena kepadatan penduduknya yang mencapai 7 juta jiwa dan hidup di atas lahan seluas 1.104 km. Sebagian besar penduduknya adalah etnis Tionghoa dan berbahasa Kanton. Bahasa Kanton ini berasal dari Provinsi Guangdong, China.

 

Tempat ini termasuk salah satu yang paling global karena menjadi penghubung perdagangan utama serta pusat keuangan dunia yang menduduki posisi ketiga setelah New York dan London. Pada tahun 2014, Hong Kong juga menempati posisi kelima indeks Kota Global setelah New York, London, Tokyo, dan Paris.

 

Pada bidang pendidikan, dulunya Hong Kong menggunakan sistem pendidikan sama seperti sistem di Inggris, meskipun ada juga yang menggunakan sistem internasional.

 

Sistem pendidikannya terdiri dari taman kanak-kanak mulai usia tiga tahun meskipun tidak wajib, dan di umur enam tahun sudah wajib mendapat pendidikan sekolah dasar. Dalam program penilaian siswa internasional, sistem pendidikan di sana menduduki peringkat terbaik kedua di dunia.

 

Banyak permintaan penduduk, terutama dari para orang tua di Hong Kong agar anak-anaknya dapat belajar mengeksplorasi lingkungan tanpa merusak alam dan salah satu solusinya adalah Hong Kong Forest Kindergarten.

 

Sekolah ini mulai diresmikan pada bulan Maret 2015 di Cagar Alam Tao Po Kau. Pada mulanya Hong Kong terinspirasi dari Negara Swiss yang memiliki sekolah berbasis alam untuk anak-anak. Sekarang Hong Kong memiliki beberapa sekolah berbasis pendidikan alam dan dikhusukan untuk anak usia tiga sampai enam tahun.

 

Kurikulumnya bersifat abstrak seperti matematika dan komunikasi. Yang diajarkan pada peserta didik juga menyangkut tentang alam, tumbuhan, dan hewan. Tujuan Hong Kong mendirikan sekolah alam bagi anak-anak usia dini ini agar mendorong mereka menjadi pribadi yang lebih tangguh, percaya diri, mandiri dan kreatif.

 

Sekolah ini tidak seperti sekolah pendidikan pada umumnya yang memiliki gedung kelas yang bersekat dinding pembatas, bahkan mereka juga tidak memakai seragam khusus untuk sekolah.

 

Sekolah ini membuka sesi percobaan dua bulan belajar untuk anak-anak yang baru saja masuk, tujuan pada sesi ini untuk mengenalkan segala tentang alam kepada anak-anak agar mereka tidak terkejut dan mulai terbiasa mengikuti materi yang diberikan.

 

Setelah lolos dalam sesi percobaan selama dua bulan, anak tersebut bisa melanjutkan ke sesi belajar delapan bulan dan bergabung bersama anak-anak lainnya. Hong Kong Forest Kindergarten memiliki beberapa konsep, seperti memberikan penjelasan bahwa alam sebagai ruang belajar, alam sebagai objek pembelajaran, alam sebagai media dan juga bahan mengajar.

 

Anak-anak yang belajar di sini akan lebih banyak belajar di alam terbuka, bahkan hampir semua waktu digunakan untuk belajar di alam. Metode yang diajarkan oleh pengajar adalah metode action learning yaitu belajar melalui pengalaman.

 

Di sekolah ini anak-anak tidak akan merasa bosan, menjadi aktif dan lebih semangat dalam belajar. Selain itu, alam dirasa sangat cocok sebagai media belajar agar anak-anak lebih peduli lingkungan dan bisa menerapkan pengetahuan yang didapat sejak dini.

 

Anak-anak bebas berlarian, menjelajah alam serta menciptakan petualangan. Anak-anak diharapkan membawa tasnya masing-masing tanpa dibantu oleh orang tua, lalu berjalan kaki menelusuri hutan selama satu jam lamanya. Jika ada permasalahan atau perdebatan dengan temannya, anak tersebut harus menyelesaikan permasalahan sendiri dengan cara mereka masing-masing.

 

Di sini para orang tua harus membiasakan diri dengan membiarkan anak-anaknya tumbuh melangkah bebas di alam. Ketika ada anak terjatuh atau terluka di alam, orang tua harus membiarkan anaknya membersihkan dan mengobati lukanya sendiri. Anak lainnya yang melihat hal tersebut diajarkan untuk berempati dengan cara membantu.

 

Anak-anak di sini juga diajarkan bercocok tanam, merawat tanaman dan menjaga tanaman, memancing, memanjat, memetik tanaman buah atau sayur dan berenang di sungai.

 

Menurut kebanyakan dari para orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di Hong Kong Forest Kindergarten, mereka merasa anaknya lebih menghargai alam, berjiwa petualang, mandiri dan lebih tangguh dalam menghadapi situasi apapun.

 

Dari ulasan singkat di atas, kita bisa mempunyai gambaran bahwa sekolah alam dapat mendekatkan anak pada lingkungan serta peduli akan lingkungan di sekitar. Hong Kong Forest Kindergarten bisa menjadi contoh baik di bidang pendidikan, terutama untuk sekolah alam di berbagai wilayah di Indonesia.

 

hong kong forest kindergarten hong kong forest kindergarten hong kong forest kindergarten hong kong forest kindergarten

Bagikan ini:
error: Content is protected !!