0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Nugie adalah salah satu artis penyanyi yang terkenal pada era tahun 90-an yang juga pemerhati lingkungan. Pada awal karirnya, Nugie sangat ditentang oleh ayahnya karena ayahnya menginginkan Nugie lebih fokus pada kuliahnya.

 

Meskipun sangat ditentang ayahnya, Nugie tetap maju untuk terus berkarir dan berkarya dalam bidang musik. Katon Bagaskara, kakak Nugie selalu mendukung dan memberikan semangat kepada Nugie.

 

Katon Bagaskara adalah salah satu penyanyi Indonesia, jadi sangat wajar ketika Katon sangat mendukung Nugie untuk tetap pada bidang musik. Katon juga selalu meminjamkan studio musiknya untuk dipakai oleh Nugie. Katon juga yang memproduseri album pertama Nugie pada tahun 1995.

 

Fokus dalam dunia musik, tidak membuat Nugie lupa pada pendidikannya. Nugie menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan mendapatkan gelar sarjana dari FISIP Universitas Indonesia.  Kelulusan ini dipersembahkan Nugie untuk ayahnya tercinta untuk membuktikan kepada ayahnya kalau dunia musik tidak menghalanginya pada bidang pendidikan.

 

Dalam dunia musik, Nugie pernah membuat band yang bernama ALV, namun band ini bubar pada tahun 2003. Pada tahun 2007, Nugie membuat band kembali, band ini terdiri dari beberapa penyanyi pria Indonesia, seperti Ariyo Wahab, Baim (mantan vokalis Ada Band), dan Pongki Batara (mantan vokalis Jikustik).

 

Pada tahun 2009, band ini dinamakan The Dance Company dengan single lagu pertamanya berjudul “Papa Rock n Roll” dan langsung mendapat banyak perhatian dari masyarakat di Indonesia.

 

Nugie tidak hanya bergantung pada karirnya di bidang musik, ada enam iklan, tiga judul sinetron, dan tiga judul film yang sudah Ia bintangi. Sedangkan untuk penghargaan, Nugie sudah mendapatkan sebanyak tujuh penghargaan dalam perjalanan karirnya.

 

Sukses dalam berkarir, tidak membuat Nugie lupa pada lingkungan sekitar. Sejak kecil, Nugie sudah dididik untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, seperti mengumpulkan sampah dapur (organik) agar dibuat pupuk kompos, menyiram tanaman setiap sore dan membersihkan selokan rumah dari sampah-sampah yang sudah menumpuk.

 

Nugie juga menunjukkan kecintaannya pada lingkungan dalam bentuk lagu yang terlihat pada lagunya yang berjudul “Burung Gereja” dan “Pembuat Teh”. Kecintaan Nugie pada alam dan aktif menjaga kebersihan lingkungan membuat Unilever mengajaknya untuk bergabung pada pada program kebersihan. Pada program kebersihan ini Nugie sempat mengunjungi beberapa gedung sekolah. Setelah melihat langsung keadaan beberapa gedung sekolah, Nugie sempat kecewa, karena sekolah tempat anak-anak belajar tidak didukung oleh tempat yang nyaman. Beberapa sampah berserakan, saluran air kamar mandi yang mampet, dan sistem pembuangan yang tidak sehat dan tidak ramah lingkungan.

 

Menurut Nugie, dengan melakukan tindakan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, akan membuat perubahan yang sangat besar bagi lingkungan apabila dilakukan setiap hari.

 

Pada tahun 2014, Nugie didaulat menjadi Duta Lingkungan Hidup UNESCO. Sebagai aktivis lingkungan, Nugie tidak bosan berbuat sesuatu untuk pelestarian lingkungan. Salah satu cara Nugie untuk mengembalikan kelestarian alam dengan menanam Pohon Trembesi di 1350 KM Merak-Banyuwangi.

 

Pada bulan Mei 2015, Nugie sempat mengunjungi Baluran, Pantai Plengkung dan Kawah Ijen untuk konservasi. Selain bertujuan konservasi, Nugie ingin memajukan tourism.

 

Tidak hanya menyuarakan kecintaan pada lingkungan, Nugie benar-benar menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan dengan tidak menggunakan AC pada rumahnya, tidak menyalakan kran air atau listrik jika tidak digunakan.

Untuk mengurangi polusi, Nugie tidak menggunakan mobil atau motor. Nugie lebih memilih mengedarai sepeda saat berpegian. Tindakan yang dilakukan Nugie ini bukanlah untuk pamer  karena Ia sudah dikenal sebagai aktivis lingkungan. Nugie merasa bumi ini sudah sangat memprihatinkan dan sangat butuh perlindungan dari kita semua.

 

Nugie juga menerapkan hidup ramah lingkungan  kepada anaknya, seperti membawa wadah makanan dan botol air minum saat berpergian. Pada saat belanja berbagai kebutuhan, Nugie selalu membawa tas dari rumah. Hal ini dilakukannya agar penggunaan plastik berkurang yang serta merta akan mengurangi pencemaran lingkungan.

 

Pada bulan November 2017 lalu, Nugie juga kembali beraksi dengan menanam puluhan Pohon Trembesi di 296 KM Pulau Madura.  Kekhawatiran terhadap lingkungan sangat  dirasakan Nugie saat ini sehingga diperlukan dukungan dari semua lapisan masyarakat yaitu dengan cara merawat serta melindungi lingkungan. Setiap  kebaikan walaupun kecil akan berdampak besar bagi masa depan. Mari kita lakukan dari sekarang seperti yang di lakukan oleh Nugie.

 

nugie nugie nugie

Bagikan ini:
error: Content is protected !!