0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Suaka Margasatwa Rawa Singkil adalah salah satu hutan rawa gambut yang dimiliki Indonesia, terletak di Kabupaten Aceh Selatan. Hutan rawa gambut ini merupakan gabungan antara hutan hujan tropis dan hutan gambut. Kawasan ini merupakan kawasan hutan rawa yang letaknya di daerah pantai barat Aceh.

 

Hutan rawa gambut sangat penting keberadaannya karena perannya sebagai tempat cadangan air alami yang menyerap untuk menyimpan kelebihan air dari daerah-daerah sekitar dan mengurangi resiko banjir. Memiliki kekayaan alam yang begitu unik dan bernilai penting bagi kehidupan makluk hidup, terdapat berbagai jenis ekosistem dalam satu kawasan. Hutan ini juga menjadi habitat satwa langka yang terancam punah, seperti orangutan Sumatera, harimau Sumatera, gajah Sumatera, badak Sumatera, tapir, dan lainnya.

 

Hutan ini juga memiliki kekayaan flora yang bernilai ekonomis tinggi, di antaranya adalah jenis kayu Meranti, Gaharu, Damar, Kapur, Kerwing. Oleh karena itu, hutan ini ditunjuk sebagai Kawasan Pelestarian Alam berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 166/Kpts-II/1998.

 

Isi keputusan tersebut adalah bahwa adanya perubahan fungsi dan penunjukkan kawasan Hutan Rawa Singkil yang terletak di Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Selatan, dengan luas mencapai 102.500 hektare menjadi Kawasan Suaka Alam dengan nama Suaka Margasatwa Rawa Singkil.

 

Bagi sebagian besar masyarakat lokal Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil menggantungkan hidupnya pada hutan rawa singkil ini. Mereka hanya memanfaatkan sumber daya alam yang bersifat berkelanjutan.

 

Namun, pada tahun 2015, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 103/MenLHK-II/2015 yang menetapkan untuk mengurangi luas Suaka Margasatwa Rawa Singkil menjadi 81.338 hektare. Pengurangan luas hutan mencapai 20 ribu hektare.

 

Kini kondisi Suaka Margasatwa Rawa Singkil perlahan mengalami kehancuran. Adanya perburuan terhadap hewan-hewan langka mengakibatkan keberadaan hewan langka tersebut punah dan merusak ekosistem yang ada di kawasan hutan rawa singkil.

 

Belum lagi maraknya pembukaan lahan besar-besaran mulai dengan cara pembakaran hutan yang dilakukan secara sengaja, serta membuka lahan dengan menggunakan alat berat yang tujuannya untuk menjadikan kawasan hutan rawa singkil menjadi lahan pertanian atau perkebunan kelapa sawit dan karet.

 

Sekitar 80 hektare hutan di wilayah ini telah dibuka untuk perkebunan kelapa sawit, tepatnya terjadi di Desa Ie Meudama Kecamatan Aceh Selatan. Hal ini dilakukan oleh mafia lahan yang ingin menjadikan hutan konservasi ini sebagai perkebunan. Masyarakat lokal tidak mungkin merusak hutan yang menjadi tempat mereka menggantungkan hidupnya dengan membuka kebun sawit yang luasnya puluhan hektare, apalagi menggunakan alat berat. Hanya mafia yang serakah mampu melakukannya.

 

Jika perusakan ini terus terjadi maka yang akan merasakan bencana paling besar adalah masyarakat lokal yang tinggal di sekitar hutan rawa singkil dan akan menjadi beban baru bagi pemerintah. Untuk mencegah hal itu terjadi, pemerintah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh beserta timnya melalukan patroli rutin.

 

Selain itu, beberapa operasi gabungan dilakukan dari kepolisian dengan balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup

dan Kehutanan Sumatera. Pencegahan juga dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat sekitar agar tidak salah memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

 

Pemerintah bersama masyarakat sekitar berjanji dan berupaya untuk menjaga kawasan hutan rawa singkil agar keanekaragaman hayati di kawasan ini tetap lestari. Hutan ini merupakan potensi yang dapat diandalkan di bidang eco-wisata. Pesona alam dan keunikan hutan rawa singkil merupakan daya tarik sendiri yang diminati para wisatawan dan peneliti untuk mengenal keberagaman flora dan fauna yang ada. Oleh karena itu keberadaan Suaka Margasatwa Rawa Singkil sangat perlu dilindungi dan dilestarikan.

 

rawa singkil rawa singkil rawa singkil rawa singkil rawa singkil rawa singkil rawa singkil rawa singkil

Bagikan ini: