Reclaim To Wear adalah metode menghasilkan pakaian yang indah menggunakan kelebihan dari industri fashion seperti stok, sisa-sisa dan off-cuts atau salah dalam proses pemotongan. Hal tersebut dilakuka untuk memastikan bahwa sebagian besar limbah tekstil pra-konsumen digunakan kembali dengan cara yang kreatif dan diperkenalkan kembali ke dalam pasar sebagai produk baru yang telah di-upcycled.
Hal ini merupakan cara menggunakan semua kain yang masih bagus namun sudah merupakan sisa dari koleksi para desainer. Dengan semua tantangan lingkungan yang kita hadapi, industri fashion mencari solusi desain untuk masa depan. Terkadang, agar benar-benar inovatif, Anda harus mengambil apa yang terbaik dari masa lalu dan membawanya ke masa depan atau masa sekarang.
Mereka bersama-sama dengan para desainer, pemilik toko dan industri mode mengumpulkan limbah sehingga dapat mewujudkan komitmen lingkungan yang kuat melalui inovasi desain sehingga bahan lebih tersebut menjadi terbarukan kembali.
Proyek ini membantu mengidentifikasi dan mendahului bahan surplus tersebut sebelum menjadi limbah, untuk memodelkan industri cerdas baru yang bekerja secara berkelanjutan bersama mitra utamanya.
Reclaim To Wear dan Kolaborasi dengan Top Shop
Anda akan terkesima setelah melihat kolaborasi yang di lakukan dengan beberapa merek terkelan seperti telah hadir di Topshop.com. Tim desain mereka telah bekerja dengan Orsola de Castro dan Filippo Ricci dari Reclaim To Wear, yang mengkhususkan diri dalam menciptakan pakaian luar biasa dengan menggunakan hanya sisa kain dari industri fashion.
Orsola dan Filippo bersama dengan tim desain Topshop dan Stephen Mongan, Kepala Sourcing dan Layanan Teknis telah membahas tentang proyek tersebut. Merea juga memberikan kiat praktis tentang cara membuat sendiri potongan-potongan busana yang bisa direklamasi oleh Anda sendiri.
Perintis RTW yaitu Orsolo dan Filippo di festival desain Sri Lanka beberapa tahun yang lalu benar-benar benar-benar memberikan inspirasi dari cara mereka bekerja yaitu mengubah kain yang dianggap sebagai ‘limbah’ menjadi pakaian yang luar biasa indahnya dan unik.
Apa inspirasi desain di balik koleksi Reclaim To Wear dan Top Shop?
Top Shop berkata bahwa mereka memiliki gaya dengan sentuhan New York, yaitu yang berestetika bersih dan mengambil ide dari fakta bahwa para New Yorker bekerja dengan pabrik jersey. Selain itu mereka terinspirasi oleh tali dan jaring yang mereka temukan secara tidak sengaja di ruang bawah tanah.
Menurut Top Shop bekerjasama dengan RTW adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Menggunakan bahan yang hanya tersedia di tempat tersebut dan mengkombinasikannya dan berusaha menggabungkan baik motif dan warna sangat menarik. Menggabungkan semua itu kedalam suatu pakaian bisa menghasilkan hasil karya yang sangat unik.
Top Shop menganggap proyek peremajaan kembali dalam pakaian sangat penting karena perlu untuk menghormati dampak yang mereka ciptakan jika limbah tersebut tidak di daur ulang terhadap bumi. Top shop menganggap ini adalah cara mereka membantu untuk mendorong terciptanya lingkungan yang sehat karena itu adalah tanggung jawab semua orang termasuk mereka.
Merek yang berbasis di London yaitu Reclaim To Wear pertama kali diperkenalkan oleh label fashion From Somewhere, yang didirikan pada tahun 1997 oleh Orsola de Castro dan Filippo Ricci.
Label ini adalah pelopor dalam mode ekologi dan menjadi yang pertama berkolaborasi dengan rumah mode untuk memotong produksi off-cuts ke kreasi asli yang menawan dan dengan daya jual yang tinggi.
RTW juga telah bekerja sama dengan para akademisi, pemilik toko pakaian dan konsumen untuk mengatasi masalah limbah teksti tersebut. Berkat kerja sama tersebut, jumlah kain yang mereka dapatkan bisa lebih besar untuk dapat diproses. Misalnya, Reclaim To Wear telah bekerja sama dengan Top Shop, menggunakan kembali kelebihan tekstil pakaian di tiga koleksi terbaru mereka.



