Tas ramah lingkungan semakin menjadi trend dan makin di gemari karena s semakin banyak yang tampil desain yang menarik dan misi sosial di balik hal tersebut yang mendorong para pembeli ingin turut berpartisipasi.
Perusahaan United Airlines sebelumnya telah meluncurkan koleksi tas yang unik karena dibuat dari banner publikasi milik maskapai mereka yang sudah tidak terpakai lagi. Kali ini maskapai Alaska Airlines mengikuti jejak yang sama dengan menggunakan bahan bekas dari kulit kursi pesawat yang sudah tidak terpakai lagi. Alaska Airlines mengolah kembali bagian dari kursi penumpang pesawat yang sudah tua menjadi berbagai produk tas dengan desain yang cantik.
Alaska Airlines bekerjasama dengan Looptworks agar bisa menggunakan kembali kulit kursi penumpang yang sudah lama dari pesawat Horizon Air, anak perusahaan dari Alaska Airlines. Kulit kursi pesawat tersebut bisa di ubah menjadi berbagai tas yang tidak hanya desain yang menarik juga berkualitas tinggi.
Tas Ramah Lingkungan x Looptworks
Looptworks sendiri merupakan brand asal Portland yang sudah terkenal bisa mengolah barang-barang bekas menjadi produk baru yang di jual dengan nilai yang tinggi. Bisa di bayangkan dari kulit kursi pesawat yang sudah tidak terpakai, dapat tercipta koleksi seri tas punggung, dompet, tas laptop, tote bag, tas selempang hingga tas weekender untuk kaum wanita dan pria.
Banyak hal yang membuat tas tersebut menjadi spesial di mata para pembeli. Koleksi tas yang diberi label “Carry On Collection” ini dibuat eksklusif dan sesuai pesanan, sehingga tas ini tergolong limited edition. Selain itu, tas ini pun diproduksi non-profit dan mempekerjakan para penyandang disabilitas di Oregon, serta diproduksi secara handmade oleh penduduk lokal setempat dan menawarkan garansi life time.
“Misi kami adalah untuk menginspirasi adanya perubahan, baik bagi para pembeli dan bisa menjadi model dalam industri manufaktur, karena perlu di akui lebih mudah untuk membuat produk dari bahan baru, berbeda dengan mengolah ulang bahan yang ada,” ujar Scott Hamlin, pendiri dari Looptworks.
Ide ini pun mampu mengurangi kebutuhan produksi kulit dengan jumlah banyak dan mengurangi penggunaan air hingga 1.500 galon air per produknya. Sebuah produk upcycling ini diharapkan tidak hanya berpengaruh terhadap lingkungan dan alam, namun juga berguna untuk masa depan dunia fesyen sehingga bisa lebih mengarah ke mode berkelanjutan. Selain itu bisa memberikan kehidupan kedua bagi barang-barang bekas tersebut untuk bisa menjadi produk yang lebih dihargai bagi para pelanggananya.
Tas Ramah Lingkungan Adalah Hadiah yang Tepat
Sebelum Anda membeli hadiah tahun baru, pikirkan dari mana asal produknya dan ke mana misi dari perusahaan tersebut serta bagaimana agar bahan tersebut tidak dibuang hingga membuat limbah semakin banyak. Para pembeli sebaiknya bisa memikirkan bagaimana produk tersebut diproduksi dan bagaimana pada akhirnya produk tersebut akan dibuang?Apakah ada alternatif lain selain menjadi sampah selamanya. Looptworks selalu memikirkan hal ini. Produknya mulai dari tas,tempat penyimpanan iPad, dan aksesori lainnya, semuanya mampu diubah dari bahan bekas.
Co-founder perusahaan, Scott Hamlin, mengatakan tentang ekonomi lingkaran, karena dia tidak suka kata membuang karena menyiratkan kotor. Sebaliknya, ia memilih untuk menggantinya dengan kata kelebihan sehingga ia dengan mitra bisnisnya, Gary Peck, telah menciptakan bisnis upcycling.
Maskapai penerbangan harus membuang lebih dari 40 akre kulit yang digunakan dan mengganti dengan bahan kulit yang lebih ringan. Langkah cerdas yang dilakukan dengan memutuskan untuk tidak membuang, malah memberikannya salah satunya kepada Looptworks yang mengkhususkan diri dalam daur ulang dan mengubahnya menjadi tas ramah lingkungan yang bercita rasa seni tinggi.



