“Just being there for someone can sometimes bring hope when all seems hopeless.” Dave G. Llewelyn
Mobil kembali melaju pelan dan lampu jalan dengan kerlipan kuning terus bergeser di kaca depan, membuat sore yang hampir menjadi malam terasa lebih lembut.
Saya menoleh perlahan pada Chloe dan Sophie yang masih tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Sophie memeluk bonekanya, sementara Chloe memainkan ujung bantal kecil di pangkuannya.
“Sophie sayang,” saya berkata pelan, “Terima kasih atas doanya tadi.” Sophie mengangguk kecil. “Mama looked a little sad,” suaranya lembut seperti biasanya. “So I asked Allah to make your heart not heavy.”
Ada hangat yang pelan muncul tanpa saya undang. “Doa Sophie selalu membuat Mama tenang.” Chloe menoleh sebentar. “I just hold your hand. I dont know what to say but I want you to feel I am here.”
Tatapan saya beralih padanya sedikit lebih lama. “Itu sudah lebih dari cukup, sayang. Kadang orang cuma butuh ditemani.” Chloe mengerutkan dahi, mencoba memahami. “So just stay? Even if I dont know what to do?”
“Iya, sayang,” sambil membelai rambutnya. Sophie ikut menyela dengan mata berbinar kecil. “Like when I sit with Chloe when she cries. I dont talk. I just sit.” Chloe langsung menoleh. “Yeah. That helps.”
Saya memandangi mereka berdua. “You know what, kadang orang dewasa pun perlu hal yang sama.” Sophie mengangguk pelan. “Mama, we can stay. We are tiny but we can stay.”
“If you love someone, the greatest gift you can give them is your presence.” Thich Nhat Hanh
Part 5.

