0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Clare Press  adalah editor dan penulis yang sangat peduli terhadap lingkungan dan duduk di dewan penasihat Australia untuk Revolusi Mode . Ia di dapuk oleh Vogue Australia sebagai editor tentang keberlanjutan atau sustainability. Hal ini merupakan hal yang terjadi pertama kali di dunia, dimana majalah mode Vogue telah menciptakan posisi baru yang didedikasikan untuk membahas tentang keberlanjutan.

 

Ia merupakan salah satu jurnalis mode paling dihormati di Australia, pernah menjabat sebagai direktur majalah dari tahun 2005 hingga 2009 dan yang terbaru, ia memegang posisi editor mode di Marie Claire Australia.

Clare Press dan Wardrobe Crisis Podcast

Press juga menyajikan Wardrobe Crisis podcast  yaitu acara digital audio yang mengeksplorasi mode melalui lensa keberlanjutan, etika dan kreativitas. Tamu-tamu dalam seri pertamanya meliputi: perancang Karen Walker, Milliner Stephen Jones, direktur kreatif  dari Barney yaitu  Simon Doonan, pendiri TOMS yaitu Blake MyCoskie, dan ilmuwan Tim Flannery.

 

Tamu dalam seri kedua telah di luncurkan di podcast pada 14 Februari 2018 dengan tamu yang termasuk pendiri Kowtow,  yaitu Gosia Piatek, perancang KitX Kit Willow dan Christopher Raeburn.

 

Clare adalah pendukung mode berkelanjutan dan merupakan penulis dari tiga buku yaitu The Dressing Table yang membahas tentang gaya , buku kedua yaitu Wardrobe Crisis, How We Went From Sunday Best to Fast Fashion. Buku ini dinobatkan sebagai salah satu buku terbaik pada tahun 2016 oleh The Age dan Sydney Morning Herald. Buku ini sangat populer sehingga di terbikan lagi di Amerika pada tahun 2018  dan  didukung oleh pendiri Revolusi Mode yaitu Orsola de Castro.

 

Setelah kedua buku yang sukses, ia mendulis buku ketiga yaitu Rise & Resist, How to change the worlddan di terbitkan bulan ini pada bulan Oktober 2018.Selain sebagai penuliss, Clare juga menulis di majalah Sunday Style edisi Australia, di mana kolom “Fash Fwd” yang dibinanya mencapai 3 juta pembaca setiap minggu. Sampai saat ini, ia menulis kolom di Sustainable style di majalah Daily Life.

 

Dia telah menjadi kolumnis untuk InStyle yaitu majalah bulanan yang pertama kali memberikan kritik terhadap dunia mode dan memulai karirnya sebagai penulis senior di Rolling Stone. Selama kariernya di dua dekade ini,tulisannya telah beredar dibanyak majalah antara lain: AnOther, Nylon, Harper’s Bazaar, Elle, Fashionista, Sydney Morning Herald, dan masih banyak lagi. Ia juga telah mewawancarai orang-orang terkenal seperti Kim Kardashion, Beyoncé, Yvon Chouinard, Pharrell dan Katharine Hamnett.

 

Clare Press dan Vogue Australia

Sejak menjadi editor keberlanjutan di majalah Vogue,  ia berperan untuk menciptakan dan memastikan keberlanjutan adalah fokus untuk Vogue Australia. Mereka membahas tentang berita mode etis secara online seperti konferensi mode pertama Australia atau desainer David Jones yang baru-baru ini mendukung Revolusi Mode .

 

Ia akan menjadi pembicara di  Copenhagen Fashion Summit dan akan membahas pentingnya transparansi dalam dunia mode. Mengapa hal itu penting bagi konsumen dan apa yang dilakukan merek – dan dapat dilakukan – untuk meningkatkannya.

 

Semua turut bekerjasama meningkatkan pentingnya transparasi termasuk pemilik merek dunia seperti Paul van Zyl dari Maiyet, Carry Somers dari Fashion Revolution, Baptiste Carriere-Pradal yang merupakan wakil presiden dari Koalisi Pakaian Berkelanjutan, Rachel Arthur dari The Current dan Lars Axelsson, MD of Arket .

 

Clare Press berharap ditingkatkannya kolaborasi mulai dari pemilik merek, penggemar mode, pemakai pakaian pada umumnya, media, LSM, regulator, aktivis. Kolaborasi diperlukan karena mentalitas “kita dan mereka” dapat memperlambat semua orang.

 

clare press clare press clare press clare press clare press clare press

Bagikan ini: