0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Aktor  Nicholas Saputra lahir di Jakarta pada tanggal 24 Februari 1984. Ia merupakan salah satu aktor papan atas dan di kenal sebagai Rangga berkat filmnya Ada Apa Dengan Cinta , berpasangan dengan Dian Sastro yang berperan sebagai Cinta.

 

Nicholas mempunyai karakter yang cukup misterius dan sangat suka fotografi dan traveling menjelajah alam. “Travelling sangat baik untuk jiwa karena disaat Anda travelling, Anda akan menjadi orang yang lebih  terbuka. Anda akan menyadari bahwa manusia tidak hanya satu jenis. Budaya dan kulturnya bermacam-macam. Begitu pula dengan alam di sekitar kita,” tegasnya. Hal itu pula yang membawa Nico mulai bersentuhan dengan dunia konservasi sejak tahun 2005 tak lama setelah bencana tsunami melanda Aceh.

 

Nicholas juga terlibat bersama The Nature Conservacy sejak tahun 2008. Ia memperkenalkan ruang kelas dan perpustakaan keliling di Raja Ampat, Papua. Hingga saat ini ia aktif membantu konservasi hutan dan orang utan di Indonesia. “Ketika kita mendatangi suatu tempat, menikmati keindahannya, otomatis muncul perasaan untuk melindungi apa yang kita lihat, karena keindahan dan alam itu saling berkaitan. Konservasi  penting untuk menjaga keindahan, agar terus terjaga secara berkesinambungan,”tegasnya.

 

Nicholas dan Kecintaanya kepada Gajah

Nicholas juga sering menghabiskan waktu bersama hewan favoritnya, Gajah. Dalam akun Instagram miliknya, terlihat banyak foto hasil jepretannya yang kebanyakan bertema alam dan gajah. Ia cukup sering berada di wilayah konservasi gajah dan aktif melakukan hal itu sejak tahun 2005. Salah satu wilayah konservasi yang ia pernah kunjungi adalah Gajah Tangkahan yang terdapat di Sumatera Utara.

 

Kecintaannya kepada gajah membuat Uni Eropa mengajaknya terlibat dalam pembuatan film dokumenter Save our forest Giants yang bertujuan mempromosikan perlindungan gajah, serta menyorot pentingnya keberadaan gajah dan perlindungan terhadap  hutan Indonesia. Gajah dapat meningkatkan risiko kematian bagi anak gajah dan Gajah bagaikan payung besar. Jika kita melindungi habitat gajah, kita bisa melindungi hewan lainnya

 

“Sekitar 10 tahun lalu saya berpergian ke Tangkahan. Di situ saya tertarik dan mendengar banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi karena itu, saya merasa  meningkatkan kesadaran masyarakat adalah tanggung jawab saya,” ujar Nicholas.

 

Selain menyorot tentang pentingnya melindungi hutan, film ini juga bertujuan  untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong penelitian tentang virus herpes baru, EEHV yang mengakibatkan tingkat kematian tinggi pada gajah muda Asia yang berumur 1-8 tahun.

 

Seperti kita ketahui populasi gajah semakin berkurang, disebabkan oleh beberapa faktor, pertama karena konflik gajah dengan manusia misalnya habitat mereka  yaitu hutan telah banyak menjadi perkampungan. Kedua, penyakit dan virus.

 

 

Nicholas Saputra dan Kecintaannya Kepada Alam

Kepedulian Nicholas terhadap lingkungan juga terlihat dari cara ia memilih rumah. Ia berusaha menerapkan konsep ramah lingkungan pada rumah yang ia bangun.  Ia berkata bahwa hemat energi bukan hanya mengurangi penggunaan tapi juga meningkatkan efektivitas dari apa yang kita pakai. Sebagai seorang lulusan teknik arsitek, membangun rumah adalah hal yang sangat menarik bagi dirinya.

 

Salah satu cara yang ia terapkan agar rumah yang sedang dibangunnya menjadi rumah ramah lingkungan, ia meminta arsitek merancangnya untuk hemat energi. Ia hanya ingin menggunakan AC ketika malam hari ketika tidur Kepeduliannya pada efisiensi penggunaan listrik ternyata sudah melekat sejak kecil karena ayahnya adalah seorang teknisi listrik sehingga menularkan kepeduliannya terhadap listrik kepada anak-anaknya.

 

Dengan berjalannya waktu, pemaknaan Nicholas Saputra pada hakikat dalam mencintai lingkungan bertambah. Ia merasa traveling semakin mengasah kepekaannya dan kecintaanya kepada alam dan juga binatang  yang hampir punah seperti gajah.

 

nicholas saputra nicholas saputra nicholas saputra

Bagikan ini: