0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Petrifying Well adalah nama sebuah sumur di Inggris yang diyakini memiliki kekuatan magis karena semua benda yang terkena air dari sumur ini akan berubah menjadi batu. Penduduk sekitar percaya bahwa sumur ini telah dikutuk oleh iblis sehingga memiliki kemampuan seperti itu. Namun, itu hanyalah mitos semata. Nyatanya, perubahan benda menjadi batu merupakan sebuah proses alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

 

Petrifying Well atau sumur yang membatu adalah sumber air yang dapat menjadikan benda-benda seperti batu. Benda yang ditempatkan sedemikian rupa di sumur itu dan dibiarkan selama beberapa minggu atau bulan akan memperoleh eksterior berbatu.

 

Mulanya hal itu diyakini sebagai hasil dari sihir atau buatan penyihir, tetapi fenomena tersebut sepenuhnya alami karena proses penguapan dan pengendapan di perairan. Proses ini terjadi karena banyaknya kadar mineral yang terkandung dalam air di sumur. Pembatuan diakibatkan oleh molekul penyusun dari benda asli diganti–bukan sekadar dilapisi–dengan molekul batu atau mineral.

 

Beberapa contoh sumur yang membatu di Inggris saat musim semi adalah Gua Mother Shipton di Knaresborough dan Matlock Bath di Derbyshire. Ada juga sumur membatu di Irlandia seperti yang dicatat oleh John Rutty di Howth Head, di antara lokasi lainnya.

 

Petrifying Well Inggris

North Yorkshire memiliki sumur membatu yang telah menarik banyak pengunjung selama bertahun-tahun. Sumur itu berada di Knaresborough, North Yorkshire. Para pengunjung sangat bersemangat untuk melihat proses aneh dari benda-benda yang berubah menjadi batu.

 

Beratus-ratus tahun lamanya tempat yang dulunya Sumur Dripping itu dipercaya penduduk sekitar sebagai sumur yang dikutuk oleh iblis. Mereka bahkan meyakini bahwa jika ada orang yang menyentuh air di sana juga akan berubah menjadi batu. Ketakutan mereka semakin diperparah dengan bentuk sisi sumur yang nampak seperti tengkorak raksasa. Padahal, fenomena pembatuan itu terjadi karena air di sana memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi sehingga mampu mengubah objek menjadi batu.

 

Proses pembatuan itu terjadi di lubang air mistis di tepi Sungai Nidd dekat Knaresborough. Segala macam benda sehari-hari yang ditinggalkan di sana secara perlahan akan mengubah casing luar mereka menjadi seperti batu.

 

Casing ini terdiri dari batu turfa dan travertine. Semua benda yang menyentuh air sumur akan membatu setelah beberapa bulan. Ini adalah proses yang sama yang terjadi pada pembentukan stalaktit dan stalagmit, hanya saja waktu terjadinya jauh lebih cepat. Di Petrifying Well, barang membatu yang paling populer adalah boneka beruang. Untuk membuatnya menjadi batu hanya diperlukan waktu antara 3-5 bulan saja. Boneka itu kerap kali ditempatkan oleh staf di sana kemudian setelah mengeras akan dijual di toko suvenir terdekat.

 

Mitos Petrifying Well

Sumur jenis ini telah tercatat sejak ratusan tahun lalu. Referensi tertulis yang paling pertama tertanggal tahun 1538 ketika John Leyland, seorang mahasiswa Henry VII, mengunjungi tempat itu untuk pertama kalinya.

 

Kala itu John memperhatikan banyak penduduk setempat yang minum dan mandi di bawah air sumur itu. Para penduduk berpikir bahwa air itu memiliki kekuatan ajaib untuk menyembuhkan penyakit. Namun, lama-kelamaan ditemukan fakta bahwa meminum air dengan kandungan mineral yang tinggi justru malah tidak aman untuk tubuh.

 

Sumur membatu ini juga terkenal berkat Mother Shipton. Ia adalah putri seorang pelacur lokal yang lahir di gua dekat sumur terkutuk Petrifying Well. Gua itu kemudian diberi nama Mother Shipton’s Cave.

 

Menurut legenda, Mother Shipton adalah orang yang sangat aneh dan agak mirip penyihir. Wanita ini juga tertarik untuk membuat obat dan ramuan dari bunga dan herbal di hutan terdekat. Ia juga disebut-sebut dapat memprediksi masa depan sehingga dengan cepat ia dikenal sebagai Nabi Knaresborough.

 

Diceritakan bahwa wajah Mother Shipton sangat jelek, bahkan sejak ia masih bayi. Hal itu selalu dikaitkan dengan ayahnya yang diyakini sebagai seorang iblis. Tubuh Mother Shipton penuh cacat, sehingga membentuk rasa ingin tahu tetangga sejak masa kecilnya. Untuk menghindarinya, Mother Shipton memberi mereka banyak hal lain untuk dibicarakan, misalnya ramalan lirisnya.

 

Layaknya Nostradamus (pengarang ramalan ternama dari Perancis), wanita itu dikisahkan telah meramalkan Kebakaran Besar London pada tahun 1666, kekalahan Armada Spanyol pada 1588, serta penemuan telepon seluler. Seiring dengan semakin tumbuhnya ketenaran Mother Shipton, begitu pula dengan ketenaran Petrifying Well.

 

Pada tahun 1630, tanah tempat sumur membatu berada dijual oleh Raja Charles I kepada pria lokal bernama Sir Charles Slingsby. Saat itu sumur membatu ini sangat terkenal sehingga si pria lokal itu pun mulai menarik pengunjung untuk tur yang dipandu di sekitarnya. Tanpa sadar, Slingsby telah menciptakan daya tarik pengunjung pertama di Inggris.

 

Demikianlah mitos yang berhembus di kalangan warga sekitar sumur. Meski sempat dinilai mistis, ternyata ilmu pengetahuan mampu mematahkan mitos itu. Bagaimanapun juga tempat ini merupakan warisan alam yang sangat patut dijaga, Keindahan dan kelestarian tempat ini sangat memerlukan perhatian dari banyak pihak agar tidak terancam punah. Selain sumur Petrifying Well, pengunjung juga bisa mengintip ke dalam gua dan menikmati pesona hutan di dekatnya.

 

petrifying well petrifying well petrifying well petrifying well petrifying well

Bagikan ini: