0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Everything is based on a simple rule: Quality is the best business plan, period.”

— Steve Jobs

 

Orang Jepang memiliki filosofi hidup yang sangat berbeda dengan negara lain. Salah satu yang berkesan saat menginap di apartment dan ibu pemiliknya sedang menyiapkan bento untuk anaknya.  Ia melakukan dengan perlahan dan eye to detail karena tujuannya bukan  hanya untuk memberi anaknya makan, tetapi juga untuk menyampaikan pesan betapa dirinya sebagai ibu mencintai sang anak.

 

Tapi kenapa orang Jepang sangat peduli?  Ibu tersebut menerangkan bahwa dalam budaya Jepang terdapat beberapa konsep yaitu “Omoi-yari” berarti caring for others dan “Kaizen” yaitu tindakan terus-menerus untuk mencapai titik kesempurnaan. Selain itu juga “Taisetsu ni suru” yang berarti  you are so precious to me. Semua konsep itu jika digabung  maka miracle happens : Outstanding quality !

 

Angin semilir menemani langkah saya pagi itu saat meninggalkan apartemennya dan  memasuki seven eleven untuk membeli minuman favorite , roasted green tea. Setelah itu melanjutkan langkah kaki memasuki venue tradeshow di Tokyo Big Sight.

 

Sejak pagi, tak  henti disibukkan dengan sederet repeated buyers yang datang silih berganti dan beberapa buyers baru yang melakukan sample order. Menjelang sore, panitia datang ingin meminjam salah satu koleksi best seller dari Sarah Beekmans horn jewelry.

 

Saya sempat kebingungan mencari karena semua sudah terlanjur berpindah tangan ke para buyers yang sudah datang sedari pagi.  Akhirnya teringat masih ada satu koleksi yang lupa dipajang, terinspirasi oleh birunya langit saat senja dan natural horn yang melambangkan tanah dengan sentuhan alaminya.

 

Saya menyerahkan walau pun masih bingung untuk apa, namun sebelum meninggalkan ia sempat berkata dalam bahasa Inggris, congratulations dan saya membalas dengan senyuman penuh tanda tanya.  Keesokan paginya, saat meninggalkan booth untuk membeli yoghurt di vending machine, saya melewati jejeran product yang semuanya terlihat delicate.

 

Langkah tiba-tiba terhenti saat melihat kalung yang kemarin dipinjam oleh Event organizer ada diantara jejeran display.

“Lho kalungku koq ikutan ada di sini.”  Batin penuh tanda tanya karena tidak mengerti  keterangan yang tertera dalam  bahasa Jepang .  Saat menengok ke pilar barulah mengerti karena disertai tulisan dalam bahasa Inggris : Most popular import products.

 

Seketika saya mengeluarkan handphone dengan tangan bergetar dan nafas tersenggal menahan rasa haru yang menyeruak di dada.

“Oh itu maksud congratulations-nya” Kembali otak mencoba merangkai semua puzzle yang terjadi kemarin.  Tak terasa air mata haru mengalir perlahan. Menembus export ke Jepang  adalah yang paling susah di dunia, apalagi menjadi leader dalam horn jewelry di sana.

 

Memory kembali terputar saat  perjuangan jungkir balik bersama mbak Ayu dan mbak Yovi yang dengan sabar menggenggam tangan saya sejak dari merangkak hingga belajar untuk melangkah walaupun awalnya tertatih-tatih.

 

Selama pameran, banyak  bertemu exporter handal yang juga dari Indonesia. Mereka menjelaskan bahwa marketing approach saat melakukan kampanye product di  Indonesia adalah  lebih memilih menonjolkan  value  daripada melabeli product tersebut sebagai buatan dalam negeri.

 

Saat saya bertanya alasannya, mereka menjawab singkat kalau itu bukan sisi yang mereka jual dan bukan type yang ingin dibeli karena belas kasihan.  Itu akan mencoreng product Indonesia lain yang kualitasnya outstanding dan mampu bersaing hingga ke kancah international.

 

Teringat akan kejadian yang hampir mirip dan pernah saya alami saat ingin membeli papan surfing.  Setelah research dan konsultasi dengan coach surfing anak-anak, akhirnya bisa menemukan papan surfing yang outstanding quality dan bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh ketiga anak saya.

 

Kebetulan saja papan surfing-nya buatan Indonesia dan ternyata maker-nya sama sekali tidak menonjolkan kalau ini adalah buatan dalam negeri.  Pemiliknya mampu membuktikan bahwa product-nya akan tetap dibeli karena quality walau pun harganya melebihi harga barang import yang sejenis .

 

Dear me, jangan pernah menggunakan tameng nasionalisme untuk menutupi ketidakmampuan dalam bersaing terutama di kancah international. Tetap maju menerjang tantangan walau pun tentunya deburan ombak  di samudra akan jauh lebih kuat daripada hanya mengambang di kali tanpa tujuan.

 

“Quality is never an accident; it is always the result of high intention, sincere effort, intelligent direction and skillful execution; it represents the wise choice of many alternatives, the cumulative experience of many masters of craftsmanship. Quality also marks the search for an ideal after necessity has been satisfied and mere usefulness achieved.”

John Ruskin – A gifted painter and a writer

June 9th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!