0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Taman Laut Bunaken adalah salah satu objek wisata bawah laut terindah yang dimiliki Indonesia, terletak di kelurahan Bunaken, kecamatan Bunaken, kota Manado, Sulawesi Utara. Kaya akan keanekaragaman biota laut menjadikan tempat ini dikenal hingga mendunia. Kini keberadaannya terancam rusak akibat banyaknya sampah plastik.

 

Taman Nasional Bunaken telah ditetapkan pemerintah sejak tahun 1991. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 730/Kpts-II/1991 tanggal 15 Oktober 1991 luasnya mencapai 89.065 Ha. Taman laut ini terdiri dari 5 pulau yang termasuk dalam kawasan taman nasional, yaitu Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Nain, Pulau Siladen dan Pulau Mantehage beserta anak pulau yang berada di sekelilingnya.

 

Disebut sebagai surga bagi para penyelam kelas dunia, tempat ini memiliki ribuan spesies ikan dan puluhan jenis terumbu karang serta aneka biota laut lainnya. Hampir semua jenis biota laut dapat ditemukan di perairan Bunaken ini, sehingga tempat ini diklaim sebagai taman bawah laut paling lengkap biodiversitasnya (keanekaragaman hayati) di dunia.

 

Kini kondisi taman laut Bunaken terancam rusak dan kehilangan pesona keindahan akan keberagaman biota lautnya. Tidak sedikit para wisatawan yang berkunjung untuk menyelam mengeluhkan banyaknya sampah plastik yang mereka jumpai saat menyelam dan kondisi pantai yang kotor tercemar oleh banyaknya sampah.

 

Pihak pengelola tempat wisata ini melakukan tindakan, menelusuri sumber sampah-sampah tersebut. Ternyata, sampah-sampah tersebut berasal dari limbah domestik yang terbawa aliran sungai, mengalir hingga ke perairan Bunaken, dan juga ulah dari para pengunjung yang tidak bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan.

 

Beberapa sungai yang membawa sampah tersebut diantaranya adalah sungai Malalayang, Sario, Tondano, dan Talawaan. Sampah-sampah yang sering ditemukan di taman laut dan pantai Bunaken tidak lepas dari aktifitas masyarakat yang menjadikan sungai-sungai sebagai tempat mereka untuk membuang sampah.

 

Penyebab utama banyaknya sampah di sungai adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan kurang kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan.

 

Akibatnya, perairan Bunaken dipenuhi sampah. Sampah yang terbawa arus hingga ke dasar laut berdampak buruk bagi kehidupan biota laut. Biota laut adalah makhluk hidup yang berada di laut, baik itu hewan maupun tumbuhan atau terumbu karang.

 

Sampah tersebut dapat membuat terumbu karang rusak, tidak bisa berkembang, bahkan bisa mati. Terumbu karang merupakan bagian yang sangat penting dari ekosistem laut karena menjadi sumber kehidupan bagi ragam biota laut.

Di terumbu karang umumnya hidup ribuan spesies ikan dan puluhan jenis moluska, krustasea, alga dan biota laut lainnya. Jika sampah-sampah tersebut dibiarkan, pesona keindahan dan kekayaan biota laut yang berada di kawasan ini akan hilang.

 

Ancaman akan kerusakan taman wisata bawah laut ini membuat pemerintah daerah melakukan tindakan nyata dengan kegiataan “Save Bunaken” dan Bersih-Bersih Pantai. Kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar, wisatawan, ASN Pemprov Sulawesi Utara dan Kota Manado, TNI/Polri, serta LSM peduli lingkungan.

 

Kegiatan tersebut dilakukan tahun 2016 dan akan berlangsung setiap bulannya. Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menambah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, serta bertanggung jawab untuk menjadikan kembali Bunaken ini sebagai objek wisata yang bersih dan indah.

 

Baru-baru ini Balai Taman Nasional Bunaken memberlakukan himbauan bagi wisatawan menyelam untuk ikut andil dalam melestarikan taman laut Bunaken dengan cara ikut menanam karang.

 

Hal tersebut mulai digalakkan sejak terbitnya surat himbawan dari Balai Taman Nasional Bunaken tanggal 2 Maret 2018 yang berisi, “Dalam rangka meningkatkan tutupan terumbu karang dan kualitas aktivitas wisatawan menyelam, dihimbau agar para divers (penyelam) untuk berperan aktif menanam karang di Taman Nasional Bunaken pada saat menyelam.” Himbauan ini berlaku untuk semua wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

Peran dari semua pihak inilah yang sangat diperlukan untuk melestarikan Taman Nasional Bunaken agar generasi mendatang dapat menikmati serta ikut andil dalam melestarikan objek wisata ini.

 

Begitu banyak potensi yang dimiliki Taman Nasional Bunaken, salah satunya adalah begitu banyak keanekaragaman hayati pesisir dan laut yang mampu mendukung kehidupan dan penghidupan masyarakat sekitar. Taman laut ini juga ikut membantu pendapatan daerah dalam sektor pariwisata alam. Taman Laut Bunaken perlu mendapat langkah nyata dari semua pihak untuk melakukan upaya menjaga dan melestarikannya.

 

Taman Laut Bunaken Taman Laut Bunaken Taman Laut Bunaken Taman Laut Bunaken Taman Laut Bunaken Taman Laut Bunaken

Bagikan ini: