0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Johanna Quaas dinyatakan sebagai atlet gimnastik tertua di dunia sejak namanya tercatat dalam Guinness World Record pada 13 September 2012. Hingga kini pun gelar tersebut masih disandangnya. Wanita berdarah Jerman kelahiran 20 November 1925 ini masih aktif dalam olahraga gimnastik di usianya yang tahun ini akan beranjak 93 tahun.

 

Johanna pertama kali memulai karirnya di dunia gimnastik sejak usia dini. Ia sudah mencintai olahraga tersebut sedari Ia masih duduk di bangku sekolah dan berumur 9 tahun. Penampilan pertamanya ditunjukkan dalam sebuah kompetisi gimnastik di Jerman pada tahun 1934. Sejak mengikuti kompetisi itu, Johanna mulai terpikat dengan gimnastik.

 

Sayangnya, kisah cinta Johanna dengan gimnastik tidak berjalan dengan mulus. Banyak hambatan yang dilaluinya untuk selalu setia pada olahraga tersebut. Ketika Ia baru memulai kisah cinta itu, Johanna harus merelakan dirinya berhenti melakukan olahraga tersebut karena pada saat itu adalah masa dimulainya Perang Dunia II.

 

Ketika Perang Dunia II dimulai, semua anak-anak dan remaja di Jerman harus melayani pemerintah dalam berbagai cara. Dalam hal tersebut, Johanna memilih memberikan pelayanannya dengan membantu pekerjaan pertanian.

 

Setelah perang berakhir, olahraga gimnastik tidak lagi diperbolehkan di Jerman Timur karena pemerintah sana akan fokus pada tim olahraga cabang lain. Untuk itu, Johanna yang mencintai olahraga pun beralih dari gimnastik ke handball. Tak disangka, Ia menjadi anggota dari tim yang memenangkan Eastern German Championship pada tahun 1954.

 

Setelah itu, Johanna menikah dan memiliki tiga orang anak. Sempat beralih cabang olahraga, Johanna tidak bisa melupakan rasa cintanya pada gimnastik. Ia pun memutuskan untuk kembali pada gimnastik dan menjadi instruktur bagi para atlet muda. Larangan atas gimnastik pun sudah dicabut sehingga Ia bisa memulai kembali dengan damai. Pencabutan larangan tersebut dilakukan pada tahun 1947.

 

Saat menginjak usia 57 tahun, pada tahun 1982, Johanna bertemu dengan dua teman lamanya yang juga menekuni olahraga gimnastik. Mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba berlatih dan berkompetisi secara professional lagi. Dua teman lamanya itu terdiri dari seorang yang lebih muda lima tahun dari Johanna dan seorang lagi empat tahun lebih muda darinya. Namun, kedua temannya tersebut kini telah tiada.

 

Pada tahun itu, Johanna banyak memenangkan kompetisi regional. Hingga kini Ia telah berhasil membawa pulang 11 medali dari kejuaraan olahraga di Jerman yang diadakan setiap lima tahun sekali.

 

Momen yang paling membanggakan baginya adalah ketika Johanna mampu memenangkan kejuaraan gimnastik saat usianya sudah 84 tahun. Saat itu tidak ada peserta lain yang seusia dengannya. Panitia akhirnya menempatkan Johanna dengan kelompok usia 70-75 tahun. Johanna memenangkannya dengan unggul satu poin dari yang lainnya.

 

Prinsip hidup Johanna adalah bahwa jika seseorang bertubuh sehat, maka akan lebih mudah baginya untuk menguasai kehidupan. Di mana ada pergerakan, di situlah kehidupan berada. Itulah yang diyakininya hingga saat ini sehingga Ia tidak pernah menyerah dalam melakukan gimnastik meski usianya semakin tua.

 

Nenek tua yang aktif berolahraga ini masih terus berlatih selama sejam setiap harinya. Selain gimnastik, Johanna juga menyukai kegiatan menyenangkan lainnya, seperti mendaki, berenang, dan menari.

 

Seperti kita ketahui bahwa gimnastik membutuhkan kelenturan otot dan ligamen. Biasanya, kelenturan tersebut akan memudar seiring dengan bertambahnya usia. Lain halnya dengan Johanna, Ia mengaku tidak pernah takut jatuh atau mendapatkan cedera saat melakukan olahraga gimnastik. Baginya, gimnastik adalah caranya untuk menghindari kondisi rentan akan jatuh dan olahraga ini merupakan alat pencegahan terbaik yang Ia gunakan.

 

Dengan sering melakukan gimnastik, Johanna dapat menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat. Tubuhnya tetap bugar tanpa mengonsumsi obat apapun dan Ia pun jarang terserang penyakit. Suplemen nutrisi juga tidak Ia konsumsi. Resep hidup sehatnya adalah murni dengan berolahraga, tidur cukup selama enam jam sehari, serta banyak mengonsumsi buah dan sayuran.

 

Johanna pernah berkata bahwa wajahnya boleh saja penuh dengan keriput, tetapi jiwanya masihlah muda. Usia senja tidak menjadi penghalang baginya untuk terus menerapkan gaya hidup sehat dan karena itu pula yang menjadikannya tetap aktif walau telah menjadi nenek bagi dua orang cucu dan seorang cicitnya.

 

Pesan yang selalu disampaikan olehnya adalah bahwa kita harus selalu berolahraga, lagi dan lagi. Kehidupan akan ada jika kita terus bergerak. Jika masih ada yang meragukan menjaga tubuh tetap bugar di usia renta, dialah Johanna Quaas yang akan membuktikannya.

 

johanna quaas johanna quaas johanna quaas johanna quaas johanna quaas

Bagikan ini: